Minggu, 14 Juni 2026

Pesan Di Balik Lensa, STIKP Medan Dorong Jurnalisme Empati Bencana Sumatera

Evi Tanjung - Rabu, 04 Februari 2026 15:39 WIB
Pesan Di Balik Lensa, STIKP Medan Dorong Jurnalisme Empati Bencana Sumatera
Ist
Penyerahan sertifikat pada pemateri Ferdy Siregar (kiri) dan Mirza Baihagie (kanan) oleh panitia

POSMETROMEDAN, Medan -Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan sukses menggelar seminar fotografi jurnalistik bertema "Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera" di Aula Hj. Ani Idrus, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang menghadirkan dua pemateri profesional di bidang jurnalistik, Ferdy Siregar dan Mirza Baihaqie, berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

Dalam suasana siang yang penuh diskusi, filmmaker sekaligus fotografer Mirza Baihaqie mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk membangkitkan semangat mahasiswa, khususnya dalam bidang fotografi jurnalistik yang memiliki peran besar dalam isu-isu kemanusiaan.

Baca Juga:

Baca Juga:

Dikatakannya, acara ini istimewa karena menjadi salah satu yang pertama menggabungkan seminar dan pameran foto bertema kebencanaan.

"Saya sangat mengapresiasi sebesar-besarnya STIKP Medan karena sudah peka terhadap isu kebencanaan. Ini kegiatan yang penting dan kami sangat senang serta bangga bisa terlibat di dalamnya," ungkap Mirza.

Mirza menambahkan, seminar ini bukan hanya soal teknik fotografi, tetapi juga membuka kesadaran untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitar, terutama di wilayah rawan bencana. Ia berbagi pengalaman lapangan yang menggambarkan betapa beratnya dampak bencana bagi masyarakat. "Di salah satu lokasi, ada ibu-ibu yang kesulitan mencari beras. Harga beras di sana bisa mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu untuk 15 kilogram. Bayangkan, semahal itu," jelasnya.

Sementara itu, fotografer jurnalistik Ferdy Siregar menekankan bahwa bencana tidak bisa dilihat semata-mata sebagai peristiwa alam. Ia menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi yang melibatkan pemerintah serta para pemangku kepentingan.

"Dalam situasi tanggap darurat sebenarnya sudah ada BNPB, SAR, TNI, Polri, dan unsur lainnya. Namun yang sering terjadi adalah kurangnya kesiapan mitigasi bencana, sehingga penanganan menjadi tidak maksimal," tutup Ferdy.( Atn)

Tags
beritaTerkait
Zakiyuddin Ingatkan Ancaman Banjir, Ajak Warga Jaga Lingkungan
Timsus Anti Begal Polres Binjai Amankan Sepeda Motor Hasil Curian Dari Langsa
Mantan Kepala BPBD Tebing Tinggi Dituntut 6 tahun 6 Bulan Penjara
Pascabanjir Sumut: 50 Mahasiswa Unimed Tersenyum Lega Usai Dapat Bantuan dari BPKH dan Rumah Zakat
Gandeng Rumah Zakat, Paragon Beri Beasiswa untuk 15 Mahasiswa Sumut Penyintas Banjir
Dalam Sehari 3 Pengedar Narkoba Diamankan Polres Binjai Dari TKP Berbeda
komentar
beritaTerbaru