Kamis, 13 Agustus 2026

Operasi Labia Gagal, Seorang Wanita Laporkan Klinik Lina ke Polrestabes Medan

Administrator - Minggu, 06 Juli 2025 20:23 WIB
Operasi Labia Gagal, Seorang Wanita Laporkan Klinik Lina ke Polrestabes Medan
IST
Klinik Lina.

POSMETRO MEDAN, Medan-Seorang wanita berinsial LY (36), melaporkan Klinik Lina yang berada di Jalan Demak, Kecamatan Medan Area ke Polrestabes Medan.

Wanita LY itu melaporkan atas dugaan malapraktik yang dilakukan dokter di klinik tersebut. "Kedatangan saya ke Polrestabes Medan adalah untuk melaporkan dugaan malapraktik yang saya alami, yang dilakukan oleh salah satu klinik yang bertempat di Medan Area," kata korban, kepada wartawan, Jumat (4/07/2025).

Laporan ini teregister dengan nomor STTLP/B/1762/V/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN. Selain klinik, pihaknya turut melaporkan pihak dokter yang menangani berinisial dr SH M Biomed MH Kes.

Baca Juga:

"Adapun terlapor yang saya laporkan, pertama klinik, lalu dokter SH. Laporan kami secara resmi sudah diterima di SPKT Polrestabes," jelas LY.

Dia mengatakan awalnya melakukan operasi pemotongan labia atau operasi alat kelamin wanita pada April 2025.

Baca Juga:

Operasi labia, atau labiaplasty, adalah prosedur bedah untuk mengubah bentuk atau ukuran labia (bibir vagina), baik labia minora (bibir dalam) maupun labia mayora (bibir luar).

Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki bentuk, ukuran, atau simetri labia, yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan fisik atau masalah estetik.

Sebelum operasi, dia mengaku dibius di ruang konsultasi bukan di ruang operasi. "Saya merasakan sakit yang luar biasa dan sempat mengalami pendarahan saat operasi," kata LY.

Dia juga mengaku hasil operasi tidak sesuai keinginan. Karena labia sebelah kiri kelebihan dipotong.

"Dampaknya adalah saya mengalami cacat permanen," jelasnya.

Dia mengungkapkan akibat kegagalan operasi di klinik itu, dia mengalami kerugian secara fisik maupun materil. Dia juga meminta penyidik mendalami terkait perizinan klinik maupun legalitas dokter yang menangani.

"Harapan ke depannya dari saya, selain kerugian materi yang sudah dikeluarkan, tentunya ada cacat fisik yang dialami, bahkan itu pastinya seumur hidup dialami, paling tidak, harus dengan jalan operasi berikutnya yang lebih baik," pungkasnya. (rel/usa)

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Ratusan Pelajar Serbu Baksos Kesehatan Gigi Gratis, PDGI dan Yayasan Pelita Kita Bersama Gaungkan Gerakan Cegah Stunting
Wesly Silalahi Tekankan IDI Siantar-Simalungun Harus Jadi Rumah Bersama
Polisi Ungkap Perkembangan Kasus dr. Alex Cristo Loris Situmorang yang Meninggal Dunia di Semak-semak
Pengurus Terpilih IDI Pematangsiantar-Simalungun Audiensi ke Wali Kota Wesly Silalahi
dr Alex Situmorang Ditemukan Meninggal Dunia di Semak-semak Sekitar RSUD Tengku Rafian Siak
Dugaan Berzinah, 2 Dokter di Tebing Tinggi Jalani Sidang Praperadilan, Terancam Sanksi Pidana dan Etik
komentar
beritaTerbaru