Minggu, 08 November 2026

Guru vs Realita: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah

Faliruddin Lubis - Sabtu, 02 Mei 2026 22:00 WIB
Guru vs Realita: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah
IST
Yulhasni, Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

POSMETRO MEDAN, Medan- Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, persoalan kesejahteraan guru kembali menjadi sorotan.

Di tengah tuntutan profesionalisme dan tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak guru di Indonesia masih menghadapi kenyataan pahit berupa penghasilan yang belum memadai.

Yulhasni, Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, menilai kondisi ini sebagai ironi yang terus berulang setiap tahun tanpa solusi yang signifikan.

Baca Juga:

"Guru dituntut untuk profesional, inovatif, dan berdedikasi tinggi. Namun di sisi lain, masih banyak guru, terutama honorer, yang menerima penghasilan jauh dari kata layak. Ini adalah realita yang tidak bisa kita abaikan," ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya ketimpangan yang mencolok jika dibandingkan dengan profesi lain, termasuk petugas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dalam beberapa kasus memiliki tingkat penghasilan lebih tinggi.

Baca Juga:

"Ini bukan soal membandingkan secara sempit, tetapi tentang rasa keadilan. Ketika profesi yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia justru belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, maka ada yang perlu dievaluasi secara serius dalam kebijakan kita," tambahnya.

Menurut Yulhasni, peningkatan kualitas pendidikan tidak akan berjalan optimal jika kesejahteraan guru terus diabaikan. Ia menekankan bahwa kebijakan pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada kurikulum dan program-program baru, tetapi juga menyentuh aspek mendasar yakni kesejahteraan tenaga pendidik.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, ia mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama dalam pembangunan pendidikan nasional.

"Jika kita ingin pendidikan maju, maka guru harus sejahtera terlebih dahulu. Tanpa itu, semua visi besar pendidikan hanya akan menjadi retorika," tutupnya.(RED)

Tags
beritaTerkait
Pemkab Samosir Hentikan Sementara Operasional 4 Bangunan Usaha
2.717 Guru dan Operator PPPK Paruh Waktu di Deli Serdang Terima Tambahan Penghasilan di Luar Gaji
Korban Dapat Pendampingan Psikologis, Bupati Deli Serdang Pecat Guru Tersangka Pencabulan, Sertifikasi Diusulkan Dicabut
Dosma Roha Sijabat Dipercaya Jadi Dewan Pengarah, Lamsiang Sitompul Kembali Pimpin HBB
Krisis Guru Disabilitas Netra di Sumut, Pertuni Minta Dinas Pendidikan Buka Akses di SLB
Murid MAN Sibolga Tembus Final Nasional Kompetisi Sains Ruangguru
komentar
beritaTerbaru