Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu Janji Gulung Jaringan Kojek: Oke Kami Gass
Posmetro Medan, Labuhanbatu Nama RS alias Kojek bandar narkoba di wilayah Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, santer dikenal kebal
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDANN, Padang - Polisi secara resmi menetapkan SJ alias Wanda sebagai tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi korban bernama Septia Adinda (25 tahun), yang tubuhnya ditemukan di berbagai tempat dari Padang Pariaman hingga Kota Padang.
Tersangka dijerat dengan pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.
Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu AA Reggy mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mendapatkan alat bukti yang cukup.
Baca Juga:
"Sesuai hasil gelar perkara, penyidik menyimpulkan sudah cukup alat bukti untuk menetapkan SJ alias Wanda sebagai tersangka," kata Reggy kepada wartawan, Senin (23/6/2025).
Baca Juga:
Menurut Reggy, saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti lain.
"Masih memeriksa beberapa sakti. Soal sampel DNA, sudah kita kirim ke Puslabfor. Masih menunggu," katanya.
Ia menyebut, soal motif yang menyebabkan tersangka nekad memutilasi korbannya, masih dalam pendalaman.
"Perkembangan motif (mutilasi) masih kita dalami," tambah dia.
Reggy juga menegaskan, sesuai pemeriksaan tersangka, pembunuhan tersebut terjadi karena persoalan hutang piutang.
"Sementara masih soal hutang piutang, namun masih terus dikembangkan. Sementara, diduga motifnya masih soal itu," katanya lagi.
Sosiolog dari Universitas Negeri Padang, Erianjoni menilai, SJ alias Wanda (25 tahun) yang merupakan pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap tiga gadis di Padang Pariaman, Sumatera Barat, seorang psikopat. Ada dua alasan Erianjoni menyampaikan hal itu.
"Saya melihatnya ini adalah pembunuh berdarah dingin yang kalau dalam bahasa psikologisnya adalah psikopat ya. Kenapa demikian? Karena dua indikator psikopat itu sudah terpenuhi oleh pelaku ini ya. Merasa tidak bersalah dan tidak ada empati (kepada korban). Buktinya setahun pelaku membunuh korban pertama tidak ada kemauan dia untuk melapor. Malah dia bersandiwara, membangun hubungan dengan keluarga korban, sehingga tidak ada rasa bersalah dari pelaku," kata Erianjoni kepada wartawan, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, kasus Wanda dari Pariaman tersebut menjadi yang paling membuat heboh dalam lima tahun terakhir, setelah yang terakhir kasus pembunuhan dan pemerkosaan gadis penjual gorengan Nia Kurnia Sari.
"Setelah kasus Nia Kurnia Sari, ini kejahatan yang kalau kita di Sumatera Barat ini dalam beberapa dekade ini tidak ada yang seheboh ini ya. Ini lebih hebat lagi ya, karena terkait dengan kasus pembunuhan berantai dan juga yang berbentuk mutilasi ini. Kalau saya melihat, ini kasus terheboh dalam dunia kriminal dalam 5 tahun terakhir ini ya," katanya.
Dalam perspektif sosiologi kriminal, kasus di Padang Pariaman itu disebut Erianjoni, tergolong kejahatan yang disebut dengan defensif mutilasi.
"Saya melihat bahwa di dalam perspektif sosiologi kriminal ini tergolong sebuah kejahatan yang disebut dengan depensif mutilasi ya. Depensif mutilasi itu adalah mutilasi yang dilakukan oleh para pelaku bisa biasanya psikopat itu dalam rangka menghilangkan jejak . Dan bisa saja terjadi dari bentuk namanya opensif mutilasi kalau tujuannya adalah untuk tujuan-tujuan seks ya," jelas Erianjoni.
Sekretaris UNP itu juga menyebut, kasus Wanda adalah femisida. Kasus seperti ini disebut paling sering terjadi terhadap orang-orang terdekat.
"Ada yang menyebutnya dengan femisida ini, pembunuhan yang dilakukan oleh laki-laki pada perempuan ya dalam perspektif gender ini ya. Dan memang benar ya kalau kita lihat di dalam kasus-kasus mutilasi itu paling banyak memang dilakukan oleh orang-orang terdekat. Nah orang-orang terdekat itu diantaranya adalah pacar, teman, bawahan ya dalam hubungan ekonomi atasan bawahan, dan bisa saja tetangga ini," katanya lagi.
SJ alias Wanda diamankan setelah potongan demi potongan tubuh yang ditemukan warga, teridentifikasi sebagai Septia Adinda.
Kepada polisi, tersangka membuat pengakuan mengejutkan. Ia ternyata juga telah membunuh dua gadis lainnya tahun 2024 silam. Jasad kedua korban dimasukkan sumur dalam rumah yang ditinggalinya bersama ibu dan adik kakaknya.(dts)
Posmetro Medan, Labuhanbatu Nama RS alias Kojek bandar narkoba di wilayah Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, santer dikenal kebal
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita resmi melantik Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (M
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labura Lakimin Sihotang (46), warga Dusun Harian Timur, Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Ut
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Baru PBSI Sumut Siap Lahirkan Generasi Emas Bulu TangkisPengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (P
Sport 2 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemko Medan terus memperkuat peran Satpol PP, Damkarmart, dan Satlinmas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan
Medan 2 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Olahraga menembak dinilai bukan sekadar mengasah kemampuan fisik, tetapi juga melatih fokus, ketenangan, konsentrasi,
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara menyebut Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Sumut sebagai salah satu U
Medan 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Semangat dan antusiasme ribuan atlet muda mewarnai pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Medan Tahun 2026 di
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution geram usai seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Biro Perek
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution mengaku menolak menandatangani sejumlah pengajuan proyek dari
Medan 3 jam lalu