Kisruh Tender Jalan Nias Utara : Panitia & PT ARB Saling Sanggah Soal Jawaban Sanggah
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar kadar timbal darah tinggi. Timbal merupakan salah satu jenis logam berat beracun yang dapat berbahaya bagi kesehatan, misalnya memengaruhi kecerdasan anak. Sebanyak 1.617 anak berusia 12-59 bulan terlibat dalam penelitian.
Riset ini dilakukan pada periode Mei-November 2025 di 12 titik surveilans meliputi Kabupaten Bima, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, Kota Bandar Lampung, Kota Mataram, Kota Prabumulih, Kota Semarang, Kabupaten Pali, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Grobogan, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar.
Hasil surveilans kadar timbal darah (SKTD) menunjukkan 1 dari 7 anak Indonesia memiliki kadar timbal darah di atas 5 mikrogram/desiliter, ambang batas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia. Wilayah dengan temuan terbanyak adalah Kabupaten Bima dengan 33 persen, Kabupaten Lamongan 28 persen, dan Kota Surabaya sebanyak 22 persen.
"Jadi sebenarnya untuk dampak kesehatan dari kadar timbal ini tidak hanya kecerdasan, tetapi juga anemia dan stunting," ungkap Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN Dr Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, MKes, ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).
"Beberapa referensi yang saya temukan memang signifikan ya, ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dengan kejadian stunting dan juga anemia," tambahnya menyinggung keterkaitan paparan timbal dan risiko stunting.
Salah satu faktor risiko tertinggi dari temuan ini adalah anak yang tinggal di rumah dengan cat terkelupas. Mereka memiliki risiko 61 persen lebih besar untuk memiliki kadar timbal darah lebih tinggi dari ambang batas.
Kemudian faktor risiko lain yang disorot adalah pekerjaan orang tua yang kontak langsung dengan timbal, penggunaan alat masak berbahan logam, hingga penggunaan bedak dan kosmetik. Seluruhnya memiliki kadar timbal darah 7-10 persen lebih tinggi. Faktor lain yang disorot adalah daur ulang aki bekas.
"Untuk paparan timbal memang umum ditemukan di berbagai rumah tangga, yang biasanya digunakan sehari-hari. Kemudian juga aktivitas yang ada di lingkungan biasanya, karena yang paling umum di Indonesia itu daur ulang aki bekas, itu yang paling sering ditemukan," ujar epidemiolog Vital Strategies Edwin Siswono yang juga terlibat dalam penelitian.
Lebih dari 20 persen sampel alat masak logam, alat makan keramik dan plastik, kosmetik, pakaian anak dan orang tua, serta mainan anak mengandung timbal melebihi ambang batas.
(wan/dtc)
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menggelar Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan di Aula
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rumah Zakat imeresmikan masjid yang telah dibangun di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapan
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Achiruddin Hasibuan membantah melakukan pemukulan terhadap warga bernama Fauzi di Jalan Guru Sinumba, Medan Helvetia
Peristiwa 11 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kesempatan kerja bagi masyarakat terus menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Melalui berbagai
Medan 12 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, mendampingi Wali
Medan 12 jam lalu
Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M. adalah seorang tokoh masyarakat, pengusaha, dan politisi senior asal Sumatera Utara .
Profil 15 jam lalu
Polres Labuhanbatu mengamankan seoramg pria terduga pemgedar sabu.
Kriminal 15 jam lalu
Pencuri peralatan kerja di Homestay Gastro berakhir damai, korban sepakat cabut tuntutan.
Sumut 16 jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi mendorong Business Matching SPPG dan pelaku usaha jadi wadah koordinasi.
Sumut 17 jam lalu