Sebulan Pertama Kapolda Sonny Irawan yang Menumbuhkan Harapan
POSMETRO MEDANHampir sebulan setelah apel perdananya, Sumatera Utara sudah punya cukup alasan untuk memberi apresiasi kepada Irjen Pol Sonny
Editorial 35 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Di dataran tinggi Toba, aroma kopi bukan sekadar wangi yang membangunkan pagi. Ia adalah denyut hidup, napas budaya, dan harapan yang diracik dari jerih payah petani, lalu menjelma menjadi secangkir kualitas kelas dunia.
Di balik setiap tetes kopi Arabika khas Lintong dan Sidikalang yang dikemas apik dengan merek TOGATO COFFEE, berdiri sosok tangguh bernama Raulan Togatorop—seorang perempuan penggerak, sekaligus penjaga warisan rasa Nusantara.
Lintong dan Sidikalang: Jejak Sejarah Kopi dari Tanah Tinggi Sumut
Baca Juga:
Baca Juga:
Kopi Lintong berasal dari daerah Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl di tepi barat Danau Toba.
Dikenal sebagai Arabika Lintong, jenis ini memiliki karakter kompleks dengan cita rasa earthy, herbal, sedikit spicy, serta aftertaste manis yang sangat digemari di pasar Eropa dan Jepang sejak masa kolonial Belanda.
"Kalau dulu penikmat kopi di Jepang masih sedikit, sekarang jumlahnya meningkat pesat. Permintaan dari Jepang pun semakin banyak," ungkap Raulan Togatorop, pelaku usaha kopi.
Sementara itu, kopi Sidikalang dari Kabupaten Dairi juga termasuk varietas Arabika unggulan yang tumbuh di lereng Bukit Barisan. Sejak zaman Belanda, daerah ini sudah dikenal sebagai pusat produksi kopi premium berkat tanah vulkanik yang subur dan iklimnya yang sejuk. Aromanya kuat, rasanya lembut namun tajam di akhir, menjadikannya legenda dari utara Sumatera.
Kini, kedua warisan ini dirawat kembali oleh pelaku usaha seperti Raulan Togatorop. Ia bahkan memiliki kebun sendiri di Siborong-borong—lokasi strategis di jalur kopi bersejarah yang kini menjadi sumber utama bahan baku TOGATO COFFEE.

Memangkas Rantai Dagang, Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Bagi Raulan, membangun usaha kopi bukan sekadar menjual rasa. Ia juga berjuang membenahi rantai distribusi yang selama ini menyulitkan petani.
"Selama ini terlalu banyak perantara. Dari petani ke pengumpul, lalu ke pedagang besar, baru diolah di Medan dan diekspor. Padahal nilai tambah seharusnya bisa dimulai dari petani," jelasnya.
Raulan pun mengembangkan sistem di mana petani dilibatkan sejak awal—mulai dari pemilihan green bean, proses pulping, perendaman, hingga pengeringan.
Hasilnya, kualitas biji kopi meningkat signifikan hingga masuk kategori Grade A, yang tentu saja memberikan harga jual lebih tinggi.
Kopi Toba Mendunia
Kini, TOGATO COFFEE DRIP telah menembus pasar ekspor, antara lain ke Jepang, Eropa, Malaysia, Australia, dan terbaru, Tiongkok. Di tengah lesunya ekonomi global, secangkir kopi dari Toba justru menjadi simbol kebangkitan dan ketekunan.
"Setelah pandemi COVID-19, kami bangkit. Tantangan ke depan adalah menyesuaikan produk dengan selera pasar. Tapi kami terus berinovasi," ujarnya mantap.
Kesuksesan TOGATO juga didukung oleh pembinaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara. Mulai dari pelatihan kemasan, pemasaran digital, perizinan ekspor, hingga fasilitasi promosi di bandara dan PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara).
"Lewat pelatihan kami dapat teman seperjuangan, tempat bertukar pikiran. Kami jadi saling menguatkan dan belajar. Kita tak lagi jalan sendiri," ucap Raulan, saat ditemui di Petite Café, Jalan Sei Blutu, Medan.
"Tantangan terberat adalah diri sendiri. Kadang kita merasa produk kita sudah terbaik, padahal belum tentu. Mengalahkan ego itu perjuangan. Tapi di situlah proses belajar terjadi," tambahnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Raulan menitipkan pesan kepada pelaku IKM muda di Sumut:
"Datanglah ke dinas-dinas! Dinas Perindustrian, Koperasi, Ketahanan Pangan sekarang terbuka dan mempermudah. Bahkan izin usaha digratiskan. Konsultan juga disediakan tanpa biaya. Jangan cuma bermimpi, tapi wujudkan," katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi:
"Anak muda sekarang selalu pegang HP. Sayang kalau hanya untuk hal tidak berguna. Manfaatkanlah untuk belajar, promosi, dan menambah penghasilan," sambungnya.
Kopi, Warisan, dan Kebanggaan
TOGATO COFFEE bukan hanya soal rasa. Ia adalah cerita tentang tanah, manusia, dan masa depan. Dengan kemasan eksklusif berisi lima sachet dan filter dalam satu kotak, kopi ini dapat diseduh langsung seperti di coffee shop—bening tanpa ampas, nikmat meski tanpa gula.
"Warnanya mirip wine—merah bening, tapi ini kopi. Di ujung lidah tetap terasa manisnya," tutur Raulan sambil tersenyum.
Produk ini tersedia di PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, dengan harga sekitar Rp60.000 per kotak. Cocok dijadikan buah tangan khas dari jantung Sumatera Utara.
Indonesia, Negeri Rempah dan Kopi Dunia
Dari kopi hingga rempah, Indonesia adalah rahim kekayaan hayati dunia. Dari 40.000 jenis tanaman herbal di dunia, 30.000 tumbuh di Nusantara. Lintong, Sidikalang, dan TOGATO adalah tiga titik dari satu garis perjuangan mengangkat martabat kopi Indonesia di panggung dunia.
Kopi bukan hanya minuman—ia adalah identitas. Ia adalah doa dari tanah, kerja keras petani, dan persembahan Indonesia untuk dunia.(Erni Tan)
POSMETRO MEDANHampir sebulan setelah apel perdananya, Sumatera Utara sudah punya cukup alasan untuk memberi apresiasi kepada Irjen Pol Sonny
Editorial 35 menit lalu
POSMETRO MEDANTak hanya menggambarkan risiko maut plus jerat hukum, adagium polisi bekerja dengan kaki di atas kuburan dan penjara sejati
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDANDi gedung dewan, kerja legislasi sering tampak seperti urusan yang seolah senyap. Rapat demi rapat, naskah akademik dalam baha
Editorial 6 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mewakili Wali Kota Binjai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofyan Syahputra Siregar, S.STP., M.AP., menghadir
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Galang Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengambil langkah cepat menangani dampak banjir yang menyebabkan erosi
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sejumlah agen kapal menyebut tagihan jasa pandu dan tunda kapal telah dibayarkan kepada Pelindo melalui sistem Phinnisi. Hal
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Harian DPP Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM Nezar Djoeli, menyikapi peristiwa penggerebekan Pondok Pes
Sumut 20 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (Forwaka Sumut) , Irfandi, mengajak para wartawan bersama keluarga meng
Medan 21 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang mendorong Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Deli Serdang untuk mengembang
Sumut 21 jam lalu
POSMETRO MEDAN DPP Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (LMP MBG) mendukung langkah penertiban administrasi harian yang wajib d
Sumut 21 jam lalu