Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke-81 Berlangsung Khidmat
Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke81 Berlangsung Khidmat.
Sumut 32 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta– Kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya terungkap.
Seorang perempuan berinisial Yanti (34) bersama ayahnya, Cahya (53), diduga membunuh, memutilasi, dan membakar jasad ibu kandung Yanti, Lilis (51), serta anak kandung Yanti (cucu Cahya) yang masih berusia tiga tahun. Aksi keji tersebut terjadi pada 21 April 2025.
Peristiwa itu baru terungkap pada awal Mei 2025 setelah warga menemukan tengkorak dan sejumlah potongan kerangka manusia di beberapa titik berbeda di Desa Cibanteng.
Baca Juga:
Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian yang kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga mengarah kepada Yanti dan Cahya sebagai pelaku.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pembunuhan terhadap Lilis diduga telah direncanakan. Setelah menghabisi nyawa korban, Yanti dan Cahya memutilasi jasad Lilis sebelum membakarnya dengan tujuan menghilangkan barang bukti dan menyulitkan proses identifikasi.
Baca Juga:
Tragedi tersebut semakin memilukan karena anak kandung Yanti yang masih berusia tiga tahun juga menjadi korban. Menurut hasil penyidikan, balita itu terus menangis saat aksi pembunuhan terhadap Lilis berlangsung.
Yanti diduga khawatir suara tangisan anaknya akan menarik perhatian warga sekitar. Karena alasan itu, ia diduga menyekap anaknya hingga meninggal dunia. Setelah itu, jasad balita tersebut juga dimutilasi dan dibakar untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Saat diamankan polisi, Yanti dan Cahya sempat mengaku melakukan aksi tersebut setelah mendapat bisikan gaib. Namun, penyidik kemudian menemukan fakta berbeda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif utama pembunuhan diduga karena Yanti ingin menguasai harta benda milik Lilis.
Polisi menyatakan pengakuan mengenai bisikan gaib tidak didukung bukti yang mengarah pada motif tersebut. Hasil penyidikan justru menguatkan dugaan bahwa pembunuhan dilakukan dengan motif ekonomi, yakni untuk menguasai aset korban.
Kasus ini sempat menyita perhatian publik karena tingkat kekejaman pelaku yang tidak hanya menghilangkan nyawa ibu kandung sendiri, tetapi juga anak kandungnya yang masih balita.
Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke81 Berlangsung Khidmat.
Sumut 32 menit lalu
Bayi di NTT Lahir Saat Gempa, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora.
Viral 47 menit lalu
Resmi Diumumkan, Berikut Susunan Lengkap Pejabat Utama dan 17 Kapolsek Baru Polres Simalungun.
Sumut satu jam lalu
Bebaskan Biaya Kirim, PELNI Buka Posko Logistik Bantuan Korban Gempa NTT.
Inter-Nasional satu jam lalu
Reskrim Polsek Bandar Huluan Ungkap Pencurian 34 Tabung Gas, Dua Pelaku Diamankan.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Sumatera Utara menyambut baik keputusan DPP PAN yang menunjuk Dudy Purwagandhi s
Politik 2 jam lalu
Wakapolres, Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres Dairi Berganti, Kapolres Tekankan Pengabdian dan Tantangan Tugas.
Sumut 2 jam lalu
Polri memperkuat penanganan terdampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Inter-Nasional 2 jam lalu
Wali Kota Wesly dan Forkopimda Serahkan Hadiah kepada Pemenang Fun Run dan Pekan Olahraga Merah Putih.
Sumut 2 jam lalu
Megawati Soekarnoputri Tercatat 2 Kali tak Hadiri Sidang Tahunan MPR.
Inter-Nasional 3 jam lalu