RE Nainggolan — The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian
Oleh Jafar SidikBUKU biografi tokoh masyarakat sekaligus sosok birokrat terkemuka Sumatera Utara, Dr R.E. Nainggolan, MM, The Untold Storie
Lifestyle 21 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Bukittinggi - Di tengah maraknya minuman kekinian yang bermunculan setiap Ramadan, Kota Pariaman, Sumatera Barat, masih menyimpan satu warisan kuliner khas yang tetap bertahan dari masa ke masa, yakni Anyang Batumbuak.
Minuman tradisional ini telah dikenal sejak tahun 1984 dan hingga kini masih setia hadir sebagai pelepas dahaga saat berbuka puasa.
Anyang Batumbuak merupakan minuman khas yang dibuat berdasarkan resep turun-temurun. Sayangnya, keberadaannya kini tergolong langka karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui atau mampu membuatnya.
Baca Juga:
Minuman ini umumnya hanya diracik oleh orang-orang tertentu yang masih menjaga tradisi dan pengetahuan kuliner lama.
Keunikan Anyang Batumbuak terletak pada komposisi bahannya yang tidak biasa. Minuman ini terbuat dari campuran berbagai buah dan rempah, seperti ambacang (mangga muda), pisang, buah timbaba (buah nangka kecil yang tidak berkembang), nenas, jeruk besar, serta tambahan cabai merah, cabai rawit, cabai giling, asam jawa, gula merah, garam, dan air secukupnya.
Baca Juga:
Seluruh bahan buah dipotong kecil-kecil lalu dicampur menjadi satu.
Kuah Anyang Batumbuak dibuat dengan cara memasak air bersama gula merah dan cabai giling hingga mendidih. Setelah kuah tersebut dingin, barulah dituangkan ke dalam campuran buah-buahan.
Perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan segar inilah yang menjadi ciri khas Anyang Batumbuak, sekaligus pembeda dari minumantradisional lainnya.
Selain menyegarkan, Anyang Batumbuak dipercaya mampu memberikan energi setelah seharian berpuasa. Kandungan buah-buahan segar serta gula alami dari gula merah menjadikan minuman ini cocok sebagai menu berbuka puasa, terutama untuk mengembalikan stamina dan menghilangkan dahaga.
Menariknya, minumantradisional ini masih dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan hanya sekitar Rp5.000 per bungkus, masyarakat sudah dapat menikmati cita rasa khas Anyang Batumbuak yang sarat nilai budaya dan sejarah.
Keberadaan Anyang Batumbuak menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Minangkabau, khususnya di Kota Pariaman, masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama pada momen Ramadan.
Di tengah arus modernisasi, Anyang Batumbuak bukan sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan juga simbol warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman. (RRI)
Oleh Jafar SidikBUKU biografi tokoh masyarakat sekaligus sosok birokrat terkemuka Sumatera Utara, Dr R.E. Nainggolan, MM, The Untold Storie
Lifestyle 21 menit lalu
Hasil MotoGP Thailand 2026 Marco Bezzecchi Juara
Sport 35 menit lalu
Posmetro Medan , Binjai Luar biasa Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu (wilayah Sumatera) Ahmad Doli Kurnia mau
Inter-Nasional 43 menit lalu
TukTuk adalah ikon transportasi roda tiga tradisional yang berasal dari tahun 1930an, terkenal dengan warna cerah dan suara mesin khasnya.
Inter-Nasional satu jam lalu
Unik! Toprak Razgatlioglu Menang di MotoGP Pakai TukTuk Thailand.
Sport satu jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan, Polres Labuhanbatu melaksanakan penertib
Kriminal 2 jam lalu
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, 2 Negara Jadi Opsi Pengganti.
Sport 2 jam lalu
Faktafakta Skandal Perselingkuhan Istri Prajurit dengan 13 Anggota TNI, Wanita Menggoda Duluan
Peristiwa 3 jam lalu
Perjalanan Cinta Muzdalifah Empat Kali Menikah, Penuh Likaliku dan Sorotan Publik.
Lifestyle 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Aek Ngadol Rumah Zakat menyalurkan bantuan zakat dalam bentuk bahan pangan kepada 19 warga penyintas banjir di Desa Aek Nga
Sumut 3 jam lalu