Matiti Belum Usai: Kuasa Hukum Minta Aparat Bongkar Rangkaian Peristiwa 12 September
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN – Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menegaskan bahwa peran jurnalis sangat penting sebagai "benteng terakhir" untuk menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya Indonesia di tengah gempuran arus informasi instan dan budaya asing.
Menurutnya, media massa, khususnya redaksi, harus memberi ruang yang memadai untuk pemberitaan kebudayaan yang mendalam, bukan hanya liputan seremonial.
"Kalau kita cinta Indonesia, berarti harus ada berita tentang budaya Indonesia. Redaksi harus menyediakan ruang. Jangan hanya liputan acara, tapi kupas makna, filosofi, dan nilai di baliknya. Budaya itu harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Sofyan Tan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Semarak Budaya bertema Budaya di Meja Redaksi: Meneguhkan Ruang Seni dan Tradisi dalam Pemberitaan di Serayu Coffe Space Medan, Sabtu (9/8/2025).
Baca Juga:
Acara ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Sofyan Tan yang juga politisi PDI Perjuangan, serta berkolaborasi dengan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut. Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa, jurnalis, dan pegiat budaya.
Turut hadir narasumber Muhammad Ramadhan Batubara atau Muram Batu, mantan Pemred Rakyat Aceh dan Posmetro Medan, yang kini aktif menulis buku dan novel. Dalam paparannya, Sofyan Tan mengkritik budaya informasi instan yang berkembang di era media sosial, dimana masyarakat cenderung hanya membaca judul berita tanpa memperhatikan isi dan kedalaman informasi.
Baca Juga:
Menurutnya, situasi ini memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap budaya. "Hari ini, kalau kita lihat, berita-berita buruk cepat sekali jadi headline, sementara berita baik sering tenggelam. Budaya instan ini kita sendiri yang memproduksinya," ujarnya.
Ia menambahkan, warisan budaya seharusnya tidak sekadar dijadikan pajangan atau hiburan, tetapi dipahami maknanya. Sofyan mencontohkan tarian tradisional Melayu Selampang 12, yang mengandung filosofi kesabaran dan tata krama dalam membina hubungan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan dengan kehidupan modern, termasuk dalam membangun ketahanan keluarga.
Selain itu, Sofyan menyoroti fenomena di mana sebagian masyarakat lebih bangga mengadopsi budaya luar ketimbang melestarikan budaya sendiri.
Ia mengingatkan, 70 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia justru tertarik pada kebudayaan, bukan gedung pencakar langit atau kemajuan infrastruktur."Kekayaan budaya kita adalah daya tarik utama. Kalau kita sendiri tidak menulis, mempromosikan, dan menjaga, lama-lama bisa hilang," katanya.
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 9 menit lalu
Anggota DPR RI Musa Rajekshah meninjau pembangunan dinding penahan banjir di Tebing Tinggi.
Sumut 54 menit lalu
Pengusaha Konstruksi Lokal Bersama PERMADA Turun ke Jalan, Desak Klarifikasi Polemik Paket Proyek Disdik Langkat
Sumut 54 menit lalu
Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati Diduga Diracun di Perkebunan Serbelawan
Sumut satu jam lalu
Dua Pelaku Curat Toko Rp 157 Juta Dibekuk Satreskrim Binjai.
Sumut satu jam lalu
Diulosi di Istana Maimun, Sultan Deli Doakan Mubes I dan Pelantikan DPP HBB
Sumut 2 jam lalu
Di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah, Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba.
Medan 3 jam lalu
Pimpinan Sinode GKPS Bergerak Cepat Mengamankan Aset Legal Gereja.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDANSIMALUNGUNPEMATANGSIANTAR Bagi Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., reses bukan sebatas pertemuan, menyerap aspirasi, lal
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Di hari Jumat Berkah DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menerima bantuan sosial berupa se
Medan 3 jam lalu