Kasus dugaan korupsi kuota haji ini menjadi salah satu perkara besar yang tengah ditangani KPK. Hingga saat ini, lembaga antirasuah telah menetapkan empat orang tersangka.
Mereka adalah mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex (IAA), Direktur Operasional PT Makassar Toraja Ismail Adham (ISM), serta Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba (ASR).
Baca Juga:
Dengan ditahannya Ismail dan Asrul, seluruh tersangka dalam perkara ini kini telah berada dalam tahanan KPK. Sebelumnya, Yaqut dan Gus Alex lebih dahulu ditahan penyidik.
KPK juga menduga adanya aliran dana dalam kasus tersebut. Ismail disebut memberikan uang kepada mantan Menag Yaqut melalui perantara Gus Alex.
Baca Juga:
Penyidik menduga Ismail menyerahkan dana sebesar USD 30 ribu kepada Gus Alex. Selain itu, Ismail juga disebut memberikan uang sebesar USD 5.000 kepada mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama tahun 2024, Hilman Latief.
Dalam proses penyidikan, KPK turut mengungkap nilai kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara ini. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat dugaan korupsi kuota haji tersebut mencapai Rp622 miliar.
Besarnya angka kerugian itu membuat kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi sektor pelayanan publik dengan nilai kerugian negara yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.(Fajar/Detik)
Tags
beritaTerkait
komentar