Kamis, 02 Juli 2026

Ngeri..! Ayah dan Anak Tega Bunuh Ibu Kandung serta Balita, Korban Dimutilasi dan Dibakar Demi Kuasai Harta

Faliruddin Lubis - Kamis, 02 Juli 2026 12:57 WIB
Ngeri..! Ayah dan Anak Tega Bunuh Ibu Kandung serta Balita, Korban Dimutilasi dan Dibakar Demi Kuasai Harta
IST
Kedua tersangka Yanti dan ayahnya Cahya.

POSMETRO MEDAN,Jakarta– Kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Seorang perempuan berinisial Yanti (34) bersama ayahnya, Cahya (53), diduga membunuh, memutilasi, dan membakar jasad ibu kandung Yanti, Lilis (51), serta anak kandung Yanti (cucu Cahya) yang masih berusia tiga tahun. Aksi keji tersebut terjadi pada 21 April 2025.

Peristiwa itu baru terungkap pada awal Mei 2025 setelah warga menemukan tengkorak dan sejumlah potongan kerangka manusia di beberapa titik berbeda di Desa Cibanteng.

Baca Juga:

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian yang kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga mengarah kepada Yanti dan Cahya sebagai pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pembunuhan terhadap Lilis diduga telah direncanakan. Setelah menghabisi nyawa korban, Yanti dan Cahya memutilasi jasad Lilis sebelum membakarnya dengan tujuan menghilangkan barang bukti dan menyulitkan proses identifikasi.

Baca Juga:

Tragedi tersebut semakin memilukan karena anak kandung Yanti yang masih berusia tiga tahun juga menjadi korban. Menurut hasil penyidikan, balita itu terus menangis saat aksi pembunuhan terhadap Lilis berlangsung.

Yanti diduga khawatir suara tangisan anaknya akan menarik perhatian warga sekitar. Karena alasan itu, ia diduga menyekap anaknya hingga meninggal dunia. Setelah itu, jasad balita tersebut juga dimutilasi dan dibakar untuk menghilangkan jejak kejahatan.

Saat diamankan polisi, Yanti dan Cahya sempat mengaku melakukan aksi tersebut setelah mendapat bisikan gaib. Namun, penyidik kemudian menemukan fakta berbeda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif utama pembunuhan diduga karena Yanti ingin menguasai harta benda milik Lilis.

Polisi menyatakan pengakuan mengenai bisikan gaib tidak didukung bukti yang mengarah pada motif tersebut. Hasil penyidikan justru menguatkan dugaan bahwa pembunuhan dilakukan dengan motif ekonomi, yakni untuk menguasai aset korban.

Kasus ini sempat menyita perhatian publik karena tingkat kekejaman pelaku yang tidak hanya menghilangkan nyawa ibu kandung sendiri, tetapi juga anak kandungnya yang masih balita.

Aparat kepolisian terus melengkapi berkas perkara dan menjerat kedua tersangka dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana serta tindak pidana lain yang berkaitan dengan upaya menghilangkan barang bukti.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu kasus pembunuhan keluarga yang paling menggemparkan pada 2025 dan menjadi pengingat akan pentingnya penanganan persoalan keluarga, konflik ekonomi, serta kesehatan mental secara dini guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

Berdasarkan informasi terbaru, Polisi menetapkan Yanti dan ayahnya Cahya sebagai tersangka pembunuhan terhadap Lilis serta anak Yanti yang masih berusia tiga tahun.

Hasil penyidikan menyebut motif utama pembunuhan adalah dendam, persoalan ekonomi, dan penguasaan harta korban, sementara pengakuan awal mengenai bisikan gaib tidak menjadi dasar penyidik dalam mengungkap motif perkara.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, ketentuan dalam UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, serta UU Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.(BBS)

Tags
beritaTerkait
Polres Tapanuli Tengah Syukuran '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat'
Rumah Dibobol Saat Rawat Anak di Rumah Sakit, Korban Pencurian Terima Bantuan Langsung dari Kapolrestabes Medan
Inspeksi Mendadak Di Kejari Belawan, Kajati Sumut Ingin Pastikan Kondisi Kinerja Jajaran
Bea Cukai Teluk Nibung Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp1 Miliar, Didominasi Ballpress dan Rokok Ilegal
FIP Unimed Perkuat  Pengelolaan Taman Baca Rumber Anak Muslim untuk Tingkatkan Literasi dan Karakter Anak
Musim Liburan, 600 Relawan MBG di Tapsel Terpaksa 'Dirumahkan'
komentar
beritaTerbaru