Rahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian: Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan
MEDANRahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan.
Sumut 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Di dataran tinggi Toba, aroma kopi bukan sekadar wangi yang membangunkan pagi. Ia adalah denyut hidup, napas budaya, dan harapan yang diracik dari jerih payah petani, lalu menjelma menjadi secangkir kualitas kelas dunia.
Di balik setiap tetes kopi Arabika khas Lintong dan Sidikalang yang dikemas apik dengan merek TOGATO COFFEE, berdiri sosok tangguh bernama Raulan Togatorop—seorang perempuan penggerak, sekaligus penjaga warisan rasa Nusantara.
Lintong dan Sidikalang: Jejak Sejarah Kopi dari Tanah Tinggi Sumut
Baca Juga:
Baca Juga:
Kopi Lintong berasal dari daerah Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl di tepi barat Danau Toba.
Dikenal sebagai Arabika Lintong, jenis ini memiliki karakter kompleks dengan cita rasa earthy, herbal, sedikit spicy, serta aftertaste manis yang sangat digemari di pasar Eropa dan Jepang sejak masa kolonial Belanda.
"Kalau dulu penikmat kopi di Jepang masih sedikit, sekarang jumlahnya meningkat pesat. Permintaan dari Jepang pun semakin banyak," ungkap Raulan Togatorop, pelaku usaha kopi.
Sementara itu, kopi Sidikalang dari Kabupaten Dairi juga termasuk varietas Arabika unggulan yang tumbuh di lereng Bukit Barisan. Sejak zaman Belanda, daerah ini sudah dikenal sebagai pusat produksi kopi premium berkat tanah vulkanik yang subur dan iklimnya yang sejuk. Aromanya kuat, rasanya lembut namun tajam di akhir, menjadikannya legenda dari utara Sumatera.
Kini, kedua warisan ini dirawat kembali oleh pelaku usaha seperti Raulan Togatorop. Ia bahkan memiliki kebun sendiri di Siborong-borong—lokasi strategis di jalur kopi bersejarah yang kini menjadi sumber utama bahan baku TOGATO COFFEE.

Memangkas Rantai Dagang, Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Bagi Raulan, membangun usaha kopi bukan sekadar menjual rasa. Ia juga berjuang membenahi rantai distribusi yang selama ini menyulitkan petani.
"Selama ini terlalu banyak perantara. Dari petani ke pengumpul, lalu ke pedagang besar, baru diolah di Medan dan diekspor. Padahal nilai tambah seharusnya bisa dimulai dari petani," jelasnya.
Raulan pun mengembangkan sistem di mana petani dilibatkan sejak awal—mulai dari pemilihan green bean, proses pulping, perendaman, hingga pengeringan.
Hasilnya, kualitas biji kopi meningkat signifikan hingga masuk kategori Grade A, yang tentu saja memberikan harga jual lebih tinggi.
Kopi Toba Mendunia
Kini, TOGATO COFFEE DRIP telah menembus pasar ekspor, antara lain ke Jepang, Eropa, Malaysia, Australia, dan terbaru, Tiongkok. Di tengah lesunya ekonomi global, secangkir kopi dari Toba justru menjadi simbol kebangkitan dan ketekunan.
"Setelah pandemi COVID-19, kami bangkit. Tantangan ke depan adalah menyesuaikan produk dengan selera pasar. Tapi kami terus berinovasi," ujarnya mantap.
Kesuksesan TOGATO juga didukung oleh pembinaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara. Mulai dari pelatihan kemasan, pemasaran digital, perizinan ekspor, hingga fasilitasi promosi di bandara dan PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara).
"Lewat pelatihan kami dapat teman seperjuangan, tempat bertukar pikiran. Kami jadi saling menguatkan dan belajar. Kita tak lagi jalan sendiri," ucap Raulan, saat ditemui di Petite Café, Jalan Sei Blutu, Medan.
"Tantangan terberat adalah diri sendiri. Kadang kita merasa produk kita sudah terbaik, padahal belum tentu. Mengalahkan ego itu perjuangan. Tapi di situlah proses belajar terjadi," tambahnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Raulan menitipkan pesan kepada pelaku IKM muda di Sumut:
"Datanglah ke dinas-dinas! Dinas Perindustrian, Koperasi, Ketahanan Pangan sekarang terbuka dan mempermudah. Bahkan izin usaha digratiskan. Konsultan juga disediakan tanpa biaya. Jangan cuma bermimpi, tapi wujudkan," katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi:
"Anak muda sekarang selalu pegang HP. Sayang kalau hanya untuk hal tidak berguna. Manfaatkanlah untuk belajar, promosi, dan menambah penghasilan," sambungnya.
Kopi, Warisan, dan Kebanggaan
TOGATO COFFEE bukan hanya soal rasa. Ia adalah cerita tentang tanah, manusia, dan masa depan. Dengan kemasan eksklusif berisi lima sachet dan filter dalam satu kotak, kopi ini dapat diseduh langsung seperti di coffee shop—bening tanpa ampas, nikmat meski tanpa gula.
"Warnanya mirip wine—merah bening, tapi ini kopi. Di ujung lidah tetap terasa manisnya," tutur Raulan sambil tersenyum.
Produk ini tersedia di PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, dengan harga sekitar Rp60.000 per kotak. Cocok dijadikan buah tangan khas dari jantung Sumatera Utara.
Indonesia, Negeri Rempah dan Kopi Dunia
Dari kopi hingga rempah, Indonesia adalah rahim kekayaan hayati dunia. Dari 40.000 jenis tanaman herbal di dunia, 30.000 tumbuh di Nusantara. Lintong, Sidikalang, dan TOGATO adalah tiga titik dari satu garis perjuangan mengangkat martabat kopi Indonesia di panggung dunia.
Kopi bukan hanya minuman—ia adalah identitas. Ia adalah doa dari tanah, kerja keras petani, dan persembahan Indonesia untuk dunia.(Erni Tan)
MEDANRahasia TK Pembina Rantauprapat Ajarkan Kemandirian Sulap Pekarangan Jadi Sekolah Ketahanan Pangan.
Sumut 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama PT.PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran Dan Pengaturan Beban Sumatera Utara me
Medan 13 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Batalyon Para Komando (Yonko) 463 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersa
Medan 22 menit lalu
Posmetro Medan, Binjai Pemerintah Kota Binjai secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Akhir Tahun
Sumut 40 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Walikota Medan Rico Waas buka sosialisasi Program Keluarga Harapan ( PKH) Medan Makmur dan Digitalisasi bantuan sosia
Medan satu jam lalu
Posmetro Medan, MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, siap mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan sistem kerj
Medan 2 jam lalu
Menurut Rico Waas, saat ini Pemko Medan telah mempersiapkan pelaksanaan kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Belawan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Belawan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)
Medan 2 jam lalu
Langkah berani ini pun menuai apresiasi luas, khususnya bagi jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Ruang Terbuka Hi
Medan 3 jam lalu
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap pergerakan para tersangka hingga akhirnya berhasil m
Kriminal 3 jam lalu