Rabu, 13 Mei 2026
Media Gathering dan Workshop Jurnalisme Perbankan Bank Sumut;"Kolaborasi dalam Narasi" (2)

Kolaborasi Antara Bank Sumut dan Media Menjadi Fondasi Bagi Pembangunan Ekonomi Sumatera Utara

Salamuddin Tandang - Minggu, 12 Oktober 2025 19:53 WIB
Kolaborasi Antara Bank Sumut dan Media Menjadi Fondasi Bagi Pembangunan Ekonomi Sumatera Utara
ist
Dari kanan ke kiri: Rianto Aghly SH (ketua SJMSI, Syaifullah Defaza (Ketua FWP), Suwandi (Sekretaris Bank Sumut), Farianda Putra Sini (Ketua PWI Sumut), Erris Julieta (Ketua SMSI)

POSMETRO MEDANSederhananya, kita mendefinisakan "Gathering" adalah kumpul bersama.Lengkapnya, "Gathering" adalah istilah yang berarti pertemuan ataukumpul bersama untuk tujuan tertentu, seperti mempererat hubungan,berbagi informasi, atau merayakan sesuatu. Dari ini, tentu saja kitabisa menafsirkan apa yang diniatkan oleh Manajemen Bank Sumut dan outputapa yang diharapkan!

Oleh Salamuddin (Posmetro Medan Jawa Pos)

Baca Juga:

Rangkaian kegiatan "Media Gathering dan Workshop Jurnalisme PerbankanBank" yang dihelat pada Kamis-Jumat (9-10/10/2025) di Hotel Khas Prapat,Prapat, Simalungun, menelurkan beberapa pokok pikiran penting danbernas. Disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan bersahaja. Sangat

Baca Juga:

mudah untuk dicerna.

Itu keluar dari ungkapan Suwandi, selaku Sekretaris Bank Sumut, KetuaPWI Sumut Bang Farianda Putra Sinik, Ketua JMSI Rianto Aghly SH, KetuaFWP Sumut Syaifullah Defaza, serta Bang Erwinsyah selaku wartawansenior dan PR Expert.

Sekretaris Bank Sumut, Suwandi, dalam kata sambutannya, Media Massa,baik itu media cetak dan online, memiliki peran penting bagimasyarakat. Media menjadi "aktor" stabilisator dan dinamisator di

tengah masyarakat. Media memiliki tanggungjawab menyampaikan informasiakurat, faktual dan dapat dipercaya.

Selaku pihak yang mewakili Direksi Bank Sumut, Suwandi lebih jauhmengatakan, keberhasilan lembaga keuangan daerah tidak hanya diukurdari pertumbuhan bisnis dan kinerja keuangan, tetapi juga dari kemampuanmembangun kepercayaan publik, di mana media memiliki peran penting itu.

"Media bukan hanya mitra dalam menyampaikan informasi, tetapi jugapenjaga kredibilitas publik, penyalur aspirasi, sekaligus jembatanantara lembaga keuangan dengan masyarakat," ujar Suwandi.

Media Gathering dan Workshop Jurnalisme Perbankan tidak hanya sekadarwadah silaturahmi, melainkan wadah strategis guna memperkuat dialog,transparansi, dan pemahaman bersama antara Bank Sumut dan insan mediamassa.

"Bank Sumut ingin tumbuh bersama, berproses bersama, dan berkontribusibersama bagi kemajuan daerah. Setiap narasi yang dibangun bersama mediaadalah bagian dari kekuatan untuk menumbuhkan kepercayaan publik. Iniesensi dari Kolaborasi dalam Narasi," tambahnya.

Selaku Bank daerah, kini Bank Sumut sedang bertumbuh. Memiliki komitmentinggi, menjaga prinsip keterbukaan dan akuntabilitas publik sebagaibagian dari upaya membangun public trust.

"Di era digital, peran media bukan hanya memberitakan, tetapi jugamengedukasi masyarakat agar lebih memahami literasi keuangan sertakontribusi perbankan dalam pembangunan daerah," jelasnya.

Urainya lagi, Workshop ini diharapkan menjadi ruang refleksi dua arahyang mendorong hubungan yang lebih baik antara media dan Bank Sumut.Tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga melalui kebersamaan dan

saling menghargai.

"Kami percaya, kolaborasi yang kuat antara media dan perbankan akanmenjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi daerah yang lebih berkah,transparan, dan dipercaya masyarakat," tuturnya.

Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, pada pembekalannya kepada insanPers, ingat wartawan hati-hati dalam bertugas. Sebab, duniakewartawanan adalah dunia penuh risiko.

Masyarakat, pada masa sekarang sangat kritis. Sudah lebih pintar. Jikasajian berita sudah melenceng dari kaidah UU Pokok Pers No.40 tahun 1999dan Kode Etik Jurnalistik, masyarakat bisa melaporkan media ke DewanPers.

"Kalau dulu, agak sulit melaporkan sebuah pemberitaan ke Dewan Pers,kalau sekarang agak gampang. Bisa melalui aplikasi. Jadi, hati-hati,"pesannya.

Pada bagian lain, Farianda, mengapresiasi Bank Sumut yang membuatgathering dan workshop. "Selain memperkuat kemitraan yang telah terjalinselama ini, kegiatan ini juga menambah ilmu dalam meningkatkan kapasitasbagi wartawan," pungkas Bang Anda.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto Aghly SH MH, dalam kata sambutannya menegaskan berapa pentingnya kemitraanantara media dan sektor perbankan dalam memperkuat literasi publik danmendukung pembangunan ekonomi daerah.

Lelaki yang akrab dengan Panggilan "Genk" ini menilai kegiatan inibukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi momentum strategis untukmenyatukan perspektif antara dunia media dan perbankan.

"Kami melihat ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi momentum pentinguntuk menyatukan perspektif antara dunia media dan dunia perbankan,"ujarnya.

Baginya, media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi jugamemastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan dapatdipertanggungjawabkan.

Sementara lembaga keuangan seperti Bank Sumutmemiliki tanggung jawab besar menjaga stabilitas ekonomi daerah danmembangun kepercayaan publik.

"Di sinilah pentingnya kolaborasi dalam narasi: bagaimana media daninstitusi keuangan bisa saling mendukung dalam menyampaikan pesan-pesanyang membangun, mencerahkan, dan mendorong literasi keuanganmasyarakat," kata Rianto.

Rianto mengajak para jurnalis, khususnya anggota JMSI, untukmemanfaatkan forum ini sebagai wadah memperdalam wawasan dan kompetensidi bidang jurnalisme ekonomi dan keuangan.

Ia menekankan pentingnyaintegritas dan profesionalisme dalam pemberitaan yang menyangkut sektor

perbankan.

"Kita tidak sedang membangun opini sesaat, tetapi membentuk pemahamanjangka panjang yang dapat berdampak pada kemajuan daerah," ujarnyadisambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, media siber yang kini menjadi garda terdepan penyebaraninformasi publik harus mengambil peran lebih besar dalam mengedukasimasyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan dan stabilitas ekonomi.Dengan begitu, masyarakat dapat memahami kebijakan perbankan secara

objektif dan bijak.

Dalam kesempatan itu, Rianto juga menyampaikan apresiasi kepada BankSumut yang dinilai konsisten membuka ruang kolaborasi dan komunikasidengan insan pers. Ia menyebut langkah ini sejalan dengan visi

"Kolaborasi Sumut Berkah" yang digagas G ubernur Sumatera Utara BobbyNasution, dimana seluruh elemen daerah didorong untuk bersinergi demiSumut yang lebih maju dan sejahtera.

Dia percaya, semakin dekat hubungan antara media dan lembaga keuangan, maka akan semakin terbuka ruang diskusi, pemahaman, dan sinergi yang produktif. Bank Sumut telah memberi contoh nyata bagaimana kemitraan itu dijalankan.

Rianto menegaskan bahwa JMSI siap menjadi mitra strategis Bank Sumutdalam menyebarkan informasi yang edukatif dan konstruktif bagimasyarakat. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut dan berkembang

menjadi model sinergi komunikasi publik yang sehat di tingkat daerah.

"Media bukan hanya penyampai kabar, tetapi juga mitra dalam pembangunandaerah," tutup Rianto penuh optimisme.

Dengan semangat kolaborasi yang tercermin dalam kegiatan ini, hubunganantara dunia perbankan dan media di Sumatera Utara diharapkan semakinkuat membentuk ekosistem informasi yang kredibel, mencerahkan, danberkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Sementara, Ketua FWP Sumut Syaifullah Defaza dalam keterangan persnyamengatakan, menilai kegiatan Media Gathering dan Workshop JurnalismePerbankan yang digelar Bank Sumut di kawasan wisata Parapat, DanauToba, merupakan langkah positif dan strategis dalam memperkuat hubungan

kemitraan antara dunia perbankan dan media.

"Ini sangat positif dan patut diberi apresiasi kepada manajemen, dalamhal ini Direksi Bank Sumut dan jajarannya, terutama SekretariatPerusahaan yang dipimpin Pak Suwandi," ujar Syaifullah Defaza menjawab

wartawan usai pembukaan acara, Kamis (9/10/25).

Menurutnya, program yang dirancang dan diimplementasikan dengan baikoleh Sekretaris Perusahaan tersebut menjadi wadah pembekalan pentingbagi para wartawan agar semakin memahami dinamika perbankan dan literasikeuangan.

"Wartawan mendapat banyak informasi sebagai pencerahan dan pembekalantentang berbagai hal yang menyangkut literasi keuangan dan perbankan,sesuai dengan tema kegiatan ini yang dibawakan oleh para narasumber yangkompeten," ujarnya.

Syaifullah juga menekankan, kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuatprofesionalisme wartawan, tetapi juga mempererat koordinasi dankomunikasi yang sehat antara media dan Humas, baik di lingkungan Bank

Sumut maupun lembaga lain.

"Di sini juga dibahas bagaimana berinteraksi secara positif,proporsional, dan profesional antara media dengan Humas. Prinsipnya kamisangat mendukung kegiatan seperti ini," tambahnya.Ia berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara berkelanjutan danbahkan dikembangkan menjadi program rutin.

"Kami berharap manajemen terus meningkatkan kinerja dan memperluaskemitraan yang profesional.

Dengan meningkatnya kinerja Bank Sumut, manfaatnya juga akan dirasakanmasyarakat, karena pada hakikatnya Bank Sumut adalah milik masyarakatSumatera Utara," tegas Syaifullah.

Erwinsyah, yang dikenal sebagai wartawan senior dan PR Expert, dalamuraiannya mengatakan, Humas atau public relation memiliki peran pentingguna menyampaikan kepada publik. Humas itu sebuah praktik manajemenkomunikasi strategis untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan

antara organisasi dengan publiknya.

Tugas utamanya adalah mengelola penyebaran informasi, menciptakan citrapositif, dan memastikan adanya komunikasi dua arah yang efektif antaraorganisasi dan publiknya.

"Ini harus dicermati. Kehumasan Bank Sumut, misalnya, harus mampumentranformasikan pesan pentingnya kepada masyarakat lewat media massayang sangat berkembang pada saat sekarang ini," ujarnya kepada 54

jurnalis dari seluruh Sumatera utara yang hadir di sana.

Bagian penting lain, khusus kepada jurnalis, agar menjadi benteng kuatguna menepis berita hoax. Berita Hoax ini dikategorikan kepada 2 hal.Pertama Berita Palsu dan Berita Bohong.

Menurut Erwinsyah, secara umum masyarakat sulit membedakan antara kedua.tetapi jika ditelaah secara jeli, tentu saja kedua berbeda.

Berita Palsu, bisa saja berdasarkan dari sebuah peristiwa yang benarterjadi pada waktu, tetapi dipelintir dan disajkan seolah-olah terjadipada masa kini atau terbaru.

Berita bohong, adalah sajian berita yang tidak benar atau tidak pernahterjadi. Disajikan untuk kepentingan tertentu yang bersifat negatif.

"Keduanya harus kita cermati. Karenanya, para jurnalis tetap dan harusmengacu kepada undang-undang pokok pers dan kode etik jurnalistik dantidak lagi merilis berita yang belum tentu kebenarannya," ujar Erwinsyahmengingatkan.

Edisi kedua ini memang rada-rada serius. Ya... karena memang ini adalahesensi "Media Gathering dan Workshop Jurnalisme Perbankan BankSumut;"Kolaborasi dalam Narasi".

Tunggu edisi selanjutnya.... (Bersambung)

Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
PWI Sumut Gelar Family Gathering 4 Juli 2026, Biayanya Rp 20.000 per Orang
Bank Sumut Raih Taxpayer Award dari DJP
Tapanuli Economic Forum 2026: Bank Sumut Hadirkan KUR BERKAH untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
Ketua JMSI Sumut Rianto: Media Harus Jadi Penjaga Kebenaran di Tengah Arus Informasi Digital
PWI Sumut Ajak Mitra dan Pengurus Berkurban
PWI – Kejatisu Kolaborasi Gelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW)
komentar
beritaTerbaru