Minggu, 29 Maret 2026

Krisis Literasi di Dalam Kampus Dan Upaya Untuk Menghidupkan Kembali Tradisi Budidaya Baca, Diskusi Dan Aksi

Faliruddin Lubis - Sabtu, 03 Januari 2026 12:01 WIB
Krisis Literasi di Dalam Kampus Dan Upaya Untuk Menghidupkan Kembali Tradisi Budidaya Baca, Diskusi Dan Aksi
IST
Kelompok Diskusi Mahasiswa.

POSMETRO MEDAN,Medan- Di tengah gemerlap era modern hari ini, kita mengetahui bersama bahwa dunia kampus sejak dahulu dikenal sebagai ruang lahirnya ide, gagasan, pemikiran kritis, serta keberanian intelektual dalam melawan segala bentuk ketidakadilan.

Kampus adalah pusat tradisi keilmuan tempat mahasiswa dibentuk melalui kekuatan literasi, kedalaman argumen, dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Namun, tradisi tersebut kini dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit: krisis literasi yang semakin nyata. Aktivitas baca, diskusi, dan aksi yang dahulu menjadi denyut nadi gerakan mahasiswa, perlahan memudar bahkan nyaris menghilang.

Baca Juga:

Budaya instan merajalela. Informasi singkat di media sosial lebih diminati dibandingkan kajian mendalam dari buku-buku. Akibatnya, minat bacamahasiswa menurun, diskusi kehilangan substansi, dan kemampuan analisis pun semakin melemah.

Krisis literasi ini tidak hanya tercermin dari rendahnya minat membaca, tetapi juga dari kecenderungan memahami pengetahuan secara dangkal.

Baca Juga:

Di era globalisasi saat ini, banyak mahasiswa membaca semata-mata untuk memenuhi tuntutan tugas akademik, bukan untuk membangun pemahaman, memperluas pengetahuan, ataupun menumbuhkan kesadaran kritis.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kampus berisiko kehilangan ruh intelektualnya kehilangan perannya sebagai ruang pencerdasan dan pembebasan.

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menghidupkan kembali budaya literasi di lingkungan kampus. Baca, Diskusi, dan Aksi harus dipandang sebagai kebutuhan intelektual mahasiswa, bukan sekadar kewajiban formal.

Hanya dengan memperkuat literasi, kampus dapat kembali menjalankan perannya sebagai ruang pembebasan, pengembangan peradaban, dan pembentukan manusia yang merdeka dalam berpikir. Karena sejatinya, mahasiswa adalah insan merdeka.

Atas dasar kegelisahan tersebut, salah satu kader yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Saintek UINSU hadir dengan sebuah ikhtiar konkret: menyediakan dan menyalurkan berbagai bacaan melalui sebuah wadah akses literasi. Bacaan yang tersedia mencakup beragam tema sejarah, keindonesiaan, keislaman, filsafat, keperempuanan, serta buku-buku penunjang lainnya yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/Gandapasaribu_bloggspotbukubacaan

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Aktivis Mahasiswa Asahan Kutuk Aksi Penyerangan Terhadap Aktivis Andrie Yunus
Siswa/I Al-Ulum Mantapkan Pilih Kuliah di UINSU Medan
UINSU Medan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an dan Buka Puasa Bersama
Kemlu Evakuasi 32 WNI dari Iran Secara Bertahap, Mayoritas Mahasiswa
Kapolres Langkat Hadiri Pembukaan Muscab SEMMI, Ajak Mahasiswa Jaga Stabilitas dan Perkuat Peran Kontrol Sosial
PILKADA LEWAT DPRD Tema : Efesiensi Anggaran atau Efesiensi Lawan Politik?
komentar
beritaTerbaru