Kamis, 12 Februari 2026

3 Tewas dan 2 Hilang saat KM Barcelona Terbakar, Kapal Tua Kok Diizinkan Berlayar, Ini Kelalaian Berulang

Faliruddin Lubis - Selasa, 22 Juli 2025 11:38 WIB
3 Tewas dan 2 Hilang saat KM Barcelona Terbakar, Kapal Tua Kok Diizinkan Berlayar, Ini Kelalaian Berulang
IST
Insiden kebakaran menimpa Kapal Motor (KM) Barcelona VA saat melintas di perairan Talise, Sulawesi Utara, pada Minggu siang (20/7).

POSMETRO MEDAN,Manado-3 orang dinyatakan tewas dan dua orang hilang dalam Insiden terbakarnya KM Barcelona V di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara (Sulut)

Peristiwa itu menyita perhatian publik. Kapal yang mengangkut 280 penumpang itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Terkait hal itu, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri menyayangkan peristiwa tersebut.

Menurutnya hal itu terjadi karena kelalaian sistemik yang berujung pada kecelakaan transportasi laut berulang di wilayah Indonesia Timur dan Tengah.

Baca Juga:

"Saya ucapkan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam kebakaran KM Barcelona V di Sulawesi Utara. Kami mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan korban yang masih hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat, utuh dan lengkap," kata Irine kepada wartawan, Selasa (22/7).

Menurut Irine, insiden terbakarnya KM Barcelona V di perairan Pulau Talise memperparah daftar panjang kecelakaan laut yang baru saja terjadi sebelumnya, yakni tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

Baca Juga:

Ia menilai, insiden yang terus terulang, menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan kesiapsiagaan dari pemerintah.

"Hal ini menunjukkan adanya kelalaian sistemik dari segi pengawasan muatan hingga minimnya standar keselamatan kapal. Ini kegagalan negara dalam memberi rasa aman bagi warganya untuk mendapatkan layanan transportasi publik," tegasnya.

Padahal, masyarakat Indonesia Timur dan Tengah sangat menggantungkan hidupnya pada moda transportasi laut. Oleh karena itu, negara harus hadir dan serius dalam memastikan keselamatan serta kualitas layanan transportasi laut.

"Tragedi kecelakaan kapal ini terjadi terus menerus di wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang masyarakatnya sangat mengandalkan transportasi laut. Negara seharusnya dapat memitigasinya," ucapnya.

Ia juga menyesalkan lemahnya pengawasan terhadap armada kapal yang beroperasi, serta minimnya kesiapsiagaan dalam kondisi darurat. Menurutnya, setiap nyawa yang melayang merupakan bentuk nyata dari kegagalan sistem yang ada.

Tags
beritaTerkait
Anggota DPRD Kota Medan Minta PLN tak Padam  saat Bulan Ramadhan
PILKADA LEWAT DPRD Tema : Efesiensi Anggaran atau Efesiensi Lawan Politik?
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir
Menjelang Ramadan dan Lampu yang Kerap Padam: Catatan Reses Munir Ritonga di Mosa Tapanuli Selatan
Setelah 3 Hari Polres Pakpak Bharat Bersama Stackholder Terkait dan Masyarakat Berhasil Temukan Mayat di Aliran Sungai Lae Kombih.
Debu, Kartu BPJS, dan Sekolah yang Ditunggu: Catatan Reses dari Labuhan Batu Raya
komentar
beritaTerbaru