Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN-Kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur hingga kini masih menyisakan kejanggalan. Sebab, anak usia 12 tahun dengan begitu teganya memghunjamkan senjata tajam ke ibu kandungnya. Bahkan sampai 20 tusukan. Apakah tak ada peran orang lain dalam kasus ini?
Pengamat Kriminal Medan, Andi Yudistira angkat bicara terkait kasus yang menggemparkan Kota Medan ini. Ia memaklumi banyaknya muncul pertanyaan publik terkait kewajaran kasus ini.
"Kalau kita bicara secara logika manusia biasa, ini memang sulit diterima. Anak SD secara fisik sangat lemah dibandingkan wanita dewasa. Dalam kondisi sadar, korban seharusnya bisa melawan, berteriak, atau setidaknya melakukan pergerakan defensif," ujar Andi Yudistira.
Baca Juga:
Ia menambahkan, jumlah luka tusukan yang banyak juga menjadi indikator penting yang harus dikaji secara serius. Menurutnya, melakukan satu atau dua tusukan saja sudah membutuhkan tenaga dan keberanian, terlebih puluhan kali, yang secara psikologis dan fisik bukan hal mudah bagi anak seusia tersebut.
"Ini bukan soal menuduh siapa pun, tapi soal kejanggalan yang harus dijawab dengan pendekatan ilmiah dan forensik. Jangan hanya berhenti pada pengakuan," tegasnya.
Baca Juga:
Andi menekankan, penyelidikan harus mencakup rekonstruksi kejadian secara detail dan menyeluruh. Mulai dari posisi korban saat kejadian, jarak antara pelaku dan korban, jenis senjata tajam yang digunakan, sudut dan kedalaman luka, hingga waktu kematian korban.
Selain itu, kondisi korban sebelum kejadian juga harus diperiksa secara medis. Apakah korban dalam keadaan tertidur lelap, mengalami kelelahan ekstrem, atau kemungkinan berada dalam kondisi yang membuatnya tidak mampu memberikan respons cepat.
Lebih lanjut, Andi juga menyoroti aspek psikologis anak yang menjadi terduga pelaku. Menurutnya, pemeriksaan terhadap anak tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Anak di bawah umur sangat rentan terhadap tekanan, sugesti, dan trauma, sehingga berpotensi memberikan keterangan yang tidak sepenuhnya mencerminkan kejadian sebenarnya.
"Pemeriksaan harus dilakukan oleh penyidik yang memiliki kompetensi khusus, melibatkan psikolog anak, dan idealnya dilakukan oleh polwan. Ini penting agar keterangan yang diperoleh benar-benar valid dan tidak dipengaruhi tekanan," jelasnya.
Di tengah kebingungan publik, muncul pula spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan adanya faktor lain yang turut berperan dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, Andi mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak terjebak pada spekulasi, melainkan menjawab semua keraguan publik dengan fakta dan pembuktian hukum.
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 3 jam lalu
Abaikan Standar K3, Pembongkaran Reklame oleh Satpol PP Medan Menuai Kecaman Keras.
Medan 3 jam lalu
Biawak terjepit di sok breker dan roda depan sepeda motor yang ditunggangi emakemak.
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETROMEDAN, Galang Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, tidak semua masyarakat berada dalam kondisi yang sama. Masih banyak
Sumut 4 jam lalu
Dua Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Sumatera Utara resmi dicopot dari jabatannya setelah sempat diperiksa oleh Kejaksaan Agung.
Peristiwa 4 jam lalu
Kelurahan Sukamaju Raih Juara Umum MTQ ke59 Kecamatan Medan Johor.
Medan 4 jam lalu
Kelurahan Pulo Brayan Darat II Rebut Kembali Juara Umum MTQ ke59 Kecamatan Medan Timur.
Medan 4 jam lalu
Sebuah pesawat milik PT Smart Air Aviation menjadi sasaran penembakan di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026)
Inter-Nasional 4 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Warga Jalan Bilal Komplek Prima No B9, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Selasa (10/2/2026) pag
Peristiwa 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Bapenda Sumut (Badan Pendapatan Daerah Sumatera Utara) tahun 2025 membukukan pendapatan sebesar Rp5.062.093.148.068.
Sumut 5 jam lalu