New Home Pass, New Tree 2026, Penanaman 10.000 di Kampus Kehutanan USU
POSMETRO MEDAN, Medan Peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) ke 12 diramaikan penanaman 10.000 pohon.
Medan 55 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengultimatum produsen rokok ilegal segera beralih ke jalur legal. Purbaya juga tak segan menutup pabrik rokok terkait jika enggan beralih ke pasar yang legal.
Purbaya mengatakan, produk rokok ini juga berpotensi menyumbang terhadap pendapatan negara. Ia pun menargetkan peralihan produsen rokok ilegal menjadi legal paling lambat bulan Mei mendatang.
"Kita sih pengennya Mei, itu paling telat sudah jalan supaya pendapatan ke kita masuk. Dan saya bisa betul-betul larang rokok-rokok yang ilegal, saya tutup betulan nanti karena mereka kita kasih kesempatan kan untuk main di pasar yang legal. Kalau nggak mau, kita tutup," ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga:
Menurut Purbaya legalisasi rokok ilegal ini masih dalam pembahasan bersama DPR. Ia berharap, kebijakan ini bisa diterima DPR dan segera diterapkan pemerintah.
"Sebentar lagi mau diskusi dengan DPR gimana bagusnya, tapi proposal udah selesai. Diharapkan nanti bisa diterima oleh DPR, baru kita jalankan nanti," jelasnya.
Baca Juga:
Ia menekankan, produsen rokok ilegal harus membayar cukai tertentu untuk beralih ke pasar legal.
"Dia harus masuk ke legal dengan membayar cukai tertentu," ujarnya.
Purbaya Yudhi Sadewa juga sedang menyiapkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk rokok lokal tanpa cukai. Dengan begitu, nantinya rokok lokal yang tanpa cukai ini akan menjadi rokok legal.
Meski begitu, Purbaya mengatakan belum ada keputusan terkait rincian besaran tarif yang akan diberikan kepada rokok lokal tersebut.
"Kita ciptakan cukai baru khusus. Belum diputusin. Tapi akan diputusin kira-kira akan memberi ruang pada rokok-rokok illegal untuk masuk ke situ," kata Purbaya.
Purbaya mengatakan jika rokok lokal tersebut terdaftar menjadi rokok legal, namun masih melakukan praktik menyebarluaskan dengan merek tanpa cukai. Ia akan menutup pabrik rokok tersebut. Ia mengakui sudah mengantongi lokasi pabrikan rokok yang bakal dijadikan legal.
"Nanti begitu ada cukai, mereka masih main juga. Kita kan tahu pusat-pusat industri di mana, saya akan tutup," janji Purbaya.
Begitu juga terhadap rokok ilegal yang berasal dari luar negeri. Ia akan menindak tegas tanpa kompromi.
"Kalau yang luar ilegal ya saya tutup. Nggak ada ampun itu mah," tegas Purbaya.
(wan/dtc)
POSMETRO MEDAN, Medan Peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) ke 12 diramaikan penanaman 10.000 pohon.
Medan 55 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memutus hubungan kerja dengan seorang guru honorer di Kecamatan Namorambe
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH terjun langsung mendistribusikan makanan untuk korban b
Medan 4 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Dua kelurahan di Kota Binjai kembali terendam air akibat meluapnya aliran sungai Mencirim Binjai , Kamis,(30/10)20
Sumut 5 jam lalu
Posmetro Medan , BINJAI Komitmen Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba
Peristiwa 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Tak sia sia, akhirnya, kerja keras dari Tim Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Area yang dikomandoi langsung
Kriminal 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sejumlah mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed) merasa diduga dipaksa membayar s
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan, Selasa (20/10) malam menggerebek sebuah gudang pengolahan pinang di kawasan Sei Mencirim, K
Medan 11 jam lalu
Wakil Wali Kota Sibolga Ikuti Rakor Nasional Percepatan Rehabilitasi Infrastruktur dan UMKM Pascabencana.
Sumut 21 jam lalu
Satu unit truk tangki Pertamina terguling menimpa rumah warga di Tapian Nauli, 6 warga dilaporkan lukaluka, berikut ini identitasnya.
Sumut 22 jam lalu