Pemiliknya Bang Min Masih DPO, Sampai di Medan Pembelinya Rupanya Polisi
Jual Beli Ganja 20 Kg, 2 Pria Divonis 20 Tahun Penjara.
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Bandar di lokasi kartel narkoba Jermal 15 memang benar-benar tak ada takutnya. Walaupun pria berinisial GS yang disebut-sebut sebagai bandar besar di lokas itu sedang dicari Polrestabes Medan, serta beberapa barak milik GS sudah dihancurkan, tak membuat GS patah semangat.
Bahkan, menurut mantan orang kepercayaannya, GS sedikit demi sedikit mulai kembali membangun kembali barak miliknya. Yang lebih parahnya lagi, GS memakai jasa anak kecil di setiap sudut pintu masuk Jermal.
Hal itu ia lakukan, karena belasan orang-orang kepercayaannya sudah diamankan Satresnarkoba Polrestabes Medan.
Baca Juga:
"Sebagian dah ditangkap, sebagian lagi dah lari bang, mereka takut jadi target selanjutnya, makanya dia pakai jasa anak kecil. Mulai Dari Jermal 7 sampai Jermal 15 udah ada mata-matanya," jelas B, mantan orang kepercayaan GS.

Baca Juga:
Minggu (4/1/2026), Polrestabes Medan kembali melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika. Melalui Gerakan Serentak Narkoba (GSN), petugas menggerebek kawasan Jermal 15, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, yang disebut Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak sebagai kartel narkoba.
Operasi skala besar ini melibatkan sedikitnya 187 personel gabungan yang terdiri dari Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, serta berbagai satuan fungsi di Polrestabes Medan seperti Sat Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam, hingga Tim Khusus JCS.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Kapolrestabes Kombes Jean Calvijn Simanjuntak Melalui Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Pardamean Hutahaean. Dalam arahannya, Pardamean menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi bagi seluruh anggota di lapangan.
"Jangan ada anggota kita yang jadi korban. Mengingat sebelumnya sering terjadi perlawanan saat dilakukan penindakan, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama," ujar Pardamean.
Setibanya di lokasi yang kerap dituding sebagai zona merah narkoba tersebut, petugas bergerak cepat menyisir area. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan 10 orang yang diduga kuat sebagai penyalahguna narkotika.
Selain penangkapan, petugas juga melakukan tindakan fisik terhadap sarana aktivitas ilegal di lokasi seperti Pembongkaran Barak Empat bangunan semi permanen (barak) yang dijadikan tempat transaksi dan penggunaan sabu dirubuhkan oleh petugas.
Petugas menyita sejumlah paket sabu, plastik klip kosong, alat isap (bong), serta mancis serta perjudian, pPolisi turut mengamankan 26 unit mesin judi jenis dingdong dari lokasi penggerebekan.
Dalam operasi ini turut hadir mendampingi dalam operasi tersebut Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafly Yusuf Nugraha, Kasat Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar, serta Wakasat Reskrim AKP Ainul Yaqin.
Kabag Ops Polrestabes Medan mengapresiasi kinerja seluruh tim yang membuat operasi ini berjalan dengan aman tanpa kendala berarti."Seluruh kegiatan yang kita laksanakan hari ini berjalan lancar dan kondusif," ungkapnya.
Operasi GSN ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polrestabes Medan untuk menekan angka kriminalitas dan memulihkan lingkungan masyarakat dari pengaruh buruk aktivitas ilegal seperti narkoba dan perjudian.
"Bapak kapolrestabes Medan berkomitmen menekan peredaran gelap narkotika sekaligus memulihkan lingkungan masyarakat dari aktivitas ilegal yang merugukan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, kartel narkoba adalah organisasi kriminal terstruktur yang terdiri dari gembong narkoba independen yang bekerja sama untuk mengontrol, memproduksi, dan mendistribusikan narkoba ilegal secara global, bertujuan meningkatkan keuntungan dengan menetapkan harga dan membatasi persaingan, seringkali menggunakan kekerasan, penculikan, dan pembunuhan untuk mempertahankan wilayah dan kekuasaan.
Mereka beroperasi di berbagai negara dengan struktur hirarkis seperti pemimpin (bandar narkoba), letnan, pembunuh bayaran (hitmen), dan mata-mata (falcons/elang).
Ciri-ciri Kartel Narkoba:
Kolusi dan Kontrol Pasar: Bekerja sama untuk mengendalikan pasokan dan harga narkoba.
Struktur Hierarkis: Memiliki tingkatan yang jelas, mulai dari pemimpin puncak hingga anggota bersenjata dan mata-mata.
Kejahatan Terorganisir: Melakukan aktivitas ilegal selain perdagangan narkoba, termasuk pencucian uang, pemerasan, dan penculikan, perjudian.
Kekerasan: Menggunakan kekerasan ekstrem untuk melindungi bisnis, menghilangkan saingan, dan menegakkan hukum internal.(MedanViral/TIM)
Jual Beli Ganja 20 Kg, 2 Pria Divonis 20 Tahun Penjara.
Medan satu jam lalu
Kemerdekaan ke81 Harus Jadi Momentum Benahi Pengelolaan Pendidikan.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Jaga Tanaman Tetap Subur, Babinsa Dampingi Petani Bersihkan Gulma di Kebun Jahe.
Bisnis 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,BATAM Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memperjuangkan penambahan Transfer Keuangan Daerah (
Medan 3 jam lalu
PKBM Bumi Literasi Tuan Rumah Digitalisasi Pembelajaran SPNF Deli Serdang.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,NIAS BARAT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pelaksanaan Universal Health Coverage (U
Sumut 3 jam lalu
Prabowo Pangkas Bunga Cicilan Motor Listrik, DP Bakal Nol Yang Masih Pakai Motor Bensin Rasain Sendiri
Global 5 jam lalu
Buktikan Potensi "Hidden Gem", LLDikti I Gelar Perlombaan Mahasiswa Inklusi Rayakan Hari Kemerdekaan RI.
Medan 5 jam lalu
Sambut HUT Perak, Posmetro Medan Bikin Rakerda.
Sumut 5 jam lalu
Sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta.
Kriminal 12 jam lalu