Program yang dijalankan mencakup tiga tahapan utama, yakni sosialisasi, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Mahasiswa sekarang dituntut tidak hanya memiliki ijazah, tapi juga keahlian yang jelas sesuai bidang ilmunya agar lebih mudah mengakses lapangan kerja," ujarnya.
Baca Juga:
Ia menambahkan, keberadaan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) menjadi bukti konkret kompetensi mahasiswa yang dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Melalui kerja sama ini, PT Tradepro memberikan pelatihan teknis di bidang perdagangan berjangka yang dipadukan dengan penguatan soft skill, sehingga mahasiswa memperoleh keseimbangan antara kemampuan akademik dan kebutuhan industri.
Baca Juga:
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri. Sinkronisasi antara kurikulum kampus dengan kebutuhan pasar kerja diharapkan mampu melahirkan lulusan yang lebih siap dan adaptif.
Sebelumnya, Disnaker Medan juga telah memfasilitasi kolaborasi serupa di Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP). Konsistensi program ini menunjukkan komitmen Disnaker Medan dalam memperluas akses pelatihan dan sertifikasi bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.
Dengan langkah ini, Disnaker Medan tidak hanya berperan sebagai penghubung, tetapi juga penggerak dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih siap, terarah, dan kompetitif di Kota Medan.(ATN)
Tags
beritaTerkait
komentar