Pesannya adalah, agar dana itu bisa dimanfaatkan untuk belanja keperluan 'safety' memandikan mayit. Dan tidak pula banyak yang tahu, itu adalah uang pribadi dari saku Rico sendiri.
Pada saat acara sarapan lesehan bersama dengan menu nasi uduk dan pisang goreng pulut di lantai Masjid Al Ikhlas Kelurahan Tanjung Sari, Rico selintas mengisahkan proses pemakaman almarhum Ayahnya, Johnny Waas.
Baca Juga:
"Ayah saya adalah korban Covid-19. Jasad beliau dimasukkan ke dalam kantong jenazah bersama puluhan jasad lain yang meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jakarta. Kami tidak diberikan kesempatan untuk mengantarnya ke peristirahatan terakhir. Ayah dimakamkan tanpa seorang keluarga pun menyertainya," tutur mantan disainer itu dengan raut sedih.
Baca Juga:
Kegiatan rutin mingguan Gotong Royong dan Sapa Warga adalah perwujudan dari janji kampanye Rico Waas bersama wakilnya Zakiyuddin Harahap. Pada awalnya suami dari Airin Waas ini bermaksud menerima wargamya di Balaikota. Tetapi setelah ia pertimbangkan ulang, pemimpinlah seharusnya yang menemui wargamya.
"Selain itu, kunjungan langsung ke warga akan memberikan kesempatan kepada saya untuk mendengar masalah dan keperluan warga secara lebih jujur, dan saya sendiri bisa melihat langsung kondisinya di lapangan," tutur politisi muda yang baru menjabat Walikota Medan sejak 20 Februari 2025 ini.
Sejak program ini dimulai, kegiatan di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Selayang Medan, adalah Gotong Royong dan Sapa Warga yang ke-8 kalinya. Kegiatan ini akan terus berlanjut setiap Sabtu, dimana Rico Waas, seorang ayah dari satu anak ini akan selalu ditemukan berkeringat di tengah-tengah wargamya dalam aksi gotong royong membangun dan membersihkan lingkungan, serta mendengar langsung masalah-masalah warganya. (Tikwan Raya Siregar)
Tags
beritaTerkait
komentar