Selasa, 04 Agustus 2026

Kenal Lewat Aplikasi Kencan Sejenis, Eh...Malah Kena Rampok, 1 Pelaku Didor Tim JCS dan Resmob

Faliruddin Lubis - Selasa, 04 Agustus 2026 21:40 WIB
Kenal Lewat Aplikasi Kencan Sejenis, Eh...Malah Kena Rampok, 1 Pelaku Didor Tim JCS dan Resmob
Adam Wizard
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, saat konferensi pers pengungkapan kasus.

POSMETRO MEDAN, Medan-Tim Khusus JCS dan Resmob Polrestabes Medan mengamankan dua pria yang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan modus mengajak korban bertemu melalui aplikasikencan Grindr.

Para pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengumpan korban melalui aplikasi kencan sesama jenis, Grindr, sebelum akhirnya memeras dan menganiaya korban di sebuah rumah sewaan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, menjelaskan bahwa tindak pidana tersebut terjadi di kawasan Jalan Pimpinan, Medan.

Baca Juga:

"Kejadiannya ada di Jalan Pimpinan. Aplikasi yang digunakan pelaku adalah Grindr, yaitu aplikasi kencan untuk sesama jenis," ujar AKBP Adrian Risky Lubis kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

Adrian mengungkapkan, hingga saat ini pihak kepolisian telah mengamankan dua orang tersangka yang diduga kuat menjadi bagian dari sindikat pemerasan dan penganiayaan tersebut.

Baca Juga:

"Untuk tersangka, sementara yang sudah kita amankan ada dua orang," tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyewa rumah secara berpindah-pindah untuk mengaburkan jejak. Mereka memanfaatkan aplikasi Grindr untuk mencari calon korban yang diajak bertemu dengan dalih kencan.

Setelah korban terpancing dan mendatangi lokasi rumah sewaan, korban diajak masuk ke dalam kamar. Pelaku kemudian menciptakan suasana seolah-olah aman dengan memutar musik agar korban merasa nyaman.

Namun, tidak berselang lama saat korban lengah, anggota sindikat lainnya tiba-tiba menggerebek lokasi tersebut. Pihak kepolisian menyebut aksi penggerebekan itu sengaja direkayasa oleh para pelaku.

"Ada yang berperan seolah-olah menjadi warga lokal, ada juga yang menyamar sebagai aparat. Di situ mereka melakukan tindakan kekerasan, menganiaya korban, lalu merampas seluruh barang berharga milik korban," pungkas Adrian.

Kasus ini bermula ketika korban datang ke sebuah rumah di kawasan Jalan Pimpinan, Gang Mawar, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Kamis (30/7/2026), untuk bertemu dengan seseorang yang dikenalnya melalui aplikasi tersebut.

Setibanya di lokasi, korban diduga dihadang oleh sejumlah orang yang kemudian menuduhnya melakukan tindak pidana tanpa menunjukkan bukti.

Korban juga diduga diintimidasi, dianiaya, serta kehilangan telepon genggam dan uang tunai. Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap dua terduga pelaku berinisial WP (28) dan S (31).

Saat pengembangan, salah satu terduga pelaku dilaporkan berusaha melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur sesuai prosedur.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga kelompok tersebut telah melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi di Kota Medan.

Dugaan tersebut masih terus didalami, termasuk kemungkinan adanya puluhan tempat kejadian perkara serta keterlibatan pelaku lain yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Saat ini kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polrestabes Medan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidikan masih berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dengan modus serupa agar segera melapor.(DAM)

Tags
beritaTerkait
Maling Makin Merajalela di Balige, 2 Pekan, 4 Unit Rumah Dibobol
ABG di Bilah Hilir Diciduk jadi Pengedar, Polres Labuhanbatu Amankan Barbut 94,41 Gram Sabu
Baru 3 Bulan Ngedar Cimeng Terciduk, Barbutnya Disimpan di Pohon Bambu
HW Helen's Night Mart Medan Digerebek, Pod Getar Disita dan Lokasi Disegel Polrestabes Medan
Dari Tempat Main Game, Berubah Jadi Sarang Narkoba, Warnet Jadi Lokasi Transaksi Digulung Polisi
Satresnarkoba Polrestabes dan Polsek Medan Baru Ungkap Gudang Penyimpanan 5 Kg Sabu Jaringan 3 Negara
komentar
beritaTerbaru