Cetak Gol Lagi, Lionel Messi Makin Tak Terkejar Perebutan Top Skor
Lionel Messi Makin Tak Terkejar! Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Berubah, Erling Haaland dan Kylian Mbappe Tertinggal.
Sport 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN - Ibu mana yang tidak menangis dan hancur hatinya saat mendapatkan anak menjadi korban penganiayaan. Apalagi, para pelaku bertindak sadis dan memiliki belas kasih meski korban menjerit dan mohon ampun karena kesakitan!
Cerita Tiur Marisi boru Simaremare (51), kepada kepada Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Ganda Maruhum Napitupulu, SH, MH, Kamis (02/10/2025) pagi di Medan, sangat tidak menyangka anaknya, Ryanvaldo Joshua Tambunan, menjadi korban penganiayaan.
Baca Juga:
Ryanvaldo Joshua, pemuda lajang kelahiran Medan 26 tahun lalu ini, seperti biasa, tetap menjalankan profesinya sebagai supir bus Almasar. Namun tanpa diduga, setibanya korban di terminal bus Almasar, Kabanjahe, sekitar pukul 09.00 WIB, saat akan melapor ke loket, korban dipepet seseorang yang diduga bernama Robi Sitepu. Korban langsung dipaksa untuk masuk ke dalam mobil mini bus merk Toyota Avanza.
Baca Juga:
Saat korban dipaksa masuk ke dalam mobil tersebut, korban melihat telah ada
seorang lelaki yang disebut adalah ayah Rahel. Lelaki paruh baya itu diduga
merupakan bapak dari teman wanita korban yang bernama Rahel.
Tiur Marisi boru Simaremare menuturkan, anaknya Ryanvaldo Joshua bertengkar dengan pacarnya yang bernama Rahel Sitepu.
Disebutnya, Rahel adalah seorang mahasiswi di Poltekis Medan. Ibunda korban
juga menyebut, memang sebelumnya korban ada mengirim pesan melalui WA kepada
pacarnya itu berupa makian serta ancaman.(red)
Lebih lanjut dalam pengungkapannya, ibunda korban menyebutkan, selepas dari
terminal bus Almasar, Kabanjahe, mobil yang digunakan untuk menculik korban,
dikemudikan oleh ayah Rahel. Di dalam mobil, korban ditanyai sambil dipukuli
oleh Robi Sitepu dan dibawa ke kolam pancing Tasima, Kabanjahe.
"Sesampainya di kolam pancing, korban langsung dicekik dan hempaskan ke tanah
oleh Robi Sitepu. Kemudian ayah Rahel dan Robi Sitepu mengambil bambu dan
selang dari dalam mobil yang digunakan untuk menyiksa korban. Selanjutnya
datang seorang yang dikenal bulang Rahel turut juga memukuli korban," beber
Tiur.
Ibunda korban, Tiur Simaremare juga membeberkan bahwa handphone (HP), KTP, dan
SIM milik korban, juga dirampas oleh ayah Rahel. Dia meminta pasword dan
membaca isi chat WA korban kepada Rahel untuk kemudian kembali memukuli korban.
"Meski korban telah meminta ampun kepada para pelaku, namun korban tetap
dipukuli," beber Tiur lagi.
Selanjutnya korban dibawa kembali ke loket Almasar dan sesampainya di loket
tersebut, mandor Almasar yang bernama Andri Ginting, ikut memukul sambil
merampas uang setoran sebesar 200 ribu dari kantong celana korban.
"Anak saya kembali dibawa menggunakan mobil Avanza itu melewati kolam Tasima.
Sepanjang perjalanan korban masih dipukuli. Dan di dalam mobil ayah Rahel
mengatakan kepada korban, kau kalau nggak mati, maka akan kubuang ke jurang,"
ungkap Tiur menirukan ucapan Andri Ginting.
Kemudian mobil masuk ke loket bus Sutra di Kabanjahe. Korban dibawa ke belakang
loket Sutra dan tetap mendapatkan pemukulan. Ayah Rahel mengambil balok dan
memukul kepala korban serta tangan korban yang mengakibatkan tangan korban
patah tulang.
"Setelah anak saya tergeletak tak berdaya, datanglah tiga orang dimana dua
orang berpakaian polisi dan satu orang pakaian sipil. Seorang polisi yg diduga
bernama Aipda Tarigan mengangkat korban ke dalam mobil polisi dan membawa ke
rumah sakit.
Saat dibopong, anak saya melihat polisi ada berkomunikasi dengan para pelaku. Di dalam mobil, anak saya mendengar Aipda Tarigan berbicara dengan komandannya melalui HP menanyakan apakah mau dibawa ke Polres atau ke rumahsakit. Lalu korban dibawa ke rumah sakit," ungkap ibu korban, Tiur
Simaremare.
Dijelaskan Tiur kalau saat ini anaknya sedang dirawat di RS Kabanjahe dengan
kondisi luka serius. Dan tindak penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Mapolres
Tanah Karo dengan STTPL/B/444/X/2025/SPKT/Polres Tanah Karo/Polda Sumut yang
ditandatangani Venetra Sanwelpry Tarigan. (*)
Lionel Messi Makin Tak Terkejar! Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Berubah, Erling Haaland dan Kylian Mbappe Tertinggal.
Sport 8 jam lalu
Hasil Moto3 Belanda 2026 Maximo Quiles Jadi Pemenang, Veda Ega Crash
Sport 8 jam lalu
Hasil MotoGP Belanda 2026 Ai Ogura Juara.
Sport 9 jam lalu
3 Komplotan Pencuri Motor Modus Pesan Hotel di Medan Diringkus, 1 Remaja Wanita
Kriminal 9 jam lalu
Wakapolda Sulsel Tinjau Satkamling Sipakainga di Gowa, Apresiasi Peran Warga Jaga Kamtibmas.
Inter-Nasional 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sikap pejabat publik dalam merespons kritik dan pemberitaan kembali menjadi perhatian. Founder Ethics of Care, Far
Editorial 11 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai DPC PDI Perjuangan Kota Binjai menggelar Musyawarah Cabang SeKota Binjai serta Pendidikan Politik Bagi Pengurus A
Politik 14 jam lalu
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 18 jam lalu
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan NilaiNilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke80.
Medan 18 jam lalu
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 22 jam lalu