Airin Rico Waas:Investasi Jangka Panjang Membentuk Generasi Sehat dan Cerdas
POSMETRO MEDAN, Medan Keceriaan terpancar dari wajah ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat mengikuti kegiatan Pemberian Makan
Medan 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Sejarah panjang Tanah Deli di Sumatera Timur tidak serta-merta dimulai ketika Jacobus Nienhuys datang pada 1863.
Jauh sebelumnya, wilayah Nusantara telah menjadi panggung perdagangan penting yang menghubungkan dunia timur dan barat melalui rempah, hasil hutan, dan komoditas langka.
Sejak abad ke-7, kerajaan-kerajaan maritim besar seperti Sriwijaya hingga Majapahit menjalin hubungan dagang dengan India, Cina, hingga Timur Tengah.
Baca Juga:
Kapal junk dari Cina rutin bersandar di pelabuhan-pelabuhan Nusantara, membawa porselin, sutra, dan logam mulia. Sebaliknya, mereka kembali dengan muatan rempah, kayu berharga, kapulaga, kamper, hingga lada dari Sumatra yang sangat diminati pasar dunia.
Sebelum Revolusi Industri, pola pertanian masyarakat Nusantara masih bercorak subsisten. Sejarawan mencatat, sistem yang dikenal adalah kebun campuran dengan lahan kecil, dikelola keluarga, dan hasilnya hanya untuk kebutuhan sendiri.
Baca Juga:
Namun, sejak abad ke-16, perdagangan internasional kian deras. Pedagang Gujarat, Arab, dan Tiongkok rutin singgah di Aceh, Malaka, dan Jawa, membawa serta pengaruh agama, budaya, sekaligus memperluas jaringan niaga.
Gelombang besar perubahan datang ketika bangsa Eropa menancapkan kekuasaan di kawasan. Portugis menguasai Malaka pada 1511, disusul Spanyol dan Belanda. Dominasi dagang Eropa mengubah wajah perniagaan Asia Tenggara, terutama terkait komoditas rempah dari Maluku dan lada dari Sumatera.
Tanah Deli baru benar-benar dikenal dunia pada paruh kedua abad ke-19. Kedatangan Jacobus Nienhuys menjadi tonggak lahirnya perkebunan tembakau skala besar yang berorientasi ekspor.
Dari lahan-lahan sederhana milik masyarakat lokal, tumbuh perkebunan modern dengan sistem kerja terorganisir, modal besar, dan tenaga kerja kontrak dari Jawa, India, hingga Cina.
Para planters atau pengelola perkebunan Eropa tak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga struktur sosial. Mereka membangun jalur kereta api, gudang penyimpanan, perumahan, hingga klub sosial yang mencerminkan gaya hidup kolonial.
POSMETRO MEDAN, Medan Keceriaan terpancar dari wajah ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat mengikuti kegiatan Pemberian Makan
Medan 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Keceriaan terpancar dari wajah ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat mengikuti kegiatan Pemberian Makan
Medan 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Keceriaan terpancar dari wajah ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat mengikuti kegiatan Pemberian Makan
Medan 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Erni Ariyanti Sitorus, S.H., M.Kn., bersama sejumlah anggota DPRD Sumut turun la
Medan 46 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak melakukan aksi unik tak biasa. Usai menerima dan mengam
Medan 54 menit lalu
POSMETRO MEDAN Danau Toba sebagai diperkuat posisinya sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia.Penguatan Danau Toba sebagai destinasi
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi demonst
Medan 2 jam lalu
Kualitas data menentukan arah pembangunan, Walikota Medan mengajak warga menyukseskan sensus ekonomi 2026
Medan 2 jam lalu
Nilai tukar Rupiah diprediksi masih bisa menguat ke Rp17.500 seiring naiknya tingkat kepercayaan, kata ekonom.
Bisnis 3 jam lalu
Pengerjaannya direncanakan 2027, Pemko Medan mempercepat realisasi pembangunan RSUD Pringadi.
Medan 3 jam lalu