Minggu, 29 Maret 2026

Perumda Tirtanadi Diguncang Dugaan Manopoli Proyek, Ada Oknum Jadi Aktor Kunci

Administrator C
Administrator - Selasa, 25 November 2025 09:28 WIB
Perumda Tirtanadi Diguncang Dugaan Manopoli Proyek, Ada Oknum Jadi Aktor Kunci
IST
Kantor Perumda Tirtanadi.

POSMETRO MEDAN,Medan — Aroma persoalan kembali tercium dari PerumdaTirtanadi Sumatera Utara. Di balik sederet proyek dan kegiatan perusahaan yang dibiayai uang publik, muncul sosok misterius berinisial "D alias Vid" yang disebut-sebut menjadi aktor kunci dalam dugaan monopoli dan pengaturan proyek.

Lebih jauh, gerakannya ditengarai tidak berdiri sendiri, melainkan diduga dibekingi jejaring kekuasaan yang mencakup pejabat internal hingga seorang anggota DPRD Sumut dari partai besar.

Informasi ini muncul dari sejumlah sumber internal Tirtanadi yang telah lama mengikuti dinamika di balik layar perusahaan. Mereka menggambarkan bagaimana figur D alias Vid bergerak, siapa saja yang terhubung dengannya, serta bagaimana manuvernya disebut-sebut memicu kegaduhan internal selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:

Salah satu sumber internal Tirtanadi yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan bahwa D alias Vid kerap memperkenalkan dirinya sebagai sosok berpengaruh di lingkaran politik Sumut.

"Dia sering mengaku sebagai orang politik. Setelah ditelusuri, secara formil dia tidak tercatat sebagai kader partai mana pun. Tetapi kedekatannya dengan seorang anggota DPRD Sumut aktif itu nyata. Itu yang membuat beberapa pejabat internal terlihat segan," ungkap sumber tersebut, Senin (10/11/2025).

Baca Juga:

Kedekatan dengan legislator tersebut diyakini memberi D alias Vid ruang gerak yang lebih berani dalam mendekati pejabat internal Tirtanadi, terutama dua pejabat yang disebut sebagai "penyangga" aktivitasnya.

Menurut sumber tersebut, inilah pintu masuk berbagai dugaan pengaturan proyek.

Sumber lain yang ditemui terpisah menyebut sosok D alias Vid sebagai figur yang paling bertanggung jawab atas kegaduhan yang dalam beberapa bulan terakhir memecah fokus internal perusahaan. Ia diduga memainkan peran sebagai penghubung proyek, mulai dari rekomendasi paket pekerjaan hingga penentuan rekanan tertentu.

"Dialah biang persoalan. Isu tebang pilih, bagi-bagi proyek, dan manuver yang memecah hubungan antara dewan pengawas dan direktur utama itu muncul karena sepak terjangnya," ujar sumber tersebut.

Disebutkan, D alias Vid kerap menggunakan narasi kedekatan dengan elit politik untuk menekan beberapa pihak internal agar memuluskan permintaan tertentu. Manuver ini dinilai merusak iklim kerja, sebab menciptakan persepsi adanya orang kuat dari luar yang ikut mengatur arah bisnis perusahaan.

Menariknya, informasi yang diperoleh dari sumber ketiga justru menegaskan bahwa Direktur Utama PerumdaTirtanadi, Adrian Surbakti tidak mengenal bahkan tidak pernah berinteraksi langsung dengan figur berinisial D alias Vid. Ini sekaligus membantah opini publik yang sebelumnya berkembang.

"Isu bahwa Direksi Utama Adrian Surbakti dekat dengan D Vid itu tidak benar. Tidak ada hubungan apa pun. Yang ada justru dua pejabat internal, seorang direktur dan seorang kepala divisi, yang disebut memiliki kedekatan dan sering berkomunikasi dengannya," ujar sumber tersebut.

Meski demikian, narasi kedekatan Dirut dengan D alias Vid sempat berkembang liar di lingkungan pegawai. Sumber menyebut, rumor itu sengaja dipelintir untuk memberikan legitimasi terhadap aktivitas sang oknum di lapangan.

"Setiap kali gerakannya dipertanyakan, selalu muncul alasan bahwa ia adalah orangnya petinggi. Padahal itu tidak terbukti. Ini yang membuat suasana internal menjadi keruh," tambahnya.

Pengamat Tata Kelola BUMD Sumut yang dimintai tanggapan menilai isu seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Dugaan intervensi oknum, apalagi yang mengklaim membawa nama partai politik, dapat menabrak prinsip tata kelola perusahaan serta menciptakan konflik kepentingan.

Menurutnya, pola seperti ini lazim terjadi ketika proyek-proyek strategis mulai masuk tahap eksekusi.

"Begitu ada peluang proyek, mulai muncul broker-broker yang mencoba mengambil celah. Jika ada relasi dengan pejabat internal, risikonya semakin besar. Jika dibiarkan, sistem pengadaan bisa lumpuh," ujarnya.

Meski demikian, pengamat tersebut mengingatkan bahwa seluruh dugaan harus diuji secara formal oleh internal perusahaan, bukan sekadar dibiarkan berkembang sebagai isu yang berpotensi merusak citra institusi.

Upaya konfirmasi kepada Sekretariat PerumdaTirtanadi, Nurlim, belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim tidak direspons hingga berita ini diterbitkan.

Hingga kini, manajemen Tirtanadi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dugaan hubungan oknum D alias Vid dengan pejabat internal, maupun kemungkinan adanya intervensi pihak luar dalam proses pengadaan proyek.

Publik menunggu langkah tegas dari manajemen dan dewan pengawas untuk memperjelas duduk perkara, terutama karena menyangkut transparansi penggunaan dana publik serta integritas perusahaan daerah yang selama ini menjadi tulang punggung penyediaan air bersih di Sumatera Utara.(REZ)

Tags
beritaTerkait
Dirut PDAM Tirtanadi Adrian Surbakti Tegaskan Isu Pencaloan Kasus Lama 2022, Oknum Sudah Dipanggil Polda Sumatera Utara
Mantan Plt Kadis PUTR, PPTK dan Rekanan jadi Pesakitan, Negara Rugi Rp2,6 Miliar
Proyek Rehabilitasi TPI Percut Sei Tuan Senilai 2,5 Miliar Bermasalah, Kontrak dan Adendum Dilanggar
Pemutusan 137 Sambungan Air Masyarakat di Jalan Tuba III Medan Denai
Gaji Tertunggak 1,5 Bulan, Puluhan Pekerja Proyek Stadion Teladan Geruduk Kantor PT WIKA Gedung Malam Hari
Perumda Tirtanadi Turunkan Harga Air Bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
komentar
beritaTerbaru