Rabu, 03 Juni 2026

Heboh..!!! Pemandian Air Panas Sidebukdebuk, Pengunjung 2 Kali Wajib Bayar Pungli

P. Silalahi - Rabu, 03 Juni 2026 09:34 WIB
Heboh..!!! Pemandian Air Panas Sidebukdebuk, Pengunjung 2 Kali Wajib Bayar Pungli
tangkapan layar Facebook @Erianto Perangin Angin
Pengunjung di Pemandian Air Panas Sidebukdebuk yang mengaku 2 kali dipungli.

POSMETRO MEDAN- Praktik pungli (pengutipan liar) masih terus merajalela. Viral di salah satu obyek wisata pemandian air panas Lau Sidebukdebuk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Meski praktik pungli ini sudah sering terjadi, ironisnya tidak ada reaksi cepat dari pejabat setempat untuk memberantas hal ini.

Baca Juga:

Sebagaimana sebuah postingan anonim di Facebook @Erianto Perangin Angin yang terlihat POSMETRO MEDAN Rabu 3 Juni 2026.

"Kek mana mau merdeka, kalo kek gini? Kek mana mau maju wisata Tanah Karo? Kasian yang mau wisata ke Debukdebuk. Harus bayar uang masuk 2x. Manalah bupati ini?" tulis pemilik akun.

Baca Juga:

Atas praktik pungli itu, kini viral dan bersiliweran di media sosial seperti Twitter, Instagram hingga Facebook.

Di media sosial (medsos) itu tampak terlihat seorang wanita yang berteriak menggerutu atas kutipan yang dinilainya sebagai praktik pungli.

Dalam teriakan wanita itu, dirinya yang sedang menaiki kendaraan pribadi roda empat mengaku dua kali menjadi pungli saat menuju lokasi pemandian panas Sidebukdebuk.

Siapa yang mengutip? Menurut video yang beredar, praktik pengutipan liar itu diduga dilakoni masyarakat setempat, bukan petugas resmi dari pemerintah setempat.

"Bayar masuk di depan, kita ada barcode. Eh pas bayar ke 2 kita diminta 100 ribu. Dapat karcis masuk, barcode pun tak ada. Katanya resmi. Resmi punglinya!" teriak wanita itu.

Kontan saja, keluhan pengunjung di sana mendapat respons netizen.

Setelah diunggah ke publik, postingan itu sudah direspons 555 orang netizen dan dibagikan ke publik 86 kali.

Ramai komentar netizen yang cukup menohok kepala para pejabat setempat.

"Gak usah datang lagi ke situ. Mrk (red, warga setempat) dah mengkek. Kek gakda tempat lain. Kami suku Karo aja dah malas ke situ. Karena mau ke tempat saudara di sana pun harus bayar, apalagi mandi air panas. Biar dia aja yang mandi air panas sekampung di situ. Mrk kira kita kurang kerjaan? Bikin malu," sindir seorang netizen pemilik akun @Bereng Bereng.

Kalau mau mandi air panas, timpal pemilik akun @ Ta Nurista, geser ke goa ergendeng. Dijamin gak nyesal. Kolamnya banyak, alami lagi. Warga juga ramah, gakda pungli, gak ada preman. Yang ada tukang parkir yang kocak kalo ngobrol.

"Pengalaman pribadi sih ini."

Berbeda dengan pemilik akun @Lefi Purba. Menurutnya pengunjung sudah 4 kali mengalami pengutipan.

"1 di depan, 1 tengah, 1 penginapan, 1 parkir," jelasnya.

Jangan Tunggu Musibah Datang

Netizen lain pemilik akun @Muhammad Anto Purba mengingatkan warga setempat.

"Nanti datang musibah di Tanah Karo, itu serakah modelnya, lama-lama kutengok udah anggar sok orang-orang di sini," gerutunya.

Warga setempat meminta agar praktik pungli di sejumlah lokasi obyek wisata seperti pemandian air panasSidebukdebuk ini segera dibasmi pemerintah dan aparat keamanan setempat.(dpt)

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Jasad Dimasukkan Karung Dibuang di Bawah Jembatan, Mobilnya Dibawa Kabur
Dinas Kominfo Karo Bangun Billboard Tanpa Plang Proyek, Kadis Kominfo : Bentar Ya Dek
Stok Sapi Cukup, Shohibul Qurban di Karo Menurun
Disperindag Karo Gelar Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha
Boin Silalahi dan Rekan Ajukan PK, Tuntut Keadilan Setara Bagi Amry Pelawi
Jejak WhatsApp dan Polemik SK Pokja Disorot, Hakim Jadwalkan Putusan 8 Juni
komentar
beritaTerbaru