Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar
Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar.
Sumut 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Kematian Nur Sri Wulandari Lubis yang diduga dibunuh oleh suaminya sendiri masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Hingga kini, anak korban yang baru berusia lima tahun kerap mencari keberadaan sang ibu, tanpa memahami bahwa ibunya telah tiada.
Kesedihan itu disampaikan salah seorang keluarga korban, Fatimah Hani. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal keluarga sudah menaruh kecurigaan atas kematian Nur Sri Wulandari Lubis karena dinilai tidak wajar. Menurutnya, korban tidak pernah mengeluhkan sakit sebelum meninggal dunia.
"Anaknya masih umur lima tahun, sampai sekarang masih nyari bundanya. Dari awal kami memang curiga kematiannya nggak wajar. Nggak ada tanda-tanda sakit sama sekali," ujar Fatimah, Minggu (28/12/2025).
Baca Juga:
Fatimah juga menyebut adanya kejadian yang semakin menguatkan kecurigaan keluarga. Ia mengaku ada salah seorang kerabat yang diduga kerasukan dan menyampaikan bahwa Nur Sri Wulandari dibunuh oleh suaminya.
"Kami makin curiga karena ada keluarga yang kemasukan, katanya ruh korban. Dia bilang korban dibunuh sama suaminya," tuturnya.
Baca Juga:
Dijelaskan Fatimah, komunikasi antara korban dan keluarganya masih berjalan normal hingga Kamis malam (30/10/2025). Sekitar pukul 22.00 WIB, Nur Sri Wulandari bahkan sempat melakukan panggilan video dengan ibunya, Siti Amnah.
"Malam jam 10 masih video call sama mamaknya. Nggak ada tanda-tanda apa pun. Tapi paginya mamak dikabari sama Asrizal kalau anaknya nggak bangun dari tidur," jelasnya.
Terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga, Fatimah mengaku keluarga tidak mengetahui secara pasti apakah korban pernah mengalami penganiayaan fisik. Namun, mereka mengetahui bahwa Nur Sri Wulandari kerap dikurung di dalam rumah oleh suaminya.
"Kalau dipukuli kami nggak tau. Tapi yang jelas dia sering dikurung di rumah. Kami tau itu, tapi nggak bisa berbuat apa-apa karena itu rumah tangga mereka. Dia juga nggak mau cerita," ujarnya.
Hal senada disampaikan ibu korban, Siti Amnah. Ia mengatakan anaknya dikenal sebagai istri yang taat dan patuh kepada suaminya. Meski sering dikurung, korban jarang mengeluh dan memilih memendam semuanya sendiri.
"Waktu sempat dibuat surat perjanjian itu, dia nggak dikurung. Tapi cuma beberapa hari. Habis itu dikurung lagi. Saya tanya sama anak saya, dia bilang nggak apa-apa, Mak. Di rumah enak, cuma masak, makan, tidur, dan ngurus rumah saja," tutur Siti Amnah dengan suara bergetar.
Siti Amnah juga mengungkapkan keseharian anaknya yang penuh pengabdian kepada suami. Bahkan, korban kerap terlihat menyuapi suaminya saat makan. Hal itu membuat keluarga tak pernah menyangka bahwa Asrizal tega menghabisi nyawa istrinya sendiri.
"Kalau makan pun sering kulihat disuapi anakku. Makanya kejam kali dia buat sama anakku," ucap Siti Amnah sambil menangis.(DAM/MS)
Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri dan Tinjau Gebyar IVA Test Kota Pematangsiantar.
Sumut 9 menit lalu
Personel Polres Karo Berduka, Dua Bhayangkara Berpulang. Jonsen Sitanggang dan Ferdinand Sembiring
Sumut 24 menit lalu
Bursa Transfer Musim Panas, Juventus Bidik Kiper Unai Simon.
Sport 28 menit lalu
Kepala Regional SPPG Tengku Agung Kurniawan Diperiksa Kejatisu, Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur MBG.
Sumut 48 menit lalu
Wali Kota Tanjungbalai Tegaskan Tidak Ada Larangan Berjualan, Jaga Kebersihan dan Estetika Kawasan Sekitar
Sumut 54 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., secara resmi mengukuhkan 10.046 mahasi
Medan 58 menit lalu
Pembalap Nasional Fitra Eri Respons Kapolda Sulut Pembalap di Ajang Resmi Tak Bisa Disalahkan atas Kelalaian Mengemudi.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan negara Rp 622 miliar atas kasus korupsi pengelolaan kuo
Inter-Nasional satu jam lalu
Sat Narkoba Polres Binjai Tangkap Cewek Pelaku Pod Getar.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Dua siswa MTsN Toba Samosir, Anggun Octaviani Prabowo dan Hafizur Rahman, turut menjadi bagian dari kontingen Kabupa
Sumut 2 jam lalu