Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan Gagalkan Peredaran Narkotika, 5.000 Gram Ganja Diamankan
Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan berhasil menggagalkan peredaran narkotika, 2 orang diamankan.
Peristiwa 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan–Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, kembali berlanjut dan berujung ricuh, Rabu (27/8/2025).
Bentrokan pecah antara ratusan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Sejak pukul 14.00 WIB, massa aksi menggelar orasi dengan membawa spanduk, bendera, serta menyuarakan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak pembubaran DPR, menolak kenaikan tunjangan DPRD, serta meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga:
Suasana awal sempat berjalan penuh semangat dengan nyanyian perlawanan. Namun menjelang sore, situasi berubah panas ketika lemparan batu, kayu, dan botol melayang ke arah aparat. Polisi yang bersiaga kemudian merespons dengan tindakan represif.
"Polisi membabi buta, memukul, menendang, bahkan menyeret teman-teman kami. Sekitar 15 orang ditahan. Kami hanya minta mereka dibebaskan," ungkap seorang mahasiswa Cipayung Plus dengan suara parau.
Baca Juga:
Di tengah memanasnya situasi, sorotan publik tertuju pada Ketua DPRD Sumut, Erni Aryanti Sitorus, SH, MKn. Aktivis menilai tak munculnya Erni memperburuk keadaan.
"Kalau saja Ketua DPRD hadir dan mau berdialog dengan kepala dingin, kericuhan bisa dicegah. Tapi beliau memilih berdiam di balik tembok, membiarkan mahasiswa dan aparat bentrok," ujar salah seorang aktivis.
Sekitar pukul 16.00 WIB, polisi berhasil memukul mundur massa dengan semburan water cannon dan ayunan pentungan. Beberapa perwakilan mahasiswa kemudian dipersilakan masuk untuk mediasi, meski langkah itu dinilai terlalu terlambat.
"Tuntutan kami sudah jelas. DPR telah menghina rakyat dengan tunjangan fantastis, sementara rakyat tercekik. Kami menolak itu semua," tegas Kamaluddin Siregar, Koordinator HMI Sumut.
Kericuhan ini dinilai menjadi potret buram demokrasi di Indonesia. Aparat yang semestinya menjaga keamanan justru memilih jalan kekerasan. Sementara wakil rakyat, yang seharusnya membuka ruang dialog, memilih bersembunyi.
"Negara rusak bukan karena rakyatnya brutal, tapi karena aparatnya kehilangan logika," ujar seorang saksi mata.
Peristiwa di DPRD Sumut bukan sekadar catatan bentrokan, tetapi juga peringatan bahwa demokrasi sedang rapuh. Ketika suara mahasiswa dianggap ancaman, ketika aparat mengedepankan pukulan ketimbang dialog, dan ketika pemimpin rakyat memilih diam, maka yang terluka bukan hanya fisik mahasiswa, melainkan juga martabat negara.(erni)
Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan berhasil menggagalkan peredaran narkotika, 2 orang diamankan.
Peristiwa 5 menit lalu
Wali Kota Sibolga Resmi Buka Piala Soeratin U13 dan U15 Tahun 2026, Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet Muda.
Sport 10 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Car Free Night Deli Serdang Weekend kembali menjadi magnet bagi masyarakat. Jalan Diponegoro, Lubuk Pakam, d
Sumut 15 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong seluruh klub akuatik mendata atletnya secara resmi sebagai langk
Sport 27 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus mendorong promosi produk unggulan daerah dan peningkatan daya sain
Sumut 39 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menerima sejumlah audiensi yang membahas peluang investasi pen
Sumut 59 menit lalu
Rico Waas Dorong Transformasi PUD Pasar, Tekankan Modernisasi Sistem Dan Kinerja Profesional
Medan satu jam lalu
Laporan Polisi Hotman Paris Hutapea yang dinilai menciderai insan pers &039buruburu&039 dicabut PWI. Pencabuatan LP usai makan siang bareng.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Kondisi Jalan Nasional di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, semakin menjadi perhatian masyarakat.
Sumut 2 jam lalu
Dampak Gempa 7,1 M Guncang Jepang, 1 Orang Tewas.
Peristiwa 2 jam lalu