Selasa, 11 Agustus 2026
Kisah Kepemimpinan Akbar Tandjung yang Melegenda

Dari Sorkam Menuju Kursi Ketua DPR RI

Faliruddin Lubis - Sabtu, 02 Mei 2026 21:54 WIB
Dari Sorkam Menuju Kursi Ketua DPR RI
DetikSumut
Akbar Tandjung.

POSMETRO MEDAN, Medan- Nama Akbar Tandjung telah menjadi legenda hidup dalam panggung politik Indonesia. Perjalanannya dari sebuah desa pesisir bernama Sorkam di Tapanuli Tengah hingga menduduki kursi Ketua DPR RI adalah sebuah potret ketangguhan, kecerdasan berorganisasi, dan kematangan berpolitik yang jarang tertandingi.

Lahir pada 14 Agustus 1945, Akbar tumbuh dalam keluarga pengusaha yang religius. Ayahnya, Zahiruddin Tandjung, adalah tokoh Muhammadiyah yang mengajarkan nilai-nilai kemandirian. Masa kecil yang dihabiskan di Sorkam dan Medan menjadi fondasi karakter kuat yang dibawanya saat merantau ke Jakarta.

Taji kepemimpinannya mulai terasah tajam saat ia menempuh pendidikan teknik di Universitas Indonesia. Di sana, Akbar tidak hanya belajar ilmu teknik, tetapi juga belajar menggerakkan massa.

Baca Juga:

Sebagai tokoh sentral dalam gerakan mahasiswa 1966 dan mantan Ketua Umum PB HMI, Akbar belajar satu hal penting: organisasi adalah kunci untuk melakukan perubahan besar.

Ujian terberat sekaligus pembuktian kehebatan Akbar terjadi saat bergulirnya era Reformasi 1998. Di saat Partai Golkar berada di titik nadir dan menjadi sasaran kritik publik, Akbar Tandjung maju sebagai "nakhoda" baru.

Baca Juga:

Ia melakukan konsolidasi luar biasa, mengubah paradigma partai, dan memastikan Golkar tetap bertahan sebagai kekuatan politik utama.

Keberhasilannya membawa Golkar tetap eksis dan kompetitif di Pemilu 1999 dan 2004 sering dianggap sebagai mukjizat politik yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pemimpin yang memiliki jam terbang tinggi dalam urusan lobi dan strategi.

Puncak karier legislatifnya diraih saat ia terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 1999-2004. Di bawah kepemimpinannya, lembaga legislatif melewati masa-masa transisi demokrasi yang paling krusial. Akbar dikenal sebagai pemimpin yang mampu menjaga keseimbangan di tengah friksi antarpartai yang sangat tajam saat itu.

Bahkan, saat ia didera ujian hukum yang menghebohkan, Akbar menunjukkan sikap yang tenang dan mengikuti prosedur hukum hingga akhirnya dinyatakan bebas di tingkat kasasi.

Sikap "dingin" dan tenangnya dalam menghadapi krisis inilah yang membuatnya dijuluki sebagai salah satu politikus paling licin dan tangguh dalam sejarah Indonesia.

Tags
beritaTerkait
Komisi III DPR RI Desak Polda Sumut Usut Tuntas Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga Sayangkan Polrestabes Medan Terlalu Dini Simpulkan Kematian Mantan Istri Polisi sebagai Bunuh Diri
Ade Jona Prasetyo Tekankan Kejujuran dan Kepercayaan sebagai Kunci Kesuksesan
Ribuan Orang Turun ke Jalan, Legenda AC Milan Franco Baresi Tutup Usia 66 Tahun
Mengenal Lebih Dekat Sosok Maruahal Silalahi, Mantan Anggota DPR RI
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
komentar
beritaTerbaru