Jumat, 15 Mei 2026
Refleksi Akhir Tahun 2025 BP-TCUGGp dan Proyeksi Kegiatan Tahun 2026

BP-TCUGGp Toreh Prestasi Yellow ke Green Card, Silver Award oleh Asian Development Bank, Penghargaan Menteri Bappenas dan ......

Salamuddin Tandang - Kamis, 18 Desember 2025 16:32 WIB
BP-TCUGGp Toreh Prestasi Yellow ke Green Card, Silver Award oleh Asian Development Bank, Penghargaan Menteri Bappenas dan ......
ist
General Manager BP-BP-TCUGGp, Dr Azizul Kholis, bersama para pembicara dan peserta foto bersama usai kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Proyeksi Kegiatan Tahun 2026.

POSMETRO MEDAN, Medan -BP-BP-TCUGGp (Badan Pengelola-Toba Caldera Unesco Global Geopark), gelar Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Proyeksi Kegiatan Tahun 2026, Kamis, 18 Desember 2025, 2025, di Aula Gedung Pascasarjana lt 2 Poltekpar Medan, Jalan l Rumah Sakit Haji No. 12. Kegiatan yang dimoderatori oleh Debbie Riauni Panjaitan selaku Manager Divisi Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan BP-TCUGGp, berjalan lancar dan bersahaja sekali. Dr Azizul Kholis, General Manager BP-TCUGGp, yang didaulat sebagai pemateri menyampaikan pencapaian BP-TCUGGp pada 2025 dan Proyeksi Kegiatan pada 2025. Lalu, poin penting apa yang telah dan ingin dicapai?

Dihadapan tak kurang dari 30 undangan, Dr Azizul Kholis urai revalidasi Geopark Danau Toba, melalui plasma. Ada 16 geosite dari 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba yang telah ditinjau oleh tim Asesor (Penilai) United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, (Unesco), pada Juli 2025 lalu. Tujuannya tak lain agar Danau Toba kembali mendapatkan green card dari Unesco.

General Manager Geopark Kaldera Toba Azizul Kholis mengungkapkan, seluruh rekomendasi telah tercapai. Diantaranya penelitian dan usulan geosite baru, inventarisasi warisan alam budaya dan benda beserta keterkaitannya, visibiliti dan panel informasi, serta keaktifan sebagai anggota Global Geopark Network (GGN).

Baca Juga:

Ada beberapa tempat yang didatangi oleh Asesor. Seperti Geosite Sipinsur Kabupaten Humbahas, yang terletak di tepi kaldera raksasa Danau Toba. Di sini mereka menilai dari aspek konservasi, edukasi dan pmeberdayaan masyarakat lokal serta potensi wisata.

Selain itu, juga mengunjungi geosite Hutaginjang, Kabupaten Tapanuli Utara. Di sana, para aksesor mereka menilai dan mencoba hasil product masyarakat setempat. Kemudian menilai dari lanskap geologi dan pelestarian wisata.

Baca Juga:

Buah dari revalidasi dan validasi Geopark Caldera Toba kembali menerima status Greed Card (Kartu Hijau) dalam keanggotaan di jaraingan Unesco Global Geopark (UGGp). Status tersebut ditetapkan pada saat Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile, Sabtu (6/9/2025), waktu setempat.

General Manager BP Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, tentu saja sangat bersyukur dan berterima kasih atas pencapaian ini. Status kartu hijau merupakan buah kerja keras semua pihak.

Menurutnya, capaian ini dapat menjadi batu loncatan atau momentum untuk melakukan kolaborasi pengelolaan Kaldera Toba ke arah yang lebih baik lagi, dan bisa lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Azizul mengapresiasi keterlibatan semua pihak, mulai dari OPD Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota sekawasan Danau Toba, hingga pemerintah pusat yang telah mendukung upaya menjalankan rekomendasi UNESCO. Tanpa dukungan semua pihak, mustahil status tersebut kembali didapat.

Sebagai informasi, status kartu hijau atau Green Card adalah penilaian tertinggi dalam keanggotaan GGN. Dengan begitu, Geopark Caldera Toba berhak menyandang status UGGp hingga masa empat tahun ke depan.

Kartu ini juga menjadi indikator standar pengelolaan yang terpenuhi sesuai protokol UGGp. Setiap anggota UGGp akan di-revalidasi setiap empat tahun untuk mengevaluasi pengelolaannya.

Untuk mendapatkan status Greed Card tersebut, langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh BP-CTUGGp, yakni dengan mengikuti kegiatan IMT-GT Geopark Eco Tourism di Langkawi Geopark, pada 24 Juli 2025. Hasilnya, berupa peningkatan pariwisata berkelanjutan, yang terwujud melalui pengembangan ekowisata, termasuk menjadikan kedua kawasan geopark ini menjadi "sister geopark".

Puncaknya, saat menghadiri Sidang Council GGN Chile V di Kutralkura Geopark pada 5 – 6 September 2025, di Kota Temuco, Chile, BP-TCUGGp menerim rekomendasi status UGGp untuk geopark baru dan hasil revalidasi (peninjauan kembali status) untuk geopark yang sudah ada, termasuk beberapa dari Indonesia. Hingga akhirnya menerima Sertifkat keanggotaan GGN di Francis.

Lebih jauh Azizul menerangkan, BP-TCUGGp melakukan kegiatan dengan pengembangan jejaring internasional. Diantarnya, menerima kunjungan dari Lenggong Geopark di Taman Simalem Resort pada 9 Oktober 2025, yang menghasilakan terjalinnya hubungan kerja sama yang lebih erat antara Lenggong Geopark (Malaysia) dengan Geopark Toba Caldera menjadi "Sister Geopark".

Pada 7 November 2025, BP-TCUGGp melakukan dengan ke Konjen Malaysia di Jalan Diponegoro Medan. Hasil audiensi tersebut sangat memuaskan sekali yakni adanya penguatan kerja sama Internasional, khususnya dengan Geopark yang ada di Malaysia dan Tourism.

Juga, pada saat audiensi dengan Konjen Singapura pada 12 November 2025 di Medan, memperkuat diplomasi geopark Indonesia–Singapura dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau "Tujuan Pembangunan Berkelanjutan".

SDGs ini adalah serangkaian 17 tujuan pembangunan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai cetak biru untuk mencapai masa dengan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua orang.

Terkait Program Edukasi dan Jejaring Internasional, BP-TCUGGp telah melakukan Sosialisasi "GEOPARK TO SCHOOL" di Medan International School, pada 18 November 2025 di Medan, yang bertujuan membangun pemahaman dan kesadaran siswa tentang nilai-nilai geopark dan pentingnya konservasi warisan geologi.

Termasuk sosialisasi kepada mahasiswa Temasek Polytechnic, Ngee Ann Polytechnic, dan Singapure Polytechnic. Ketiga Unniversitas ini berada di Singapura.

BP-TCUGGp telah melakukan kunjungan ke Lenggong Perak, Malaysia, pada 1-3 Desember 2025, guna memperkuat kerja sama internasional dengan Geopark Malaysia, dan penguatan Geotourism Festival 2026.

"Diperkirakan sudah ada 1000 mahasiswa ikut serta dalam program edukasi ke geosite toba caldera," ujar Azizul.

Pada 3 Desember 2025, BP-TCUGGp Menerima Penghargaan dari Menteri Perencanaan, Pembangangunan Nasional/ Bappenas. Penghargaan atas keberhasilan meraih status Toba Caldera dari Yellow Card menjadi Green card.

Guna lebih mengembangkan program pembangunan berkelanjutan di Caldera Toba, BP-TCUGGp membangun visi Toba Caldera sebagai gerbang Geopark di Asia Tenggara. Secara teknis dengan mengggandeng perusahaan penerbangan asing agar membuka flight ke Bandara Kualanamu dan Silangit.

Menyongsong tahun 2026, BP-TCUGGp menyiapkan program strategis. Pertama, Pusat Informasi Terpadu Terkait Geopark (CAPACITY BUILDING GEOPARK INFORMATION CENTRE ) dengan menggandeng Temasek Polytechnic Singapore. Kedua, membentuk Gugus Tugas Pelatihan Geosite (TRAINER FOR GEOSITE TASK FORCE ) dengan menggandengan Unesco ASEAN. Ketiga, menggelar GEOPARKS EXPO SISTER IN IMT-GT FORUM dan keempat, menggelar ASIA PASIFIK GEOPARK CORNER di China, Japan, Korea, Iran, New Zealand.

Terkait Program berkelanjutan, urai Azizul, medio 2025-2026 BP-TCUGGp, dengan melakukan Revalidasi Green Card, Jumlah Wisman 300 Ribu, Document Master Plan, Capacity Building, Brand Image, Comprehensive Planning dan Stakeholder Collaboration.

Medio 2027-2028, BP-TCUGGp canangkan jumlah Wisman mencapai 500 Ribu, menggelar Konferensi Internasional, Diversifikasi Geoproduct, Geology Strethening, dan Community Empowerment.

Medio 2029-2030, mengembangkan industri pariwisata berkelanjutan dengan target 1 juta wisawatan mancanegara, membangun Pusat Pelatihan Geology, meningkatkan peringkat status Taman Bumi (Global UNESCO Geopark Rangking) dan Sejumlah kegiatan Strategis Toba Caldera.

"Dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dan perencanaan, Saya menyimpulkan beberapa pokok pikiran. Pertama, BP TCUGGp berhasil meningkatkan status Toba Caldera Geopark dari Yellow Card tahun 2023 menjadi Green Card tahun 2025. Kedua, BP TCUGGp berhasil meraih peringkat kedua dengan mendapatkan silver award oleh Asian Development Bank dalam bidang rencana pengembangan smart tourism. Ketiga, BP TCUGGp mendapatkan penghargaan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas yang diserahkan oleh Mendagri atas capaian kinerja Geopark Indonesia. Keempat, BP TCUGGp telah melakukan berbagai program dan kegiatan dalam hal penguatan kelembagaan, jejaring internasional dan kemitraan. Dan yang terakhir Mitra TCUGGp yaitu Taman Simalem Resort mendapatkan penghargaan dari Komite Nasional Geopark Indonesia atas dukungan partisipasi penuh pengembangan geopark," pungkas Azizul. (lam)

Lampiran I Nomor : 414/UND/BP.TCUGGp/XII/2025 Tanggal : 15 Desember 2025 DAFTAR UNDANGAN

1. Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara

2. Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara

3. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara

4. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara

5. Dinas Perindustrian Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara

6. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara

7. Badan Pelaksana Otorita Danau Toba

8. Direktur Politeknik Pariwisata Medan

9. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara

10.Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, Medan

11.Pusat Studi Geopark Poltekpar

12.Prodi Pariwisata USU

13.Asita Sumatera Utara

14.Astindo Sumatera Utara

15.Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatera Utara

16.Himpunan Pramuwisata Indonesia Sumatera Utara

17.Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S

18.Prof. Dr. Rer. Nat. Binari Manurung, M.Si

19.Prof. Dr. Cia Cai Cen, M.Si

20.Dr. RE Nainggolan, M.Si

21.Dr. Ir. Budi D. Sinulingga, M.Si

22.Dr. Jufri Darma, SE, M.Si

23.Dewarman Sitompul, M.Sc

24.Ir. Irman, M.Si

25.Sofyan Ahmadi Hutasuhut, MM

26.Salamuddin (POSMETRO MEDAN)

27.Sasli Pranoto (Medan Bisnis)

28.Fajar (BBI Siber)

29.Gito (Waspada)

30.Hendra (Analisa)

31.Eti Wahyuni (Tribun)

Tags
beritaTerkait
Gubsu Dorong BP Toba Caldera UGGp Pertahankan Green Card, Perkuat Dampak Nyata bagi Masyarakat Danau Toba
Duh! Pekerja Toba Caldera UNESCO Geopark Ngaku Tak Terima Gaji Desember 2025
RE Nainggolan: "Tujuan Akhir Pengelolaan Geopark adalah Kelestarian kawasan dan Kesejahteraan Masyarakat"
Kunjungan ke ISTP untuk Kolaborasi Pengembangan Geopark
Setelah Green Card, Toba Caldera Meraih “Silver Award” di Ajang Geopark Smart Tourism Asian Development Bank
Pulih Kembali, Toba Caldera UNESCO Global Geopark Menerima Status Green Card
komentar
beritaTerbaru