Rabu, 11 Februari 2026

Di Antara Dentum dan Doa: Jalan Sunyi Seorang Jurnalis

Oleh Abdul Hakim, Kepala ANTARA Biro NTB
Faliruddin Lubis - Minggu, 08 Februari 2026 13:49 WIB
Di Antara Dentum dan Doa: Jalan Sunyi Seorang Jurnalis
IST
Buku "Langkah Sunyi Menuju Puncak" karya wartawan ANTARA Abdul Hakim.

Perspektif ini terasa penting ketika organisasi profesi wartawan kerap diuji oleh perbedaan kepentingan dan dinamika internal. Dari dentuman Rock n' Roll hingga sunyi ruang redaksi, perjalanan itu memperlihatkan satu benang merah: keberanian bersuara harus selalu disertai tanggung jawab menjaga kebenaran.

Jalan sunyi

Baca Juga:

Istilah langkah sunyi menjadi benang merah biografi ini. Jalan sunyi adalah metafora tentang konsistensi tanpa gemerlap. Ia mengajarkan bahwa keteguhan lahir dari kesederhanaan dan kesabaran.

Munir memandang setiap amanah sebagai tanggung jawab menjaga nilai dan kepercayaan. Di tengah era serba instan, pesan ini terasa kontras namun menenangkan.

Baca Juga:

Saat memimpin kantor berita negara dan organisasi wartawan, Munir menghadapi realitas bahwa pers bukan hanya industri, tetapi institusi publik.

Dalam kerangka itu, pers dituntut mendidik, memberdayakan, dan mencerahkan masyarakat. Biografi ini secara tidak langsung menegaskan pentingnya kepemimpinan yang memahami dimensi kebangsaan tersebut.

Indonesia dengan lebih dari 270 juta penduduk dan ribuan pulau membutuhkan media yang menjembatani pusat dan daerah. ANTARA, sebagai kantor berita negara, memainkan peran strategis dalam menyebarkan informasi pembangunan hingga ke wilayah terluar. Kepemimpinan yang menempatkan integritas di atas kepentingan sesaat menjadi syarat mutlak.

Buku ini juga membuka refleksi tentang regenerasi pers. Munir berharap kisahnya menjadi penyemangat bagi generasi muda dan insan pers di seluruh Indonesia.

Harapan itu tidak boleh berhenti pada romantisme biografi. Ia perlu diterjemahkan dalam kebijakan konkret. Pendidikan jurnalistik harus diperkuat, literasi media masyarakat ditingkatkan, dan organisasi profesi didorong membangun budaya kolaboratif.

Di tingkat kebijakan, negara perlu memastikan keberlanjutan media berbasis kepentingan publik. Dukungan terhadap media yang menjalankan fungsi edukatif dan pemberdayaan harus menjadi prioritas, tanpa mengurangi independensi redaksi. Sementara itu, insan pers perlu memperkuat disiplin etik dan verifikasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Tags
beritaTerkait
Bupati Lantik 7 Pengawas,  402 Kepala Sekolah dan Berhentikan 31 Kepsek  Bermasalah
Benaya Harobu Menangis Saat Bedah Buku Reset Indonesia di Medan
Sebut Keterlibatan Oknum TNI Koptu HB dan Kini Masih Bertugas
Rilis Akhir Tahun, Kombes Jean Calvijn: Angka Kejahatan di Kota Medan Turun Sepanjang Tahun 2025
Dikunjungi Siswa SMA Taruna Nusantara, Rico Waas Berbagi Pengalaman dan Pesan Hidup
Wali Kota Medan Rico Waas: Kepemimpinan Berangkat Dari Tanggung Jawab Dan Keteladanan
komentar
beritaTerbaru