Pelaku Malang Melintas Dalam Aksi Pencurian dan Narkoba
Viral Sopir Angkot Jadi Komplotan Perampok, Teror Morina 81 Guncang Warga Medan hingga Pelaku Ditangkap di Jambi.
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Medan kembali diguncang aksi kriminal jalanan yang membuat warga takut menggunakan transportasi umum.
Bukan sekadar aksi begal biasa, kasus yang viral di media sosial ini justru membuka fakta mengejutkan: sopir angkot ikut menjadi bagian dari komplotan pelaku.
Peristiwa itu terjadi di dalam angkutan kota Morina 81 yang melintas di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Mabar, Kecamatan Medan Deli.
Baca Juga:
Video para korban perempuan yang nekat melompat dari angkot yang sedang melaju demi menyelamatkan diri langsung menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Di balik hiruk pikuk jalanan Kota Medan yang tak pernah benar-benar tidur, ketakutan itu muncul di tempat yang seharusnya menjadi sarana transportasi sehari-hari masyarakat kecil.
Baca Juga:
Angkot yang biasanya dipenuhi penumpang pulang kerja, pelajar, hingga ibu rumah tangga mendadak berubah menjadi lokasi teror di siang bolong.
Untungnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara melalui Subdit III Jatanras bersama Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut. Dua pelaku diamankan, yakni EN alias Memes alias Tatoo (44) dan SLS alias Ringo (36).
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Febryanto melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa pengungkapan kasus itu menjadi bentuk keseriusan kepolisian dalam merespons keresahan masyarakat.
"Begitu kejadian ini viral dan menimbulkan keresahan luas di masyarakat, Kapolda Sumut langsung memberikan perhatian khusus dan memerintahkan Ditreskrimum bergerak cepat mengungkap para pelaku," ujar Ferry, Jumat (15/5/2026).
Fakta paling mengejutkan muncul saat polisi mengungkap peran masing-masing pelaku. SLS alias Ringo bertindak sebagai eksekutor yang mengacungkan parang, mengancam para penumpang perempuan, merampas telepon genggam korban, hingga mendorong korban keluar dari angkot yang sedang melaju.
Sementara EN yang merupakan sopir cadangan Morina 81 diduga membantu jalannya aksi dengan mempercepat kendaraan agar teriakan korban tidak terdengar warga sekitar.
Modus itu sengaja dibuat seolah-olah sopir juga menjadi korban penyanderaan, padahal keduanya disebut telah bersekongkol sejak awal.
Di media sosial, kemarahan warga bercampur dengan sindiran khas Medan yang pedas namun menggelitik. Banyak netizen mengaku tak habis pikir angkot yang biasa mereka tumpangi kini terasa seperti "ruang jebakan berjalan".
"Dulu naik angkot takut copet, sekarang takut jadi korban begal," tulis salah satu warganet.
Ada pula komentar yang menyebut kejadian itu seperti adegan film laga versi jalanan Medan. Sebab para korban benar-benar dipaksa mengambil keputusan nekat demi menyelamatkan nyawa mereka.
Korban Julia Pratiwi mengalami luka lecet dan kehilangan satu unit handphone Samsung. Sementara Erika Hasibuan mengalami luka serius hingga patah tiga gigi setelah didorong keluar dari kendaraan.
Korban lainnya, Nova Yanti Porman Tampubolon, mengalami luka bacok di tangan kanan dan cedera kaki setelah melompat dari angkot yang masih melaju.
Bagi warga Medan, keberanian para korban melompat dari kendaraan bukan lagi sekadar aksi spontan, melainkan refleks bertahan hidup di tengah ancaman parang yang mengarah ke tubuh mereka.
Polisi bergerak cepat. EN lebih dulu ditangkap di Kabupaten Samosir pada 25 April 2026. Dari tangan tersangka, petugas menemukan handphone milik korban serta pakaian yang digunakan saat beraksi.
Perburuan kemudian berlanjut kepada SLS alias Ringo yang diketahui melarikan diri hingga ke wilayah perkebunan sawit di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut bersama personel setempat harus menempuh perjalanan panjang menuju area perkebunan yang terpencil.
"Tim melakukan pemetaan lokasi dan pengendapan semalaman sebelum akhirnya berhasil menangkap tersangka di pondok kebun sawit," kata Ferry.
Pelarian itu seakan menggambarkan betapa seriusnya aparat memburu pelaku yang telah membuat masyarakat resah. Namun drama belum selesai.
Saat proses pengembangan pencarian barang bukti parang di kawasan Mabar, tersangka SLS disebut melakukan perlawanan dan mencoba menyerang petugas untuk melarikan diri.
Polisi mengaku telah memberikan peringatan sebelum akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan tersangka.
Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku ternyata bukan orang baru dalam dunia kriminal. EN diketahui merupakan residivis kasus pencurian dan narkoba. Sedangkan SLS sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus curanmor di wilayah Medan sejak 2020.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa parang, pakaian pelaku saat beraksi, sepatu yang terekam dalam video viral, serta handphone milik korban.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras tentang tingginya keresahan masyarakat terhadap kejahatan jalanan di Kota Medan.
Di balik candaan dan komentar lucu netizen, tersimpan rasa takut yang nyata. Warga hanya ingin bisa pulang dengan selamat menggunakan transportasi umum tanpa dihantui ancaman kekerasan.
Kini kedua tersangka telah diamankan dan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman berat.
Sementara masyarakat berharap angkot kembali menjadi kendaraan umum biasa, bukan tempat yang menguji nyali para penumpangnya di tengah perjalanan.(BBS)
Viral Sopir Angkot Jadi Komplotan Perampok, Teror Morina 81 Guncang Warga Medan hingga Pelaku Ditangkap di Jambi.
Kriminal 2 jam lalu
Penembak Brigadir Anumerta Arya Supena Tewas Ditembak Polisi Saat Penggerebekan di Pesawaran
Kriminal 2 jam lalu
Cewek Pejalan Kaki Kritis Ditabrak 3 Oknum Polisi di Medan Meninggal Dunia.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan membuktikan eksistensinya sebagai pelayan masyarakat melalui aks
Medan 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Perang terhadap narkoba terus digencarkan Polda Sumut. Dalam dua hari penindakan sejak 13 Mei 2026 hingga 14 Mei 2026
Kriminal 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah memburu hingga ke pelosok perkebunan sawit di Provinsi Jambi, Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum
Kriminal 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LABUHANBATU UTARA Warga Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyampaikan apr
Kriminal 17 jam lalu
Becak Rusak di Tengah Jalan, Herman Menangis Haru Dapat Bantuan dari GRIB Jaya Medan dan Gojek Medan Peduli.
Medan 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Bayu Wicaksono, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan mahasiswi di Audito
Medan 18 jam lalu