3 Bulan Diburon, Tim Tekab Polsek Medan Area Ringkus Maling Rokok di Toko Grosir
POSMETRO MEDAN, Medan Tak sia sia, akhirnya, kerja keras dari Tim Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Area yang dikomandoi langsung
Kriminal 45 menit lalu
POSMETRO MEDAN— Pakar ekonomi sekaligus pengamat koperasi, Suroto, menilai PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tidak memiliki kewajiban hukum untuk menanggung kerugian yang dialami anggota Koperasi Swadharma.
Pernyataan tersebut disampaikan Suroto pada Senin (27/4/2026), menanggapi munculnya tuntutan sebagian anggota koperasi yang menyeret nama BNI dalam persoalan likuiditas yang tengah dihadapi Koperasi Swadharma.
Menurut Suroto, masyarakat perlu berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi persoalan investasi maupun lembaga keuangan, baik koperasi maupun perbankan.
Baca Juga:
"Semua orang harus hati-hati dalam berinvestasi, baik itu di lembaga koperasi maupun perbankan. Kalau perbankan memiliki standar profesionalitas dan tata kelola yang ketat, koperasi juga harus dijalankan sesuai prinsip demokrasi dan tata kelola yang sehat," ujar Suroto.
Ia menjelaskan, koperasi memiliki karakter berbeda dengan bank karena koperasi merupakan lembaga milik anggota. Karena itu, anggota tidak hanya berperan sebagai nasabah, tetapi juga pemilik yang ikut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lembaga tersebut.
Baca Juga:
"Di koperasi, anggota itu bukan sekadar nasabah, tetapi juga pemilik. Jadi mereka punya tanggung jawab untuk ikut mengawasi, menentukan kebijakan, dan memastikan koperasi berjalan sehat," katanya.
Suroto menilai persoalan yang terjadi di Koperasi Swadharma belum tentu dapat langsung dikategorikan sebagai penipuan atau penggelapan. Menurut dia, masalah yang terjadi bisa saja berkaitan dengan persoalan likuiditas yang lazim dialami lembaga keuangan.
"Kita belum bisa langsung menyebut ini penggelapan atau penipuan. Bisa jadi ini problem likuiditas. Dalam lembaga keuangan, masalah likuiditas sangat sensitif karena dapat memicu kepanikan dan hilangnya kepercayaan anggota," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila situasi tersebut berkembang menjadi rush atau penarikan dana besar-besaran, maka kondisi koperasi dapat semakin memburuk dan sulit diselamatkan.
Karena itu, Suroto menyarankan agar penyelesaian dilakukan melalui mekanisme internal koperasi, khususnya melalui rapat anggota koperasi sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan.
POSMETRO MEDAN, Medan Tak sia sia, akhirnya, kerja keras dari Tim Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Area yang dikomandoi langsung
Kriminal 45 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sejumlah mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed) merasa diduga dipaksa membayar s
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan, Selasa (20/10) malam menggerebek sebuah gudang pengolahan pinang di kawasan Sei Mencirim, K
Medan 4 jam lalu
Wakil Wali Kota Sibolga Ikuti Rakor Nasional Percepatan Rehabilitasi Infrastruktur dan UMKM Pascabencana.
Sumut 15 jam lalu
Satu unit truk tangki Pertamina terguling menimpa rumah warga di Tapian Nauli, 6 warga dilaporkan lukaluka, berikut ini identitasnya.
Sumut 15 jam lalu
Proses upacara Sumpah Pemuda di Humbahas berjalan dengan Khidmat.
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama Polrestabes Medan, Kodim 0201/Medan, dan masyarakat kawasan Jer
Sumut 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengapresiasi Kepala Dusun IIIA Selambo, Ayub Pringadi Marbun
Sumut 18 jam lalu
POSMETRO MEDANWarga kawasan Jermal 15 bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh agama dan tokoh masyarakat re
Medan 19 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, dr. Heri Hendri, Sp.Pd., didampingi Pelaksana Tugas
Sumut 20 jam lalu