Selasa, 22 September 2026

Bantah Tudingan Keluarga, Dokter Forensik Tegaskan Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Eks Istri Polisi

Jafar Sidik - Kamis, 06 Agustus 2026 21:59 WIB
Bantah Tudingan Keluarga, Dokter Forensik Tegaskan Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Eks Istri Polisi
(Dam)
Dokter Forensik RS Bhayangkara, Dr. Mistar Ritonga didampingi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., saat memberikan penjelasan medis terkait kondisi jenazah wanita berinisial W (30), mantan istri Brigadir I.

POSMETRO MEDAN-Tim Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara memberikan penjelasan medis terkait kondisi jenazah wanita berinisial W (30), mantan istri Brigadir I. Pihak medis membantah tuduhan keluarga yang menduga adanya tanda-tanda kekerasan fisik sebelum korban ditemukan tewas.

Dokter Forensik RS Bhayangkara, Dr. Mistar Ritonga, menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan timnya, tidak ditemukan adanya jejak penganiayaan pada tubuh korban.

"Dari pemeriksaan awal, saya tidak menjumpai tanda-tanda kekerasan," kata Mistar saat memberikan keterangan di PolrestabesMedan, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, lebam yang ada di bagian leher bukanlah bekas cekikan, melainkan perubahan yang timbul secara fisiologis. Hal serupa juga terjadi di bagian mata.

"Kalau mata lebam secara fisiologis bukan oleh karena kekerasan. Yang terjadi seperti kita ketahui bahwa luka tembaknya itu berjalan ataupun menelusuri juga di dasar tengkoraknya," ucapnya.

Baca Juga:

"Di sana, ada pembuluh darah yang disebut dengan sirkulus willisi, yang mempunyai tiga percabangan, salah satunya mendarahi ke kelopak mata. Jadi, kalau dia pecah terjadi hematom namanya. Itu istilahnya lebih khas dia hematom kacamata," sambungnya.

Sementara untuk jahitan di bagian bawah dagu dekat tenggorokan disebabkan pihaknya melakukan otopsi secara lengkap.

"Bukan hanya leher, kepala juga. Jadi, kami buka dari insisi sampai simfisis, atau perut bawahnya. Sesudah itu, kami keluarkan organ, diperiksa semua, baru kami jahit kembali," sebutnya.

Mistar turut menyampaikan, untuk lebam yang ada di punggung kaki serta beberapa jemari tangan sebagai lebam mayat.

"Lebam mayat itu ialah penumpukan cairan darah di posisi tubuh. Jadi, itu fisiologis, berbeda nanti dia lebamnya itu oleh karena kekerasan. Memang warnanya sama karena yang terlihat itu sama-sama warna darah atau hemoglobinnya," tandasnya.

Tags
beritaTerkait
PH.Nur Erdian: Fakta Persidangan Uang Rp175 Juta Anggaran Maintenance Cost, Negara Justru Diuntungkan Lebih Rp1 Miliar
Polsek Medan Baru Amankan Terduga Pelaku Pencurian HP dan Laptop di Rumah Kos
Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Pasar 10 Tembung Gang Ikhlas
Julius Ares: Mari Saling Bantu Tuntaskan Pekerjaan yang Masih Harus Diselesaikan
PSMS Medan Bantai Persiku Kudus 6-0, Javier Siverio Hattrick
Pelaku Curanmor di Warung Sembako Percut Seituan Tak Berkutik Saat Diringkus
komentar
beritaTerbaru