Dalam konteks itu, Raja Malem menggunakan pendekatan Active Markets, Clean and Trusted Markets, Connected Market Assets, dan Mixed-Use Market Development sebagai bagian dari strategi transformasi.
Konsep Active Markets, misalnya, mendorong pemanfaatan pasar untuk berbagai aktivitas selain perdagangan, termasuk kuliner, ekonomi kreatif, dan kegiatan komunitas.
Baca Juga:
Sementara Clean and Trusted Markets menekankan pentingnya kebersihan, sanitasi, keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Raja Malem juga menekankan bahwa karakter setiap pasar berbeda. Lokasi, fungsi kawasan, pola mobilitas, serta kebutuhan masyarakat menjadi pertimbangan dalam menentukan model pengembangan.
Baca Juga:
Dalam pemaparannya, pasar dibagi ke dalam empat karakter utama.
Neighbourhood Market diarahkan untuk melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat di lingkungan sekitar.
Destination Market dikembangkan dengan mengandalkan daya tarik tertentu, seperti perdagangan, kuliner, budaya, atau kegiatan tematik.
"Sebagai contoh, tanggal 31 Agustus ini, akan dilakukan groundbreaking Pasar Senen Blok VI oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta. Setelah tertunda sejak tahun 2021, tempat tersebut akan menjadi destinasi pasar yang mengandalkan daya tarik tertentu tersebut," papar Raja.
Selanjutnya, Transit-Oriented Market menghubungkan fungsi pasar dengan transportasi publik dan pendekatan Transit-Oriented Development (TOD).
Sedangkan Distribution Market memiliki peran dalam mendukung perdagangan grosir dan distribusi pangan.
Tags
beritaTerkait
komentar