Menariknya, informasi yang diperoleh dari sumber ketiga justru menegaskan bahwa Direktur Utama PerumdaTirtanadi, Adrian Surbakti tidak mengenal bahkan tidak pernah berinteraksi langsung dengan figur berinisial D alias Vid. Ini sekaligus membantah opini publik yang sebelumnya berkembang.
"Isu bahwa Direksi Utama Adrian Surbakti dekat dengan D Vid itu tidak benar. Tidak ada hubungan apa pun. Yang ada justru dua pejabat internal, seorang direktur dan seorang kepala divisi, yang disebut memiliki kedekatan dan sering berkomunikasi dengannya," ujar sumber tersebut.
Baca Juga:
Meski demikian, narasi kedekatan Dirut dengan D alias Vid sempat berkembang liar di lingkungan pegawai. Sumber menyebut, rumor itu sengaja dipelintir untuk memberikan legitimasi terhadap aktivitas sang oknum di lapangan.
"Setiap kali gerakannya dipertanyakan, selalu muncul alasan bahwa ia adalah orangnya petinggi. Padahal itu tidak terbukti. Ini yang membuat suasana internal menjadi keruh," tambahnya.
Baca Juga:
Pengamat Tata Kelola BUMD Sumut yang dimintai tanggapan menilai isu seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Dugaan intervensi oknum, apalagi yang mengklaim membawa nama partai politik, dapat menabrak prinsip tata kelola perusahaan serta menciptakan konflik kepentingan.
Menurutnya, pola seperti ini lazim terjadi ketika proyek-proyek strategis mulai masuk tahap eksekusi.
"Begitu ada peluang proyek, mulai muncul broker-broker yang mencoba mengambil celah. Jika ada relasi dengan pejabat internal, risikonya semakin besar. Jika dibiarkan, sistem pengadaan bisa lumpuh," ujarnya.
Meski demikian, pengamat tersebut mengingatkan bahwa seluruh dugaan harus diuji secara formal oleh internal perusahaan, bukan sekadar dibiarkan berkembang sebagai isu yang berpotensi merusak citra institusi.
Tags
beritaTerkait
komentar