Bomber Timnas Mitchell Baker Dikabarkan Masuk Radar Tim MLS
Raih Gelar BIG EAST Preseason Offensive Player of the Year 2026, Mitchell Baker Dikabarkan Masuk Radar Tim MLS.
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar kadar timbal darah tinggi. Timbal merupakan salah satu jenis logam berat beracun yang dapat berbahaya bagi kesehatan, misalnya memengaruhi kecerdasan anak. Sebanyak 1.617 anak berusia 12-59 bulan terlibat dalam penelitian.
Riset ini dilakukan pada periode Mei-November 2025 di 12 titik surveilans meliputi Kabupaten Bima, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, Kota Bandar Lampung, Kota Mataram, Kota Prabumulih, Kota Semarang, Kabupaten Pali, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Grobogan, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar.
Hasil surveilans kadar timbal darah (SKTD) menunjukkan 1 dari 7 anak Indonesia memiliki kadar timbal darah di atas 5 mikrogram/desiliter, ambang batas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia. Wilayah dengan temuan terbanyak adalah Kabupaten Bima dengan 33 persen, Kabupaten Lamongan 28 persen, dan Kota Surabaya sebanyak 22 persen.
"Jadi sebenarnya untuk dampak kesehatan dari kadar timbal ini tidak hanya kecerdasan, tetapi juga anemia dan stunting," ungkap Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN Dr Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, MKes, ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).
"Beberapa referensi yang saya temukan memang signifikan ya, ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dengan kejadian stunting dan juga anemia," tambahnya menyinggung keterkaitan paparan timbal dan risiko stunting.
Salah satu faktor risiko tertinggi dari temuan ini adalah anak yang tinggal di rumah dengan cat terkelupas. Mereka memiliki risiko 61 persen lebih besar untuk memiliki kadar timbal darah lebih tinggi dari ambang batas.
Kemudian faktor risiko lain yang disorot adalah pekerjaan orang tua yang kontak langsung dengan timbal, penggunaan alat masak berbahan logam, hingga penggunaan bedak dan kosmetik. Seluruhnya memiliki kadar timbal darah 7-10 persen lebih tinggi. Faktor lain yang disorot adalah daur ulang aki bekas.
"Untuk paparan timbal memang umum ditemukan di berbagai rumah tangga, yang biasanya digunakan sehari-hari. Kemudian juga aktivitas yang ada di lingkungan biasanya, karena yang paling umum di Indonesia itu daur ulang aki bekas, itu yang paling sering ditemukan," ujar epidemiolog Vital Strategies Edwin Siswono yang juga terlibat dalam penelitian.
Lebih dari 20 persen sampel alat masak logam, alat makan keramik dan plastik, kosmetik, pakaian anak dan orang tua, serta mainan anak mengandung timbal melebihi ambang batas.
(wan/dtc)
Raih Gelar BIG EAST Preseason Offensive Player of the Year 2026, Mitchell Baker Dikabarkan Masuk Radar Tim MLS.
Sport 2 jam lalu
Paris SaintGermain (PSG) lebih diunggulkan saat menghadapi Aston Villa dalam Piala Super Eropa di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8).
Sport 2 jam lalu
Respon Cepat Polres Langkat, Ungkap Ladang Ganja di Kuala, 1 Tersangka dan 11 Batang Ganja Diamankan.
Sumut 2 jam lalu
Ahmad Faris Hidayah Marpaung, Peraih 5 Penghargaan Pada Ajang Project Ilmiah SDGs Tingkat Internasional.
Sumut 3 jam lalu
Wali Kota Temui Para Pedagang di Alunalun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Tanjung Balai.
Sumut 3 jam lalu
Anggota DPRD Medan Rommy Desak Evaluasi Lurah dan Pendamping PKH Polonia.
Medan 3 jam lalu
Polres Tapanuli Tengah Tangkap Pengedar Narkoba di Pandan, Barang Bukti Ganja Disita
Sumut 3 jam lalu
Gempa Dahsyat 7,4 M Guncang Kolombia Barat, 254 Orang Tewas, Ribuan Orang Hilang.
Peristiwa 4 jam lalu
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja dari Penyabungan ke Jakarta.
Peristiwa 8 jam lalu
Wali Kota Tanjungbalai Launching Penerapan ASN BerAKHLAK, ASN Pemko Tanjungbalai Harus Memiliki Semangat "Bangga Melayani Bangsa".
Sumut 9 jam lalu