Semarak HUT GRIB ke 15, Hercules 'Goncang' Istora Senayan, DPC Kota Medan Sabet Penghargaan Terbaik
Semarak HUT GRIB ke 15, Hercules &039Goncang&039 Istora Senayan, DPC Kota Medan Sabet Penghargaan Terbaik.
Medan 44 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Mojokerto - Satuan (43) mengaku menyesal setelah membunuh ibu mertua dan melukai istrinya di Mojokerto. Namun, yang membuat badut penjual balon ini susah tidur adalah kepikiran anak balitanya.
"Menyesal pasti menyesal. Yang bikin tidak bisa tidur karena kepikiran anak saya yang kecil terus," ujar Satuan saat ngobrol hangat dengan Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata.
Perbincangan santai Satuan dengan Andi di lobi Mapolres Mojokerto pada Kamis (7/5) sore. Badut penjual balon ini mengizinkan semua ceritanya direkam awak media untuk dipublikasikan.
Baca Juga:
Ia lantas mengungkapkan unek-uneknya terkait anak. Menurut Satuan, tidak mudah mengasuh anak balitanya. Sebab sang anak kerap rewel apabila keinginannya tidak dipenuhi. Di sisi lain, ia tidak percaya dengan istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35).
Menurutnya Yuni jarang mau mengasuh anak balitanya dengan dalih kerja lembur. Ibu dua anak ini bersedia mengasuh dengan syarat Satuan memenuhi semua kebutuhannya. Mulai dari uang belanja, sekolah anak, hingga perawatan.
Baca Juga:
"Apalagi anak saya itu susah, tidak semua orang bisa momong. Kalau istri saya kasar sama anak," terangnya.
Satuan menikah dengan Yuni tahun 2020. Saat itu ia dan Yuni sama-sama berstatus duda dan janda. Buah pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 2 anak. Namun, salah satu anak mereka telah tiada.
Sedangkan Yuni awalnya janda dengan seorang anak. Karena suami pertamanya meninggal dunia. Praktis saat ini, pasutri Satuan dan Yuni mempunyai 2 anak, yaitu anak pertama kelas 2 SMP, anak kedua berusia 3,5 tahun.
Ketika disinggung terkait nasib anak balitanya, Satuan kembali menyebut dirinya tidak bisa tidur selama di Rutan Polres Mojokerto. Karena ia terus kepikiran anaknya yang baru genap berusia 4 tahun November nanti.
"Tidak bisa tidur kepikiran anak terus. Menyesal pasti menyesal. Kalau sama yang meninggal saya enggak mikir, mikirin anak. Mertua saya kalau ngomong juga kasar," jelasnya.
Keluarga kecil ini sempat tinggal serumah dengan ibu kandung Yuni, Siti Arofah (53) di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto. Mereka lantas mengontrak rumah sekitar 8 bulan lalu karena hubungan Satuan dengan ibu mertuanya tak harmonis.
Dari sudut pandang Satuan, ia merasa tidak dihargai sebagai menantu. Karena penghasilannya yang pas-pasan sebagai badut sambil jualan balon dan mainan anak. Namun, ia menegaskan motifnya menghabisi Siti karena panik saat kepergok menganiaya istrinya.
"Spontan pak, iya (panik). Karena mertua datang makanya saya langsung ambil pisau di dapur," ungkapnya.
Rumah kontrakan yang menjadi saksi bisu kekejaman Satuan ini hanya sekitar 15 meter di sebelah barat rumah Siti. Belakangan, Satuan dan Yuni pisah ranjang. Mereka tinggal di rumah orang tua masing-masing yang semuanya di Dusun Sumbertempur.
Meski rumah tangganya diwarnai bergai persoalan, Satuan mengaku masih mencitai Yuni. Ia juga berpersan kepada para istri agar tidak mempermainkan suami yang tulus mencintai.
"Terhadap perempuan di luar sana supaya tidak mempermainkan laki-laki. Karena laki-laki kalau sudah tulus cinta, matipun dilakukan. (Anda cinta?) Cinta pak," ujarnya sambil menangis.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menjanjikan bantuan kepada Satuan terkait perawatan anak balitanya.
"Kepolisian juga mencoba tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga teman. Silakan nanti mungkin di dalam sampean bisa menyampaikan soal pembinaan anak. Bagaimana sebaiknya supaya nanti polres juga bisa bantu ya," ucapnya kepada Satuan.
Sebelumnya, Satuan menganiaya istrinya di rumah kontrakan Dusun Sumbertempur RT 2 RW 1 pada Rabu (6/5) sekitar pukul 08.00 WIB. Ia gelap mata karena istrinya menolak bersetubuh. Terlebih ia mencurigai istrinya mempunyai pria idaman lain.
Di tengah aksi kekerasan tersebut, Siti tiba-tiba masuk lewat pintu belakang rumah kontrakan. Sehingga Satuan panik karena perbuatannya kepergok ibu mertuanya. Sontak saja ia mengambil pisau dapur untuk membungkam Siti.
Ia menusuk perut korban 3 kali, lalu menggorok leher korban 2 kali. Sehingga Siti tewas seketika bersimbah darah. Sebelum kabur, ia juga sempat menyayat leher istrinya dengan pisau yang sama. Kemudian mengunci pintu kontrakan rapat-rapat.
Tim gabungan Unit Resmob dan Tim Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto berhasil meringkus Satuan di Asemrowo, Surabaya sekitar pukul 13.30 WIB. Penangkapan pelaku juga dibantu anggota Polsek Asemrowo.
Saat ini, Yuni masih menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Karena ibu 2 anak ini menderita luka lebam-lebam di wajah, serta luka sayatan di lehernya. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma.(detiknews)
Semarak HUT GRIB ke 15, Hercules &039Goncang&039 Istora Senayan, DPC Kota Medan Sabet Penghargaan Terbaik.
Medan 44 menit lalu
Pria yang satu ini terekam kamera CCTV melakukan pencurian dari sebelah kamar kos.
Kriminal 5 jam lalu
Sikap Resmi Persipura Usai Gagal Promosi ke Super League dan Oknum Suporter Rusuh.
Sport 6 jam lalu
Brigadir Arya Ditembak di Kepala hingga Tewas oleh Pelaku Curanmor
Peristiwa 7 jam lalu
Modus Body Wrapping, Calon Penumpang di Kualanamu Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu ke Sulawesi Tenggara.
Peristiwa 8 jam lalu
Imigrasi Cegat 80 WNI yang Nekat Haji Ilegal.
Inter-Nasional 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Beringin Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan resmi menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke59 di Lapangan E
Sumut 8 jam lalu
Tahanan Titipan Polsek Air Batu Meninggal di Lapas Labuhan Ruku, Keluarga Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan.
Peristiwa 9 jam lalu
Warga Medan Penuhi Lapangan Benteng, Rico Waas Ajak Hidup Sehat Dengan Olahraga.
Medan 9 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Semangat transformasi digital terus diperkuat di Kota Medan melalui pembukaan Medan Coding Competition 2026 di Audit
Medan 23 jam lalu