Ratusan Pelajar di Karo Keracunan Program MBG, HARI Desak Kepala Regional BGN Sumut Dicopot
POSMETRO MEDAN Ketua Harian Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM. Nezar Djoeli, S.T., menyayangkan terjadinya insiden keracunan
Sumut 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- Pemandangan kabel semrawut bukan lagi hal aneh di Kota Medan. Di Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, tumpukan kabel yang menjuntai tak beraturan di sekitar kediaman Yesri Hutasuhut telah memicu dugaan serius.
Praktik jaringan internet ilegal beromzet menggiurkan tampak membahayakan warga.
Selama dua pekan terakhir, Yesri Hutasuhut merasakan kegelisahan yang kian memuncak. Kabel-kabel hitam tebal, yang awalnya hanya beberapa helai, kini menjulur dan bertumpuk tanpa aturan, melilit tiang listrik hingga menjuntai ke pepohonan.
Baca Juga:
"Awalnya saya kira itu kabel biasa punya PLN atau Telkom, tapi kok makin hari makin banyak dan penataannya amburadad," ujar Yesri dengan nada cemas kepada Posmetro Medan, Jumat (25/7/2025).
Kecurigaannya semakin kuat seiring dengan seringnya ia melihat beberapa orang tak dikenal hilir mudik di sekitar area kabel tersebut, membawa peralatan yang mencurigakan. Namun, yang paling mengusik Yesri adalah bisik-bisik tetangga tentang penawaran internet dengan harga tak masuk akal.
"Ada yang nawarin internet cuma Rp 100 ribu sebulan, kecepatannya katanya lumayan," imbuhnya.
Perbandingan dengan biaya langganan internet legal yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah memicu dugaan kuat adanya praktik curang. Para operator nakal ini diduga menyambungkan jaringan secara ilegal, tanpa izin, dan tanpa membayar pajak, memangkas biaya operasional secara drastis untuk menawarkan harga yang menggiurkan.
Praktik jaringan ilegal semacam ini, jika benar adanya, jelas merugikan banyak pihak. Selain membahayakan keselamatan warga akibat instalasi yang sembarangan dan tidak standar, praktik ini juga merugikan negara dari sektor pajak yang tidak terpungut, sekaligus merusak iklim bisnis penyedia jasa internet yang legal dan taat aturan.
Yesri berharap pihak berwenang serta pemerintah setempat segera bertindak menertibkan kondisi ini. "Tolong untuk pemerintah rapikan kabel wifi Internet yang berserakan ini. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, nanti jadi preseden buruk dan bisa menimbulkan masalah yang lebih besar," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai dugaan praktik jaringan ilegal ini. Namun, keresahan warga seperti Yesri patut menjadi perhatian serius. Penegakan hukum dan penertiban infrastruktur tak berizin menjadi desakan agar jaringan ilegal tak terus merajalela, merugikan negara dan membahayakan masyarakat.
POSMETRO MEDAN Ketua Harian Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM. Nezar Djoeli, S.T., menyayangkan terjadinya insiden keracunan
Sumut 17 menit lalu
Wesly Silalahi SH MKn dan Forkopimda Saksikan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di DPRD.
Sumut 2 jam lalu
Satres Narkoba Polres Labusel Ringkus Dua Terduga Pengedar Sabu di Tanjung Medan, 4,12 Gram Diamankan.
Peristiwa 3 jam lalu
Geger di Papua! Kapal Super Mewah Haji Isam Ditempel Logo Kemenhan, Ada Backingan Khusus?
Viral 3 jam lalu
Wali Kota Wesly Ajak KNPI Terus Berkolaborasi dengan Pemko Pematangsiantar
Sumut 3 jam lalu
Polres Karo Kawal Pawai Anak Sambut HUT ke81 Kemerdekaan RI.
Sumut 3 jam lalu
Musim Kemarau, Polres Ngada Distribusikan Air Bersih untuk Warga.
Inter-Nasional 4 jam lalu
Semarak Kemerdekaan di Samosir, Mobil Hias OPD dan Instansi Lainnya Tampil Penuh Kreativitas.
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menunjukkan eksistensi dan kep
Medan 4 jam lalu
&039Gonggongan&039 Bertuan Publik Bedah Redaksi Debut POSMETRO MEDAN
Editorial 4 jam lalu