Minggu, 29 Maret 2026

Kehadiran 5 Makanan Ini Mengubah Dunia, Picu Perbudakan hingga Kelaparan

Administrator - Selasa, 25 November 2025 13:49 WIB
Kehadiran 5 Makanan Ini Mengubah Dunia, Picu Perbudakan hingga Kelaparan
Ilustrasi
Ilustrasi kentang.

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Dunia kuliner tidak hanya dibentuk oleh kreativitas chef atau perkembangan teknologi, tetapi juga oleh sejumlah bahan pangan yang tak kalah penting. Berikut kisah di mana makanan mampu mengubah dunia.

Kehadiran beberapa bahan makanan memicu lahirnya jalur perdagangan baru, mengubah struktur ekonomi, hingga memengaruhi budaya kuliner.

Dari bahan yang mampu mengawetkan makanan sejak ribuan tahun lalu hingga komoditas yang memicu kelaparan besar dan mengubah pola konsumsi global, kelima makanan ini meninggalkan jejak dalam sejarah kuliner.

Dilansir dari Fast Food Club (24/11/2025), berikut lima tempat makan yang berperan penting dalam sejarah kuliner.

1. Garam

Sejak ribuan tahun lalu, garam tidak hanya menjadi bumbu dapur, tetapi juga fondasi penting bagi peradaban kuliner. Jauh sebelum teknologi pendinginan ditemukan, garam berperan sebagai pengawet utama yang menjaga makanan tetap aman dikonsumsi.

Nilainya begitu tinggi sehingga menjadi komoditas dagang yang membentuk kota, jalur perdagangan, hingga kekuasaan politik. Bahkan, istilah "gaji" berasal dari kata Latin salarium, karena tentara Romawi pada masa tertentu menerima bayaran dalam bentuk garam.

Bukti awal pemanfaatannya tercatat pada 6050 SM, ketika berbagai peradaban menggunakannya untuk kebutuhan pangan, ritual, dan perdagangan. Peradaban Mesir, Mesopotamia, hingga China mengembangkan teknik produksi garam sendiri, membuktikan betapa krusialnya bahan makanan ini bagi kehidupan manusia sepanjang sejarah.

2. Kentang

Kentang yang kini menjadi hidangan umum di seluruh dunia sebenarnya memiliki perjalanan panjang dari tanah asalnya di Pegunungan Andes. Masyarakat Inca telah membudidayakannya sekitar 10.000 tahun lalu dan mengandalkannya sebagai sumber pangan utama.

Halaman:
Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru