Buntut Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Kalapas dan 4 Pejabat Dicopot!
Temuan fasilitas mewah di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong akhirnya berujung pada pencopotan.
Inter-Nasional 21 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Di balik angka-angka statistik kesehatan yang kaku, tersimpan denyut perjuangan agar bayi lahir sehat dan tumbuh tanpa hambatan.
Sebuah tim pengabdian masyarakat lintas negara, dipimpin tiga guru besar Universitas Sumatera Utara (USU), membawa misi mulia: menekan angka stunting dengan mengedukasi ibu hamil. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (15/8/2025).
Baca Juga:
Fokus utama mereka adalah menurunkan angka anemia pada ibu hamil demi memutus rantai stunting sejak dari rahim. Masalah ini nyata dan mendesak.
Di Medan, angka anemia pada ibu hamil mencapai 37,7 persen, sementara di Hanoi, Vietnam, kondisinya bahkan lebih tinggi, 43,6 persen.
Baca Juga:
Stunting pada balita di kedua wilayah masih berada di kisaran 20–30 persen. Data ini menjadi alarm darurat yang tak boleh diabaikan. Anemia pada ibu hamil berisiko memicu bayi lahir dengan berat rendah, pertumbuhan terhambat, hingga gangguan kognitif permanen.
Di garda terdepan, Prof. Dr. Ir. Evawany Aritonang, M.Si, pakar gizi kesehatan masyarakat, bertindak sebagai komandan lapangan. Ia didampingi Prof. Ir. T. Sabrina, M.Agr, Ph.D, spesialis ilmu tanah yang memahami keterkaitan pangan dan nutrisi, serta Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec, ekonom pertanian yang mengkaji pengaruh pangan dan daya beli terhadap gizi keluarga.
Sejak April 2025, mereka meninggalkan ruang kuliah dan laboratorium untuk turun langsung ke lapangan, dari puskesmas pembantu di Balam, Kota Medan, hingga daerah terpencil di Hanoi.
stunting2.jpg">
Misi yang mereka bawa sederhana namun strategis:
1. Mengedukasi ibu hamil tentang pola makan bergizi seimbang.
2. Memantau kepatuhan pemeriksaan kehamilan (antenatal care).
3. Memberikan tablet tambah darah serta memeriksa kadar hemoglobin.
Namun, perjalanan ini penuh tantangan. Di Medan, sambutan hangat datang dari para bidan dan ibu hamil yang antusias berdialog. Mereka membicarakan pentingnya zat besi, frekuensi makan, hingga risiko kelahiran prematur akibat anemia.
Sebaliknya, di Hanoi, pendekatan lebih sulit dilakukan. "Masyarakat di sini tertutup pada orang luar," ujar salah satu anggota tim. Edukasi hanya bisa dilakukan melalui booklet dan brosur berbahasa Inggris, tanpa banyak dialog langsung.
Perjalanan darat sejauh 4 jam menuju Ha Long Bay pada 26 Juni 2025, lalu 6 jam ke pegunungan Sapa pada 28 Juni 2025, menjadi bagian dari rute penyebaran pesan gizi.
Di tengah pemandangan alam yang memukau, informasi tentang bahaya anemia dan stunting disebar lewat lembaran kertas, dengan harapan dibaca dan dipahami.
Penelitian membuktikan, anemia pada masa kehamilan dapat meningkatkan risiko stunting hingga empat kali lipat. Kekurangan zat besi bukan hanya melemahkan tubuh ibu, tetapi juga menghambat perkembangan otak janin.
Dampaknya bisa bertahan hingga dewasa, memengaruhi kecerdasan, kesehatan mental, bahkan peluang kerja.
Langkah yang dilakukan tim meliputi sosialisasi di puskesmas, rekrutmen tenaga kesehatan, pelatihan, pemeriksaan Hb, hingga pemberian tablet tambah darah.
Di Medan, proses ini berlangsung interaktif dengan pemeriksaan langsung. Di Hanoi, pesan disampaikan lewat media cetak yang harus "berbicara" sendiri.
Meski data akhir belum dirilis, indikator awal menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai pola makan seimbang dan pentingnya perawatan kehamilan.
Kepala Puskesmas Balam menyatakan komitmennya memperkuat pemantauan konsumsi tablet zat besi, dengan target besar menurunkan angka anemia dan memutus rantai stunting lintas generasi.
Tahap selanjutnya, tim akan terus memantau pemeriksaan kehamilan, mengevaluasi kepatuhan konsumsi tablet zat besi, serta melatih tenaga kesehatan untuk mendeteksi stunting sejak dini. Dari Medan hingga Hanoi, perjuangan ini layaknya maraton sunyi melawan waktu.
"Mencegah stunting bukan soal memberi makan lebih banyak, tetapi memberi makan yang tepat, sejak janin masih dalam kandungan," tegas Prof. Evawany.(erni)
Temuan fasilitas mewah di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong akhirnya berujung pada pencopotan.
Inter-Nasional 21 menit lalu
Kapolres Dairi Bersama Bhayangkari Melayat ke Rumah Duka AIPTU Herbin Silaen, Sampaikan Penghiburan kepada Keluarga.
Sumut satu jam lalu
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak sore hingga malam bikin sungai meluap.
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LUBUK PAKAM Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Deli Serdang menggelar Pelatihan Konten Kreator Kehumasan untuk mening
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN,PERCUT SEI TUAN Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretar
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kabupaten Deli Serdang menampilkan beragam produk kerajinan dan karya perajin
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengingatkan para lulusan ag
Medan 15 jam lalu
Personel Sat Lantas Polres Dairi Gugur Saat Jalankan Tugas di Lokasi Kebakaran Sidikalang
Sumut 16 jam lalu
Kompol Jan Piter Napitupulu, S.H., M.H. salah satu perwira menengah Polri yang memiliki perjalanan karir yang cukup menarik.
Profil 17 jam lalu
Polres Tanjungbalai resmi menyerahkan penggunaan Jembatan Merah Putih Presisi kepada masyarakat di Jalan Lingkar Selatan.
Sumut 18 jam lalu