"Maka dari itu, pembumian wawasan kebangsaan harus dilakukan secara masif melalui pendekatan yang dialogis, bukan sekadar hafalan tekstual," tegsnya.
Selain persoalan ideologi, Rommy juga menyoroti maraknya peredaran narkoba dan praktik judi online yang menyasar generasi muda. Menurutnya, kedua persoalan itu menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga:
"Membentengi pemuda dari narkoba dan judi online merupakan bagian dari pengamalan wawasan kebangsaan. Nasionalisme tidak akan berarti jika generasi muda rusak secara moral dan finansial," katanya.
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga dan tokoh pemuda setempat itu, Rommy mengajak keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
Baca Juga:
"Penyelamatan masa depan Gen Z dan Gen Alpha tidak bisa dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, legislatif, institusi pendidikan, dan orang tua," tutur Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia ini.
Oleh karena itu, Rommy berharap penguatan ideologi kebangsaan yang dibarengi dengan upaya pencegahan narkoba dan judi online dapat membentuk generasi muda yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas kebangsaannya.
"Generasi muda harus mampu menjadi warga global yang kompetitif tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia," pungkasnya.
Sebelumya, kegiatan serupa juga digelar Rommy Van Boy di Lapangan Baronet, Jalan Starban Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia.
Sama dengan sebelumnya, para hadirin yang mayoritas terdiri dari kaum ibu serta Gen-Z dan Gen Alpha ini tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.(REL)
Tags
beritaTerkait
komentar