Wakapolrestabes Medan Pimpin Patroli Skala Besar, Targetkan Pelaku 3C dan Geng Motor
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan — Aroma persoalan kembali tercium dari PerumdaTirtanadi Sumatera Utara. Di balik sederet proyek dan kegiatan perusahaan yang dibiayai uang publik, muncul sosok misterius berinisial "D alias Vid" yang disebut-sebut menjadi aktor kunci dalam dugaan monopoli dan pengaturan proyek.
Lebih jauh, gerakannya ditengarai tidak berdiri sendiri, melainkan diduga dibekingi jejaring kekuasaan yang mencakup pejabat internal hingga seorang anggota DPRD Sumut dari partai besar.
Informasi ini muncul dari sejumlah sumber internal Tirtanadi yang telah lama mengikuti dinamika di balik layar perusahaan. Mereka menggambarkan bagaimana figur D alias Vid bergerak, siapa saja yang terhubung dengannya, serta bagaimana manuvernya disebut-sebut memicu kegaduhan internal selama beberapa bulan terakhir.
Baca Juga:
Salah satu sumber internal Tirtanadi yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan bahwa D alias Vid kerap memperkenalkan dirinya sebagai sosok berpengaruh di lingkaran politik Sumut.
"Dia sering mengaku sebagai orang politik. Setelah ditelusuri, secara formil dia tidak tercatat sebagai kader partai mana pun. Tetapi kedekatannya dengan seorang anggota DPRD Sumut aktif itu nyata. Itu yang membuat beberapa pejabat internal terlihat segan," ungkap sumber tersebut, Senin (10/11/2025).
Baca Juga:
Kedekatan dengan legislator tersebut diyakini memberi D alias Vid ruang gerak yang lebih berani dalam mendekati pejabat internal Tirtanadi, terutama dua pejabat yang disebut sebagai "penyangga" aktivitasnya.
Menurut sumber tersebut, inilah pintu masuk berbagai dugaan pengaturan proyek.
Sumber lain yang ditemui terpisah menyebut sosok D alias Vid sebagai figur yang paling bertanggung jawab atas kegaduhan yang dalam beberapa bulan terakhir memecah fokus internal perusahaan. Ia diduga memainkan peran sebagai penghubung proyek, mulai dari rekomendasi paket pekerjaan hingga penentuan rekanan tertentu.
"Dialah biang persoalan. Isu tebang pilih, bagi-bagi proyek, dan manuver yang memecah hubungan antara dewan pengawas dan direktur utama itu muncul karena sepak terjangnya," ujar sumber tersebut.
Disebutkan, D alias Vid kerap menggunakan narasi kedekatan dengan elit politik untuk menekan beberapa pihak internal agar memuluskan permintaan tertentu. Manuver ini dinilai merusak iklim kerja, sebab menciptakan persepsi adanya orang kuat dari luar yang ikut mengatur arah bisnis perusahaan.
Menariknya, informasi yang diperoleh dari sumber ketiga justru menegaskan bahwa Direktur Utama PerumdaTirtanadi, Adrian Surbakti tidak mengenal bahkan tidak pernah berinteraksi langsung dengan figur berinisial D alias Vid. Ini sekaligus membantah opini publik yang sebelumnya berkembang.
"Isu bahwa Direksi Utama Adrian Surbakti dekat dengan D Vid itu tidak benar. Tidak ada hubungan apa pun. Yang ada justru dua pejabat internal, seorang direktur dan seorang kepala divisi, yang disebut memiliki kedekatan dan sering berkomunikasi dengannya," ujar sumber tersebut.
Meski demikian, narasi kedekatan Dirut dengan D alias Vid sempat berkembang liar di lingkungan pegawai. Sumber menyebut, rumor itu sengaja dipelintir untuk memberikan legitimasi terhadap aktivitas sang oknum di lapangan.
"Setiap kali gerakannya dipertanyakan, selalu muncul alasan bahwa ia adalah orangnya petinggi. Padahal itu tidak terbukti. Ini yang membuat suasana internal menjadi keruh," tambahnya.
Pengamat Tata Kelola BUMD Sumut yang dimintai tanggapan menilai isu seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Dugaan intervensi oknum, apalagi yang mengklaim membawa nama partai politik, dapat menabrak prinsip tata kelola perusahaan serta menciptakan konflik kepentingan.
Menurutnya, pola seperti ini lazim terjadi ketika proyek-proyek strategis mulai masuk tahap eksekusi.
"Begitu ada peluang proyek, mulai muncul broker-broker yang mencoba mengambil celah. Jika ada relasi dengan pejabat internal, risikonya semakin besar. Jika dibiarkan, sistem pengadaan bisa lumpuh," ujarnya.
Meski demikian, pengamat tersebut mengingatkan bahwa seluruh dugaan harus diuji secara formal oleh internal perusahaan, bukan sekadar dibiarkan berkembang sebagai isu yang berpotensi merusak citra institusi.
Upaya konfirmasi kepada Sekretariat PerumdaTirtanadi, Nurlim, belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim tidak direspons hingga berita ini diterbitkan.
Hingga kini, manajemen Tirtanadi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dugaan hubungan oknum D alias Vid dengan pejabat internal, maupun kemungkinan adanya intervensi pihak luar dalam proses pengadaan proyek.
Publik menunggu langkah tegas dari manajemen dan dewan pengawas untuk memperjelas duduk perkara, terutama karena menyangkut transparansi penggunaan dana publik serta integritas perusahaan daerah yang selama ini menjadi tulang punggung penyediaan air bersih di Sumatera Utara.(REZ)
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 6 jam lalu
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 9 jam lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 11 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 11 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 12 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 14 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 17 jam lalu