DPC GRIB Jaya Medan Terima Bantuan 15 Goni Beras dari Hamba Allah
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jaya Kota Medan menerima bantuan logistik berupa beras dar
Medan 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Dunia kuliner tidak hanya dibentuk oleh kreativitas chef atau perkembangan teknologi, tetapi juga oleh sejumlah bahan pangan yang tak kalah penting. Berikut kisah di mana makanan mampu mengubah dunia.
Kehadiran beberapa bahan makanan memicu lahirnya jalur perdagangan baru, mengubah struktur ekonomi, hingga memengaruhi budaya kuliner.
Dari bahan yang mampu mengawetkan makanan sejak ribuan tahun lalu hingga komoditas yang memicu kelaparan besar dan mengubah pola konsumsi global, kelima makanan ini meninggalkan jejak dalam sejarah kuliner.
Dilansir dari Fast Food Club (24/11/2025), berikut lima tempat makan yang berperan penting dalam sejarah kuliner.
1. Garam
Sejak ribuan tahun lalu, garam tidak hanya menjadi bumbu dapur, tetapi juga fondasi penting bagi peradaban kuliner. Jauh sebelum teknologi pendinginan ditemukan, garam berperan sebagai pengawet utama yang menjaga makanan tetap aman dikonsumsi.
Nilainya begitu tinggi sehingga menjadi komoditas dagang yang membentuk kota, jalur perdagangan, hingga kekuasaan politik. Bahkan, istilah "gaji" berasal dari kata Latin salarium, karena tentara Romawi pada masa tertentu menerima bayaran dalam bentuk garam.
Bukti awal pemanfaatannya tercatat pada 6050 SM, ketika berbagai peradaban menggunakannya untuk kebutuhan pangan, ritual, dan perdagangan. Peradaban Mesir, Mesopotamia, hingga China mengembangkan teknik produksi garam sendiri, membuktikan betapa krusialnya bahan makanan ini bagi kehidupan manusia sepanjang sejarah.
2. Kentang
Kentang yang kini menjadi hidangan umum di seluruh dunia sebenarnya memiliki perjalanan panjang dari tanah asalnya di Pegunungan Andes. Masyarakat Inca telah membudidayakannya sekitar 10.000 tahun lalu dan mengandalkannya sebagai sumber pangan utama.
Setelah bangsa Spanyol membawanya ke Eropa pada abad ke-16, kentang sempat diragukan karena berasal dari keluarga tanaman beracun. Namun kemampuannya tumbuh di tanah kering dan kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikannya penyokong pertumbuhan populasi dan revolusi industri.
Ketergantungan berlebih di Irlandia bahkan memicu kelaparan besar pada 1840-an saat penyakit tanaman menghancurkan panen kentang. Meski demikian, kentang kini menjadi salah satu tanaman pangan paling berpengaruh dalam sejarah modern.
3. Gula
Sama seperti garam, gula menyimpan sejarah panjang yang tidak selalu manis. Tebu pertama kali didomestikasi di Papua Nugini sekitar 8000 SM sebelum menyebar ke India dan China. Di India, teknik pemurnian gula menjadi kristal berkembang sekitar abad ke-4, menjadikan gula komoditas berharga yang mudah diperdagangkan.
Melalui jalur perdagangan Arab dan Mediterania, gula akhirnya masuk ke Eropa dan diperlakukan layaknya rempah mahal. Ketika Christopher Columbus membawa tebu ke Karibia pada 1493, industri perkebunan tebu raksasa pun lahir, tetapi bergantung pada kerja paksa jutaan orang Afrika yang diperbudak.
Pada abad ke-17 dan ke-18, gula berubah menjadi 'emas putih' yang memperkaya kekuatan kolonial. Jejaknya kini tampak dalam pola konsumsi global dan dampaknya terhadap kesehatan.
4. Makanan ultra-proses
Perkembangan makanan ultra-proses atau makanan olahan ternyata dipengaruhi kebutuhan akan pangan praktis sejak abad ke-19, ketika bahan tambahan sintetis mulai digunakan. Pada awal abad ke-20, penemuan minyak terhidrogenasi mengubah cara industri pangan menghasilkan lemak padat untuk margarin.
Inovasi besar terjadi saat Perang Dunia II, ketika pasukan militer membutuhkan makanan tahan lama dan mudah dibawa. Setelah perang, produk kemasan dan makanan instan memasuki supermarket dan toko, sehingga menjadi bagian dari pola makan modern.
Pada 1980-an, istilah 'ultra-processed' mulai muncul. Banyak kajian dan studi ilmiah yang kemudian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-proses dapat memengaruhi kesehatan secara serius.
5. Alpukat
Alpukat sudah dikonsumsi masyarakat Mesoamerika selama sekitar 10.000 tahun, dengan budidaya pertama tercatat sekitar 5.000 tahun lalu. Buah ini mulai dikenal dunia setelah penjelajah Spanyol menemukannya pada abad ke-16 dan memperkenalkannya ke Eropa.
Namanya berasal dari kata Aztec 'ahuacatl'. Pada abad ke-20, teknik hortikultura modern seperti pencangkokan membuat alpukat menjadi komoditas global, terutama di Amerika Serikat.
Namun popularitasnya membawa sisi gelap. Di Meksiko yang dikenal sebagai produsen terbesar alpukat, tingginya permintaan internasional menjadikan buah ini sebagai buah berharga yang menarik perhatian kelompok kriminal. Keamanan kebun alpukat bahkan kerap dijaga ketat untuk mencegah pencurian dan penguasaan oleh kartel.
(wan/dtc/bbs)
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jaya Kota Medan menerima bantuan logistik berupa beras dar
Medan 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 30 perusahaan, sebagai up
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra D
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Warga Dusun XVIII Persil, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menyambut penuh s
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Kabupaten Langkat bersama Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi N
Peristiwa 6 jam lalu
Polisi Bekuk Maling Kabel anti petir milik Stasiun Radio Pantai Sibolga.
Sumut 7 jam lalu
Samosir Sukses Jadi Tuan Rumah Toba Caldera Culture Festival 2026, Bupati Vandiko Dorong Budaya Batak ke Dunia.
Global 8 jam lalu
Polres Tapanuli Tengah Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Toko Sepatu di Pandan.
Peristiwa 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai tindak kejahatan 3
Sumut 10 jam lalu
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Kapolrestabes Medan Silaturahmi Hangat ke Kodim 0201/Medan.
Medan 10 jam lalu