Keluhan itu membuat Rico Waas tercenung sejenak, lalu tersenyum. "Nanti pelatih senam kita bantu siapkan. Jilbab untuk 70 lansia juga akan kita berikan," ujarnya disambut riuh emak-emak penuh kegirangan.
Atas aduan warga, Rico langsung menginstruksikan Dinas SDABMBK bersama OPD terkait untuk memetakan titik banjir. "Saluran harus dibersihkan, ditata ulang bila perlu. Jangan sampai ada bangunan menghambat aliran air," tegasnya ketika meninjau drainase yang tertutup vegetasi.
Baca Juga:
Namun, hari itu bukan semata soal keluhan. Di sisi lain lapangan, stan-stan UMKM berdiri berjajar meramaikan kegiatan. Bau lemang, cemilan tape, kopi lokal, hingga jus premium memenuhi udara. Gotong royong berubah menjadi panggung bagi para pelaku usaha mikro untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Salah satu yang paling ramai diserbu adalah UD Lomang Panas Jaya, milik Pak Lubis. Dengan penuh semangat, ia membungkus lemang pesanan warga sambil sesekali tersenyum bangga.
Baca Juga:
"Kalau ada keluarga cari oleh-oleh Medan, ingat lemang Tanjung Selamat," ujarnya.
Bazar ini bukan sekadar hiburan, tetapi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi lokal bisa berjalan beriringan dengan program penyelesaian masalah kota. Warga berdatangan bukan hanya membawa keluh kesah, tetapi juga merayakan produk-produk yang lahir dari tangan masyarakat sendiri.
Di tengah kegiatan yang padat, Rico Waas tidak tampak berjarak. Ia berpindah dari satu titik ke titik lain, mendengarkan aspirasi, memberikan solusi langsung, dan memastikan OPD menindaklanjuti setiap persoalan.
Di hadapan warga Taman Sakura, ia bahkan menyampaikan apresiasi kepada Pak Sianturi. "Terima kasih masukannya. Bapak ini cocok jadi penasehat Kecamatan Medan Tuntungan," ujarnya, disambut tawa warga.
Tags
beritaTerkait
komentar