Sementara untuk masalah honor bilal jenazah yang dikeluhkan Umi, Kepala Dinas Sosial langsung angkat bicara di lokasi. "Hari Selasa kami cairkan," tegasnya. Emak-emak sontak bersorak.
Gotong Royong Massal dan Sapa Warga ini telah menjelma menjadi panggung interaksi yang jujur antara pemerintah dan rakyatnya. Tidak ada protokol yang kaku. Tidak ada sekat antara pejabat dan warga. Yang ada hanyalah ruang saling bertukar, saling mendengar, dan bekerja bersama.
Baca Juga:
Tumpukan sampah dibersihkan, drainase ditinjau, UMKM diberdayakan, dan suara-suara kecil yang sering tak didengar kini mendapat perhatian langsung dari pemimpin kota.
Di penghujung acara, terlihat jelas bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga tentang merawat harapan. Bahwa persoalan banjir, macet, hingga program sosial bukan sekadar catatan di meja kantor, tapi kenyataan hidup yang harus segera diatasi.
Baca Juga:
Warga pulang dengan wajah lebih cerah; sebagian membawa lemang, sebagian membawa harapan.
Dan Wali Kota Rico Waas kembali melanjutkan langkahnya, menyusuri gang, drainase, dan perbincangan kecil yang kelak menjadi fondasi perubahan besar bagi Medan Tuntungan.(Bagas/Ikhsan/Antonius)
Tags
beritaTerkait
komentar