Kamis, 04 Juni 2026

Warga Labuhanbatu Menjerit! Gas LPG 3 Kg Langka dan 'Mencekik Leher'

Polisi Sidak Stok Melimpah, Ada Apa?
P. Silalahi - Kamis, 04 Juni 2026 15:49 WIB
Warga Labuhanbatu Menjerit! Gas LPG 3 Kg Langka dan 'Mencekik Leher'
HBB
Warga terlihat antre membeli gas LPG 3 kilogram bersubsidi yang kini kian langka dan harganya 'mencekik leher' di pasaran.

POSMETRO MEDAN- Jeritan dan keluhan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu kian memuncak. Pasalnya gas LPG subsidi 3 kilogram 'menghilang' di pasaran dalam sebulan terakhir ini.

Ironisnya, di tengah kepanikan warga yang kesulitan memasak, pihak kepolisian justru menemukan fakta mengejutkan. Ya stok gas melon di tingkat distributor sebenarnya melimpah ruah.

Kelangkaan yang mencekik ini membuat warga Rantauprapat frustrasi.

Baca Juga:

Faisal (30), salah seorang warga, membeberkan kronologi sulitnya mendapatkan tabung gas hijau tersebut yang sudah berlangsung selama satu bulan penuh.

"Kalau tak salah sudah ada sebulan inilah langka gas subsidi. Payah dapat. Jangankan di pangkalan, di kios-kios pun sulit dapat," keluh Faisal yang ditemui awak media, Kamis 4 Juni 2026.

Tak cuma langka, harga gas melon di tingkat pengecer pun dilaporkan sengaja dimainkan oknum-oknum tertentu hingga melambung tinggi di luar batas kewajaran.

Melda (32), warga Kampung Sawah, mengaku terpukul dengan situasi ini.

Dia mengakui, untuk mendapatkan satu tabung gas subsidi, warga harus merogoh kocek yang sangat dalam.

"Adalah sudah dua mingguan ini sulit dapat. Adapun di kios-kios harganya sudah mahal kali, tembus dua puluh sampai dua puluh lima ribu rupiah per tabung," ungkap Melda bernada kesal.

Mewakili emak-emak dan masyarakat kecil, Melda mendesak agar pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera turun tangan mengatasi sengkarut distribusi ini.

"Semoga ini tidak berkepanjangan. Semoga pemerintah cepat tanggap dengan keadaan kesulitan gas subsidi ini," harapnya.

Merespons gejolak dan jeritan di tengah masyarakat, Polres Labuhanbatu dibawah komando Kapolres AKBP Wahyu langsung bergerak cepat mengambil tindakan tegas.

Lewat Unit Pidana Khusus (Pidsus) Sat Reskrim Polres Labuhanbatu secara mengejutkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) Pertamina PT Lobusona Perdana Tri Jaya di Jalan H Adam Malik, Kelurahan Lobusona, Kecamatan Rantau Selatan, Rabu 3 Juni 2026.

Sidak berskala tinggi ini dipimpin Kanit II Pidsus Sat Reskrim Polres Labuhanbatu, IPDA Seniman.

Petugas langsung menyisir area kilang untuk memastikan kondisi ril stok, jalur distribusi, hingga ketersediaan LPG 3 kg yang menjadi hak masyarakat miskin.

"Kami melakukan pengecekan fisik tabung gas LPG 3 kilogram, memeriksa data stok persediaan, serta menelusuri secara ketat proses penyaluran gas subsidi ini kepada agen hingga ke pangkalan," tegas IPDA Seniman dalam keterangannya.

Ternyata hasil penggeledahan data dan fisik oleh Korps Bhayangkara mengungkap fakta mencengangkan.

Pihak manajemen PT Lobusona Perdana Tri Jaya membeberkan bahwa pasokan gas sebenarnya berada dalam kondisi sangat aman dan melimpah.

Data logistik yang ditemukan polisi di lapangan menyebut Stok Tangki Timbun Tersedia 77,249 ton LPG.

Total yang sudah disalurkan sebanyak 48,720 ton.

Sementara, Pasokan Harian sebanyak 16.240 tabung LPG 3 kg digelontorkan setiap hari dan jalur distribusi disebarkan ke 10 agen resmi untuk diteruskan ke pangkalan-pangkalan di seluruh Kabupaten Labuhanbatu.

"Dari hasil pengecekan komprehensif, kami tidak menemukan adanya keterlambatan pengiriman maupun pengurangan kuota distribusi LPG subsidi. Ketersediaan stok dinyatakan masih sangat mencukupi dan proses penyaluran dari SPBE berjalan normal sesuai mekanisme," jelas IPDA Seniman. (HBB)

Editor
: P. Silalahi
Tags
lpg
beritaTerkait
Sat Reskrim Polres Padang Lawas Kembali Tindak Pengecer Gas LPG 3 kg Bersubsidi yang Jual dengan Harga Tinggi
komentar
beritaTerbaru