Kamis, 14 Mei 2026

Laga Sunyi Melawan Stunting: Jejak Perjuangan dari Medan hingga Hanoi

Administrator - Jumat, 15 Agustus 2025 20:47 WIB
Laga Sunyi Melawan Stunting: Jejak Perjuangan dari Medan hingga Hanoi
Erni
Prof. Dr. Ir. Evawany Aritonang, M.Si, pakar gizi kesehatan masyarakat, Prof. Ir. T. Sabrina, M.Agr, Ph.D, spesialis ilmu tanah, serta Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec, ekonom pertanian.

1. Mengedukasi ibu hamil tentang pola makan bergizi seimbang.

2. Memantau kepatuhan pemeriksaan kehamilan (antenatal care).

Baca Juga:

3. Memberikan tablet tambah darah serta memeriksa kadar hemoglobin.

Namun, perjalanan ini penuh tantangan. Di Medan, sambutan hangat datang dari para bidan dan ibu hamil yang antusias berdialog. Mereka membicarakan pentingnya zat besi, frekuensi makan, hingga risiko kelahiran prematur akibat anemia.

Baca Juga:

Sebaliknya, di Hanoi, pendekatan lebih sulit dilakukan. "Masyarakat di sini tertutup pada orang luar," ujar salah satu anggota tim. Edukasi hanya bisa dilakukan melalui booklet dan brosur berbahasa Inggris, tanpa banyak dialog langsung.

Perjalanan darat sejauh 4 jam menuju Ha Long Bay pada 26 Juni 2025, lalu 6 jam ke pegunungan Sapa pada 28 Juni 2025, menjadi bagian dari rute penyebaran pesan gizi.

Di tengah pemandangan alam yang memukau, informasi tentang bahaya anemia dan stunting disebar lewat lembaran kertas, dengan harapan dibaca dan dipahami.

Penelitian membuktikan, anemia pada masa kehamilan dapat meningkatkan risiko stunting hingga empat kali lipat. Kekurangan zat besi bukan hanya melemahkan tubuh ibu, tetapi juga menghambat perkembangan otak janin.

Dampaknya bisa bertahan hingga dewasa, memengaruhi kecerdasan, kesehatan mental, bahkan peluang kerja.

Langkah yang dilakukan tim meliputi sosialisasi di puskesmas, rekrutmen tenaga kesehatan, pelatihan, pemeriksaan Hb, hingga pemberian tablet tambah darah.

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam
Kapolsek Medan Kota Pimpin Pengamanan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gereja HKBP Sudirman
Mayat di Bawah Jembatan Titi Kuning Medan Ternyata Gantung Diri, Dikenal Sebagai 'Pak Ogah'
Pelaku Amati TKP Naik Sepeda Motor, Jual Perhiasan Ke Beberapa Toko
Rico Waas Buka Peluang Kolaborasi Global, UNDP Siap Dukung Pengelolaan Sampah Dan Digitalisasi
Rico Waas Ajak Australia Investasi dan Perkuat Kerja Sama Pendidikan
komentar
beritaTerbaru