Ketua JMSI Sumut Rianto: Media Harus Jadi Penjaga Kebenaran di Tengah Arus Informasi Digital
POSMETRO MEDAN,Medan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto SH MH, menegaskan bahwa peran pers sangat krusia
Medan 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- Senin (04/05/2026) diselimuti mendung hari ini, nyaris saja menghancurkan masa depan seorang siswaSMP kelas 9/3 di sekolah swasta Pancabudi, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.
Pasalnya, siswa tersebut hampir saja batal ikutujian sekolah gara-gara belum melunasi uang sekolah.
DN sebut saja nama siswa tersebut sengaja menyamarkan namanya agar sang anak tak malu lantaran dilarangikutujian karena menunggakuang sekolah.
Baca Juga:
"Kalau tidak dilunasi, teman saya itu harus mengulang tahun depan," kata siswa lain, teman DN. Dari mulut siswa inilah terbongkar bahwa DN nyaris batal ikutujian.
"DN menunggakuang sekolah sampai jutaan. DN mengaku tidak bisa membayar uang sekolah karena orang tuanya belum mempunyai uang,"ucap teman DN.
Baca Juga:
" Orang tua DN bilang agar ikutujian saja dulu, nanti sehabis ujian atau besok lusa baru bisa kasih uang sekolah," jelas teman DN lagi.
Meski sudah menyampaikan alasan belum ada uang ke pihak sekolah, DN tetap diwajibkan harus menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu agar bisa ikutujian.
Pihak sekolah disebutkannya melarang keras DN ikutujian sebelum tunggakan uang sekolah dilunasi.
"Menurut si DN, yang keras melarang dia ikutujian adalah wakil kepala sekolah, Ibu Rahmah dan Pak Faisal," ucapnya.
Syukurnya CH, ayah DN, datang ke sekolah Senin pagi itu juga. Dia bermohon agar anaknya diizinkan ujian dengan syarat tunggakan uang sekolah DN akan dicicil selama beberapa bulan saja, sesuai kemampuannya.
Pihak sekolah awalnya bersikeras harus dilunasi, namun beruntungnya pihak yayasan memberikan keringanan. Alhasil, DN diperbolehkan ikutujian dengan mencicil tunggakan.
"Tapi gara-gara sempat dilarang, DN nggak bisa ikutujian sesion mata pelajaran pertama. DN juga sempat mau nangis tadi karena takut gak bisa ujian, bang. Dia hanya dibolehkan ujian susulan setelah selesai ujian, minggu depan," kata CH kepada wartawan.
Sayangnya Kepala Sekolah SMP Swasta Pancabudi, hingga baqda Zuhur belum berhasil dimintai penjelasan mengenai pengalaman pahit yang dialami DN, seorang siswanya.
Pelarangan siswa mengikuti ujian akhir karena menunggakuang sekolah (SPP) ini adalah tindakan yang bertentangan dengan hak pendidikan anak.
Meskipun sekolah, terutama swasta, membutuhkan biaya operasional, Dinas Pendidikan umumnya menegaskan bahwa alasan finansial tidak dibenarkan untuk menghalangi hak siswa mengikuti ujian.
Dinas Pendidikan setempat hendaknya memberikan teguran kepada pihak sekolah yang melarang siswaujian dan meminta agar siswa tersebut diizinkan mengikuti ujian susulan. (rel/usa)
POSMETRO MEDAN,Medan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto SH MH, menegaskan bahwa peran pers sangat krusia
Medan 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, isu kesejahteraan guru kembali menc
Medan 22 menit lalu
Tingkatkan Kedisiplinan Dan Pelayanan ,Kepala Bapenda Medan Pimpin Apel Gabungan.
Medan satu jam lalu
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Kinerja Dan Pelayanan Di Tingkatkan Untuk Pembangunan Medan Untuk Semua.
Medan satu jam lalu
Nunggak SPP, Siswa SMP Pancabudi Dilarang Ikut Ujian
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, H Farianda Putra Sinik mengajak mitra kerja dan pengurus untuk melaks
Medan 3 jam lalu
Di balik peristiwa yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) tersebut, tersimpan siasat licin yang dirancang oleh orang dekat korban sendiri. Piha
Peristiwa 4 jam lalu
Sejumlah oknum memanfaatkan program tersebut untuk menipu masyarakat dengan berbagai modus, mulai dari penyebaran tautan palsu hingga permin
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Labuhanbatu Peristiwa kebakaran yang meludeskan satu unit rumah papan yang dihuni karyawan (Perjanjian Kerja Paruh Waktu) P
Peristiwa 4 jam lalu
MU sudah unggul 20 di akhir babak pertama. Gol Setan Merah dicetak Matheus Cunha pada menit keenam dan Benjamin Sesko (14&039).
Sport 4 jam lalu