Minggu, 29 Maret 2026

Perceraian di Indonesia Didominasi Gugatan dari Istri, Ternyata Ini Penyebabnya

Administrator - Rabu, 29 Oktober 2025 10:39 WIB
Perceraian di Indonesia Didominasi Gugatan dari Istri, Ternyata Ini Penyebabnya
Istimewa
Ilustrasi pertengkaran suami istri yang berujung perceraian.

Guru Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Khoirul Rosyadi, menyoroti berbagai faktor penyebab perceraian di Indonesia.

Menurutnya, perceraian umumnya dipicu oleh ketidaksepahaman dan konflik dalam rumah tangga yang sulit diselesaikan, serta masalah ekonomi dan ketidakstabilan finansial keluarga.

Ia juga menambahkan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik maupun psikis, kerap membuat hubungan menjadi tidak aman. "Selain itu, judi online turut menjadi faktor yang masih perlu dibuktikan lebih lanjut pengaruhnya terhadap perceraian," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/10/2025).

Terkait dominasi gugatan cerai oleh pihak istri, Rosyadi menilai kondisi tersebut mencerminkan perubahan relasi gender serta meningkatnya kesadaran dan kemandirian perempuan dalam mengambil keputusan atas kehidupannya sendiri.

Meningkatnya otonomi perempuan

Sementara itu, Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS), Drajat Tri Kartono, mengatakan isu meningkatnya tingkat perceraian menarik untuk diperhatikan, karena angkanya tergolong tinggi.

Yang lebih menarik, menurutnya, adalah semakin banyaknya gugatan perceraian yang diajukan oleh perempuan. Artinya, inisiatif untuk bercerai kini lebih sering datang dari pihak perempuan.

Drajat menjelaskan, ada berbagai faktor penyebab perceraian, mulai dari persoalan klasik seperti perselingkuhan, ketidakpercayaan (trust issue), hingga KDRT, baik yang dilakukan laki-laki maupun perempuan, atau bahkan tekanan dari keluarga besar terhadap salah satu pihak. "Yang menarik, angka perceraian juga tinggi di pedesaan," ujarnya, terpisah.

Menurut Drajat, selain faktor struktural seperti kekerasan dan perselingkuhan, ada pula perubahan sosial yang turut mendorong meningkatnya angka perceraian. Salah satu faktor penting adalah meningkatnya otonomi perempuan. Berdasarkan penelitiannya terhadap laki-laki dan perempuan, Drajat menemukan bahwa banyak perempuan kini cenderung menunda pernikahan.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru