Kisruh Tender Jalan Nias Utara : Panitia & PT ARB Saling Sanggah Soal Jawaban Sanggah
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Asahan -- Kasus pembacokan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya di Kabupaten Asahan, Sumut, mulai terungkap. Meski belum dikonfrontir kepada korban, namun penyebab Agus membacok istrinya Pitria Ningsih beberapa hari lalu sudah diketahui.
Polres Asahan melalui Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ghulam Yanuar SIK akhirnya buka suara terkait penganiayaan yang dilakukan Agus terhadap istrinya itu.
Ditemui di ruangannya, Ghulam mengungkapkan, dari pengakuan pelaku, penganiayaan itu dilakukan secara spontan usai melihat chat di HP korban.
Baca Juga:
Dimana dalam chat itu, seorang pria, tersimpan dengan kontak Fikri, diduga selingkuhan korban mengirim pesan bernada mesra, memanggil dengan kata sayang.
"Berawal dari situ, cemburu lah. Pengakuan pelaku istrinya diduga melakukan perselingkuhan, sehingga terjadi tindak pidana. Pelaku langsung mengambil pisau di dapur dan melakukan penganiayaan di bagian kepala sebanyak 8 kali," ungkap Ghulam.
Dibeberkan Ghulam, antara pelaku dan korban sudah pisah rumah sejak 3 minggu terakhir dan saat kejadian pelaku bermaksud menjemput anaknya.
"Pelaku kita sangkakan Pasal 338 Jo pasal 53 dengan subsider dan Pasal 44 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2024," katanya.
Pada wartawan, pelaku, Agus mengaku kejadian bermula saat dirinya hendak menjemput anak-anaknya yang dibawa oleh korban ke rumah kontrakan sembari hendak mengambil ponsel milik korban yang dibelinya.
Namun, sesampainya di lokasi, korban yang melihat kedatangan pelaku langsung lari dan menutup pintu rumah. Karena merasa tidak diterima, pelaku langsung mendobrak rumah dan terjadi cekcok.
"Cekcoknya gara-gara saat itu saya ngambil handphonenya, di situ ada pesan dari seorang pria bernama Fikri mengirimi dia pesan dengan panggilan mesra. Ga lama itu, laki-laki itu nelfon dia, ga diangkat dan ada pesan bernada mesra yang membuat saya khilaf," aku Agus di awal.
Lanjut pria yang menjabat Kepala Dusun ini, korban yang tak terima ponselnya diambil melakukan perlawanan sehingga cekcok sampai ke dapur.
"Saya sudah hilang kesadaran dan terbawa emosi. Kami awalnya tinggal di kampung bersama orangtua saya. Tapi orangtua saya digaduhi (berkelahi), kami pindah. Di saat pindah, dia selingkuh, ngaku dan nangis. Kali ini dia selingkuh lagi. Sudah tiga kali saya diselingkuhi," ucapnya dengan nada suara tertahan.
Dirinya juga mengaku menyesal dan sampai saat ini masih memikirkan keadaan anak-anaknya yang masih berusia lima dan tiga tahun.
"Saya menyesal kenapa itu bisa terjadi, niat saya awalnya cuma mau jemput anak saya. Ternyata diberikan ke ibunya di Rantau Prapat tanpa sepengetahuan saya. Saya mau jemput mereka karena mau sekolah, dan semalam sudah saya jemput untuk sekolah," akunya tertunduk.
Sementara itu, Sekretaris Desa Tanjung Asri Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan, Supriadi mengatakan, pelaku dalam kesehariannya dikenal pribadi yang baik dan taat ibadah.
"Sepengetahuanku baik. Asal kami rapat, gitu azan dia langsung keluar, sholat. Memang pernah dengar istrinya selingkuh dan gak cocok sama keluarga besar si Agus. Kalau istrinya gak terlalu kenal, kurang bersosialisasi walaupun suaminya Kadus. Udah pisah rumah terakhir ini. Waktu nikah dulu pestanya di Damuli, jadi bukan orang kampung kami," beber Supriadi dari seberang telepon, (16/07/25) siang.
Diberitakan sebelumnya, Agus tega menganiaya istrinya, Pitria Ningsih, Minggu (13/07/25) dini hari lalu, di Perumahan Via Permai 4, Kelurahan Siumbut Baru Kecamatan Kisaran Timur, Asahan.
Saat itu warga komplek mendapati korban bersimbah darah terbaring di dekat pagar rumahnya. Akibat kejadian itu, korban kritis hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Medan.
(gon)
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menggelar Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan di Aula
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rumah Zakat imeresmikan masjid yang telah dibangun di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapan
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Achiruddin Hasibuan membantah melakukan pemukulan terhadap warga bernama Fauzi di Jalan Guru Sinumba, Medan Helvetia
Peristiwa 10 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kesempatan kerja bagi masyarakat terus menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Melalui berbagai
Medan 11 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, mendampingi Wali
Medan 11 jam lalu
Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M. adalah seorang tokoh masyarakat, pengusaha, dan politisi senior asal Sumatera Utara .
Profil 14 jam lalu
Polres Labuhanbatu mengamankan seoramg pria terduga pemgedar sabu.
Kriminal 14 jam lalu
Pencuri peralatan kerja di Homestay Gastro berakhir damai, korban sepakat cabut tuntutan.
Sumut 15 jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi mendorong Business Matching SPPG dan pelaku usaha jadi wadah koordinasi.
Sumut 16 jam lalu