Produksi Jagung Saentis Meningkat, Wabup Tekankan Pentingnya pendataan untuk Hilirisasi
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, menilai capaian petani di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei
Sumut 20 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau kepala daerah dan masyarakat se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bergotong royong melakukan pemutakhiran data pertanahan.
Persoalan tumpang tindih sertipikat atau yang dikenal sebagai KW 4, 5, dan 6, terjadi karena ada sertipikat lama yang belum dilengkapi peta kadastral atau belum terintegrasi dalam sistem digital. Kondisi ini membuat batas bidang tanah tidak terbaca dengan jelas dan rentan diklaim pihak lain sehingga berpotensi menimbulkan konflik.
"Karena itu saya imbau, kami minta tolong imbau kepada camat, sama lurah, sama warganya yang masih punya sertipikat tanah tahun 97-96 ke bawah, terus sampai tahun 60-an. Itu KW 4, 5, 6, Pak. Tolong segera mutakhirkan data pertanahannya," ujar Menteri Nusron dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-NTB, di Kantor Gubernur NTB, Mataram.
Baca Juga:
Menteri Nusron menjelaskan, salah satu indikator penting dalam menjaga kepemilikan tanah adalah penguasaan fisik di lapangan. Hal ini dapat terlihat saat proses pengukuran dilakukan oleh petugas. "Salah satu indikasi penguasaan fisik adalah tatkala petugas ukur dari BPN mau mengukur, tidak ada yang mengusir. Berarti pemohon dianggap penguasanya," ucapnya.
Ia pun menegaskan, perlunya langkah cepat dalam melakukan pemutakhiran data, termasuk dengan pengukuran ulang atau penggantian sertipikat lama agar masuk dalam sistem yang terpetakan dengan baik. "Ganti sertipikatnya kalau perlu. Minta ukur ulang kepada ATR/BPN. Karena datanya di sini masih tinggi," ungkap Menteri Nusron.
Baca Juga:
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rakor, jumlah sertipikat KW 4, 5, dan 6 di NTB ada sebanyak 247.913 bidang atau sekitar 7,5% dari total sertipikat. Angka itu dinilai cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan sengketa apabila tidak segera ditangani.
Kondisi tersebut rawan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab, terutama di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, Menteri ATR/Kepala BPN mengingatkan bahwa peran aktif pemerintah daerah hingga masyarakat sangatlah penting dalam menjaga dan memperbarui data pertanahan.
(Rel/Lkt)
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, menilai capaian petani di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei
Sumut 20 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Tim Khusus Anti Bandit ( Tekab) Kepolisian Sektor Sunggal, yang dikomandoi Kanit Reskrim AKP Harles Gultom, menangk
Kriminal 39 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi kunci menghadapi persoalan sosial di Kota Medan. Hal itu disampaikan Wakil W
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Mhd Yunus Tarigan, S.H., M.H di praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan atas ket
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Karir Dedy, Kepala Kantor (Kakan) Unit Layanan Paspor (ULP) Labuhanbatu, kini berada di ujung tanduk. Buntut
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan beberapa waktu lalu telah memberikan d
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sirkulasi ekonomi lokal melalui keterlibatan pedagang pa
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labura Kepulan asap hitam pekat yang biasanya keluar dari cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lingga Tiga Sawit (LTS), ki
Peristiwa 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Pengukuhan dan
Inter-Nasional 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, DI Yogyakarta Setelah melalui proses hukum yang panjang, sertipikat tanah milik Tupon Hadi Suwarno atau Mbah Tupon, warga
Inter-Nasional 6 jam lalu