Minggu, 10 Mei 2026

Badut Penjual Balon Menyesal Bunuh Ibu Mertua, Masih Cinta Istri dan Mikirin Anak

Faliruddin Lubis - Jumat, 08 Mei 2026 18:22 WIB
Badut Penjual Balon Menyesal Bunuh Ibu Mertua, Masih Cinta Istri dan Mikirin Anak
DetikJatim
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata berbincang dengan Satuan, badut penjual balon yang membunuh ibu mertua dan melukai istrinya.

POSMETRO MEDAN,Mojokerto - Satuan (43) mengaku menyesal setelah membunuh ibu mertua dan melukai istrinya di Mojokerto. Namun, yang membuat badut penjual balon ini susah tidur adalah kepikiran anak balitanya.

"Menyesal pasti menyesal. Yang bikin tidak bisa tidur karena kepikiran anak saya yang kecil terus," ujar Satuan saat ngobrol hangat dengan Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata.

Perbincangan santai Satuan dengan Andi di lobi Mapolres Mojokerto pada Kamis (7/5) sore. Badut penjual balon ini mengizinkan semua ceritanya direkam awak media untuk dipublikasikan.

Baca Juga:

Ia lantas mengungkapkan unek-uneknya terkait anak. Menurut Satuan, tidak mudah mengasuh anak balitanya. Sebab sang anak kerap rewel apabila keinginannya tidak dipenuhi. Di sisi lain, ia tidak percaya dengan istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35).

Menurutnya Yuni jarang mau mengasuh anak balitanya dengan dalih kerja lembur. Ibu dua anak ini bersedia mengasuh dengan syarat Satuan memenuhi semua kebutuhannya. Mulai dari uang belanja, sekolah anak, hingga perawatan.

Baca Juga:

"Apalagi anak saya itu susah, tidak semua orang bisa momong. Kalau istri saya kasar sama anak," terangnya.

Satuan menikah dengan Yuni tahun 2020. Saat itu ia dan Yuni sama-sama berstatus duda dan janda. Buah pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 2 anak. Namun, salah satu anak mereka telah tiada.

Sedangkan Yuni awalnya janda dengan seorang anak. Karena suami pertamanya meninggal dunia. Praktis saat ini, pasutri Satuan dan Yuni mempunyai 2 anak, yaitu anak pertama kelas 2 SMP, anak kedua berusia 3,5 tahun.

Ketika disinggung terkait nasib anak balitanya, Satuan kembali menyebut dirinya tidak bisa tidur selama di Rutan Polres Mojokerto. Karena ia terus kepikiran anaknya yang baru genap berusia 4 tahun November nanti.

"Tidak bisa tidur kepikiran anak terus. Menyesal pasti menyesal. Kalau sama yang meninggal saya enggak mikir, mikirin anak. Mertua saya kalau ngomong juga kasar," jelasnya.

Keluarga kecil ini sempat tinggal serumah dengan ibu kandung Yuni, Siti Arofah (53) di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto. Mereka lantas mengontrak rumah sekitar 8 bulan lalu karena hubungan Satuan dengan ibu mertuanya tak harmonis.

Dari sudut pandang Satuan, ia merasa tidak dihargai sebagai menantu. Karena penghasilannya yang pas-pasan sebagai badut sambil jualan balon dan mainan anak. Namun, ia menegaskan motifnya menghabisi Siti karena panik saat kepergok menganiaya istrinya.

"Spontan pak, iya (panik). Karena mertua datang makanya saya langsung ambil pisau di dapur," ungkapnya.

Rumah kontrakan yang menjadi saksi bisu kekejaman Satuan ini hanya sekitar 15 meter di sebelah barat rumah Siti. Belakangan, Satuan dan Yuni pisah ranjang. Mereka tinggal di rumah orang tua masing-masing yang semuanya di Dusun Sumbertempur.

Meski rumah tangganya diwarnai bergai persoalan, Satuan mengaku masih mencitai Yuni. Ia juga berpersan kepada para istri agar tidak mempermainkan suami yang tulus mencintai.

"Terhadap perempuan di luar sana supaya tidak mempermainkan laki-laki. Karena laki-laki kalau sudah tulus cinta, matipun dilakukan. (Anda cinta?) Cinta pak," ujarnya sambil menangis.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menjanjikan bantuan kepada Satuan terkait perawatan anak balitanya.

"Kepolisian juga mencoba tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga teman. Silakan nanti mungkin di dalam sampean bisa menyampaikan soal pembinaan anak. Bagaimana sebaiknya supaya nanti polres juga bisa bantu ya," ucapnya kepada Satuan.

Sebelumnya, Satuan menganiaya istrinya di rumah kontrakan Dusun Sumbertempur RT 2 RW 1 pada Rabu (6/5) sekitar pukul 08.00 WIB. Ia gelap mata karena istrinya menolak bersetubuh. Terlebih ia mencurigai istrinya mempunyai pria idaman lain.

Di tengah aksi kekerasan tersebut, Siti tiba-tiba masuk lewat pintu belakang rumah kontrakan. Sehingga Satuan panik karena perbuatannya kepergok ibu mertuanya. Sontak saja ia mengambil pisau dapur untuk membungkam Siti.

Ia menusuk perut korban 3 kali, lalu menggorok leher korban 2 kali. Sehingga Siti tewas seketika bersimbah darah. Sebelum kabur, ia juga sempat menyayat leher istrinya dengan pisau yang sama. Kemudian mengunci pintu kontrakan rapat-rapat.

Tim gabungan Unit Resmob dan Tim Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto berhasil meringkus Satuan di Asemrowo, Surabaya sekitar pukul 13.30 WIB. Penangkapan pelaku juga dibantu anggota Polsek Asemrowo.

Saat ini, Yuni masih menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Karena ibu 2 anak ini menderita luka lebam-lebam di wajah, serta luka sayatan di lehernya. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma.(detiknews)

Tags
beritaTerkait
Gerak Cepat Polsek Gunung Malela Ungkap Pencurian HP Pekerja Bangunan
Ungkap Jaringan Narkoba Simalungun-Batubara, Polisi Sita 142 Gram Sabu dan Airsoft Gun
Sejumlah Perwira di Polrestabes Medan Dimutasi, Lihat Daftar Namanya
Satlantas Polres Sergai Bagikan 50 Nasi Kotak di Hari Jumat Barokah Kepada Warga dan Pengguna Jalan
Gerak Cepat Polsek Bandar Huluan Ringkus Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor, Korban Rugi Rp20 Juta
Satres Narkoba Polres Langkat Sikat Peredaran Sabu, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
komentar
beritaTerbaru