Minggu, 29 Maret 2026

Kehadiran 5 Makanan Ini Mengubah Dunia, Picu Perbudakan hingga Kelaparan

Administrator - Selasa, 25 November 2025 13:49 WIB
Kehadiran 5 Makanan Ini Mengubah Dunia, Picu Perbudakan hingga Kelaparan
Ilustrasi
Ilustrasi kentang.

Setelah bangsa Spanyol membawanya ke Eropa pada abad ke-16, kentang sempat diragukan karena berasal dari keluarga tanaman beracun. Namun kemampuannya tumbuh di tanah kering dan kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikannya penyokong pertumbuhan populasi dan revolusi industri.

Ketergantungan berlebih di Irlandia bahkan memicu kelaparan besar pada 1840-an saat penyakit tanaman menghancurkan panen kentang. Meski demikian, kentang kini menjadi salah satu tanaman pangan paling berpengaruh dalam sejarah modern.

3. Gula

Sama seperti garam, gula menyimpan sejarah panjang yang tidak selalu manis. Tebu pertama kali didomestikasi di Papua Nugini sekitar 8000 SM sebelum menyebar ke India dan China. Di India, teknik pemurnian gula menjadi kristal berkembang sekitar abad ke-4, menjadikan gula komoditas berharga yang mudah diperdagangkan.

Melalui jalur perdagangan Arab dan Mediterania, gula akhirnya masuk ke Eropa dan diperlakukan layaknya rempah mahal. Ketika Christopher Columbus membawa tebu ke Karibia pada 1493, industri perkebunan tebu raksasa pun lahir, tetapi bergantung pada kerja paksa jutaan orang Afrika yang diperbudak.

Pada abad ke-17 dan ke-18, gula berubah menjadi 'emas putih' yang memperkaya kekuatan kolonial. Jejaknya kini tampak dalam pola konsumsi global dan dampaknya terhadap kesehatan.

4. Makanan ultra-proses

Perkembangan makanan ultra-proses atau makanan olahan ternyata dipengaruhi kebutuhan akan pangan praktis sejak abad ke-19, ketika bahan tambahan sintetis mulai digunakan. Pada awal abad ke-20, penemuan minyak terhidrogenasi mengubah cara industri pangan menghasilkan lemak padat untuk margarin.

Inovasi besar terjadi saat Perang Dunia II, ketika pasukan militer membutuhkan makanan tahan lama dan mudah dibawa. Setelah perang, produk kemasan dan makanan instan memasuki supermarket dan toko, sehingga menjadi bagian dari pola makan modern.

Pada 1980-an, istilah 'ultra-processed' mulai muncul. Banyak kajian dan studi ilmiah yang kemudian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-proses dapat memengaruhi kesehatan secara serius.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru